
💐💐💐💐💐💐
...HAPPY READING......
.
.
Lain yang dilakukan oleh Adriel hari ini. Maka lain hal pula yang dirasakan oleh Thalita. Dia tidak bisa menyurutkan senyumannya karena tiba-tiba saja hari ini Dokter Reza melamar dirinya di hadapan orang banyak.
Tepatnya di Restoran mewah yang ada di pusat ibu kota tersebut dan tidak jauh dari perusahaan milik Riko.
"Re... apakah kamu dan Riko sudah merencanakan semua ini? Kenapa sangat tiba-tiba dan tidak memberitahuku lebih dulu," tanya Thalita yang belum menjawab lamaran dari sahabatnya.
"Tidak! Aku tidak ikut campur. Ini semua rencana Reza sendiri," jawab Riko tersenyum kearah Reza sahabatnya.
Ya, sahabat! Setelah Thalita dan Adriel berpisah. Ternyata hubungan Riko dan Dokter Reza semakin baik. Mereka saling memberikan dukungan satu sama lain. Agar Thalita bisa bahagia.
Justru hubungan Riko dan Adriel malah semakin hari semakin jauh. Selain mereka tidak bekerja sama lagi. Riko sangat kecewa pada Adriel yang menyakiti Thalita.
Gadis yang merupakan sahabat mereka sejak kecil. Seharusnya Adriel memberikan Thalita kesempatan untuk bisa mendapatkan cintanya. Namun, Adriel malah membangun tembok raksasa yang sangat tidak mungkin untuk Thalita gapai.
Akan tetapi, bila Adriel datang ke perusahaannya. Riko masih menyambut baik, karena dia hanya kecewa pada Adriel bukan membencinya. Apalagi mereka juga sahabat sejak kecil. Sama seperti degan Thalita.
__ADS_1
"Re..." Thalita menatap Dokter Reza yang masih di posisinya. Yaitu berlutut di hadapan bangku yang duduki oleh gadis itu.
"Iya, semua ini aku yang merencanakan. Riko hanya membantuku. Jadi bagaimana? Apakah kamu menerima lamaranku?" Dokter Reza kembali mengulangi perkataannya.
"Terima saja, ayo terima!" teriak heboh para pengunjung yang menyaksikan moments romantis tersebut.
Kebetulan sekali, pengunjung di sana adalah para karyawan kantoran karena saat ini jam makan siang. Sepertinya hanya Dokter Reza yang melamar saat waktu tengah hari seperti saat ini.
Dia tidak mempersiapkan makan malam romantis ataupun menyiapkan waktu yang tepat. Malahan saat ini dia dan Thalita lagi memakai baju kerja masing-masing.
Dokter Reza memakai jas dokternya. Sehingga walaupun orang-orang tidak kenal dengannya. Akan tahu apa pekerjaan Dokter Reza.
"Aaaaa... aku juga mau dilamar seperti Nona Thalita," jerit histeris para teman satu desainer dengan Thalita.
Thalita yang dilamar, tapi mereka semua yang heboh. Termasuk Riko, pemuda itu bukannya merasa kecewa lagi. Akan tetapi dia ikut memberikan Thalita semagat, agar menerima lamaran dari Dokter Reza.
"Thalita, apakah kamu mau menjadi istriku. Aku ingin berada di sisimu sebagai sandaran saat kamu bersedih dan menjadi pegangan saat kamu berjalan." ucap Dokter Reza yang tidak merasa malu mengulangi pertanyaan yang sama.
"Re... aku---"
"Jika kamu tidak menerimanya juga tidak apa-apa. Aku hanya ingin kamu menerimaku karena memang menyukaiku sebagai pasangan. Bukan sebagai sahabatmu." sela Dokter Reza tetap tersenyum tampan.
"Reza... tolong maafkan aku! A--aku tidak bisa menolak lamaran mu," jawab Thalita yang langsung membuat heboh seisinya Restoran tersebut.
__ADS_1
Termasuk para penonton yang ikut menyaksikan dari akun beberapa pengunjung di sana. Mereka mengabadikan moments tersebut dengan melakukan live streaming di akun sosial medianya masing-masing.
Sehingga puluhan flower langsung ikut menyaksikan lamaran Versi Dokter Reza. Mereka semua mendukung penuh hubungan keduanya, karena tahu seperti apa Thalita disakiti oleh suaminya.
"Lita... apakah artinya kamu menerima lamaranku?" seru Dokter Reza yang masih berlutut.
"Huem! Tapi jika kamu lama menyematkan cincinya. Maka aku akan berubah piki---"
"Tidak akan aku biarkan kamu berkata tidak," degan senyum mengembang. Dokter Reza langsung menyematkan cincin berlian pada jari manis Thalita.
Harga cincin tersebut bernilai ratusan juta rupiah. Soalnya Dokter Reza ingin memberikan yang paling baik buat wanita yang dia cintai.
Cup!
"Terima kasih! Besok orang tuanku akan datang ke sini buat mengurus persiapan pernikahan kita," ucap Dokter Reza mengecup tangan kekasih hatinya dan dia kembali berdiri seperti semula.
"A--apa! Kenapa cepat sekali?" seru Thalita terperangah mendengar jika orang tua Dokter Reza akan datang untuk mempersiapkan pernikahan mereka.
"Karena aku takut kamu direbut oleh orang lain," jawab pemuda itu yang membuat para saksi lamaran tersebut kembali heboh.
Berbeda dengan Adriel yang langsung membanting semua barang yang ada diatas meja kerjanya.
"Brengsek! Thalita milikku, tidak akan aku biarkan siapapun merebutnya dariku," umpat kasar Adriel.
__ADS_1
...BERSAMBUNG... ...