Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Janda, Tapi Perawan.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


... HAPPY READING... ...


.


.


"Adriel, sayang!" seru Fara keluar dari dalam kamar istirahat Adriel. Wanita itu baru selesai mandi setelah tadi hanya melayani Adriel sampai satu kali pelepasan saja, karena setelah itu Adriel langsung bangun dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Tanpa dia bertanya, atau bicara sepatah katapun. Sehingga Faranisa tidak mendapatkan kepuasan sama sekali. Meskipun tubuhnya sangat ingin kembali di jamah.


Seperti saat malam dia melayani Tuan Albert. Meskipun Fara tidak rela melayani beliau. Tapi tubuhnya sangat menikmati apa yang pria tua itu lakukan


"Pergilah! Jangan ganggu aku," seru Adriel tidak menoleh kearah kekasihnya sama sekali.


Rasa kecewa setelah merasakan milik Fara tidak perawan lagi belum hilang. Begitu dia sudah mandi, harus melihat tontonan dimana mantan istrinya dilamar oleh seorang dokter tampan. Bagiamana mungkin Adriel akan baik-baik saja.


"Ada apa? Kenapa kamu mengusirku? Bukannya kita baru saja melakukan---"


"Ck! Hubungan apa maksudmu? Apa karena aku telah merenggut kesucianmu?" sela Adriel tertawa sumbang.

__ADS_1


"Sayang... aku---"


"Fara, pergilah! Aku sedang ingin sendiri, jangan sampai aku mengusirmu gara-gara kamu tidak mau pergi," usir Adriel kembali duduk di kursi kerjanya dengan meja sudah berantakan.


"Apa yang terjadi? Apakah dia mengamuk karena aku sudah tidak perawan lagi? Atau karena hal lainnya?" tanya wanita itu didalam hatinya.


"Tapi... jika gara-gara aku sudah tidak perawan lagi. Dia seharusnya bicara langsung, kan. Tidak-tidak! Berarti ini gara-gara hal lainnya. Lebih baik sekarang aku menghindar dulu. Jangan sampai gara-gara moodnya buruk. Masalah keperawanan ku menjadi pertanyaan nya."


Faranisa kembali bergumam sebelum dia memutuskan untuk memberi Adriel waktu buat sendiri dan menenangkan hatinya.


"Baiklah! Aku keluar sekarang. Tenangkan hati mu, aku rasa kamu harus menyelesaikan masalahmu secepatnya," ucap wanita itu langsung keluar setelahnya.


"Tidak! Aku tidak boleh membiarkan Thalita menikah dengan dokter brengsek itu. Karena aku yakin akan menikahinya lagi." tiba-tiba saja Adriel berdiri dari tempat duduknya dan menyembar kunci mobi beserta ponselnya.


Untuk dia bawa pergi ke perusahaan milik Riko, karena dia sangat yakin bahwa Thalita sudah kembali bekerja lagi.


Padahal hari ini pekerjaan Adriel begitu banyak dan dia tidak perduli akan hal itu. Sekarang adalah kali kedua dia mendatangi perusahaan Riko sahabatnya dalam waktu satu hari.


"Thalita, aku tidak mau kehilanganmu. Aku tidak akan membiarkan Reza menikahimu. Enak sekali dia, dapat janda tapi masih perawan." ujar Adriel yang saat ini sudah dalam perjalanan menuju perusahaan sahabtanya.


Tidak membutuhkan waktu lama. Hanya lima belas menit kemudian, mobil Lamborghini Aventador miliki si duda itu sudah tiba tempat yang ia tuju.

__ADS_1


Akan tetapi, baru saja dia akan keluar dari mobilnya. Satu mobil Lamborghini Gallardo, yang sama-sama mahal harganya. Berhenti tidak jauh dari mobil pemuda itu.


Deg!


Jantung Adriel terasa nyeri melihat Dokter Reza mencium Thalita di dalam mobil tersebut. Kebetulan sekali, kaca jendelanya tidak tertutup.


"Thalita! Di--dia berciuman bersama Reza?": ucapan Adriel terasa tercekat dalam tenggorokannya.


"Sayang, terima kasih! Karena akhirnya kamu mau menerima ku, bahkan langsung menjadi calon istriku," kata Dokter Reza setelah melepaskan ciuman mereka.


Ya, dokter tersebut berani mencium Thalita karena tadi gadis itu sudah mengatakan, jika dia akan menerima Dokter Reza sepenuh hatinya.


Jadi salah satu pembuktian itu, dokter tersebut sengaja mencium bibir calon istrinya. Meskipun dia ragu takut Thalita menamparnya. Dokter Reza tetap nekad untuk melakukannya. Namun, siapa sangka Thalita justru membalas ciumannya.


Bahkan gadis itu sempat mengalungkan kedua tangannya pada leher Dokter Reza. Semua itu Thalita lakukan karena dia ingin menyakinkan dirinya. Bahwa sudah benar-benar yakin akan membuang nama Adriel dari dalam hati dan hidupnya.


"Aku yang berterima kasih, karena kamu sudah mau menerimaku. Padahal kamu seorang bujangan. Tapi malah mau menikahi janda sepertiku," jawab Thalita tersenyum.


"Ck, meskipun kau janda anak lima pun, jika aku cinta tidak ada yang bisa menghalagi ku," decak Dokter Reza langsung menarik Thalita masuk kedalam pelukannya, karena tahu jika Adriel berjalan kearah mereka berdua.


...BERSAMBUNG... ...

__ADS_1


__ADS_2