
💐💐💐💐💐💐
...HAPPY READING......
.
.
Augh!
Lenguh Faranisa ketika Adriel melahap salah satu gunung kembarnya. Setelah hampir setengah jam mereka melakukan pemanasan di dalam kamar tempat Adriel beristirahat di dalam kantornya.
Ya, karena tidak tega membuat kekasihnya menangis karena dia sudah tidak perhatian lagi pada wanita itu. Akhirnya Adriel akan memberikan apa yang diinginkan oleh Faranisa.
"Adriel, sayang!" seru wanita itu menekan kuat kepala Adriel agar terus menyusup di gunung kembarnya.
"Fara... apakah kamu tidak menyesal bila kita melakukannya sekarang?" tanya pemuda itu yang tidak tahu bahwa Fara tidak suci lagi seperti yang dia pikirkan.
Lebih parahnya lagi wanita itu hampir semalaman melayani si tua bangka Tuan Albert. Dia melayani mantan bosnya itu hanya karena menginginkan sebuah tanda tangan kontrak pekerjaan.
Akan tetapi semuanya bohong, karena Tuan Albert hanya ingin mengambil keuntungan saja. Selebihnya dia tidak ada niat buat merekomendasikan Faranisa menjadi modeling dari perusahan mereka.
"Tidak! Aku tidak pernah menyesal karena melakukannya bersama orang yang aku cintai." jawab Fara yang sudah memiliki rencana-rencana liciknya untuk menjebak Adriel.
"Baiklah! Jika begitu aku ingin melakukannya sekarang," kata Adriel degan suara beratnya karena dia benar-benar sudah tidak tahan ingin menyalurkan hasratnya.
Bertemu Tahlita tadi pagi, juga menjadi salah satu faktor yang membuat Adriel menjadi kacau.
__ADS_1
"Lakukanlah! Aku memang milikmu," bisik Fara mulai melepaskan kancing baju kameja yang dipakai oleh Adriel satu persatu.
Sedangkan tangan pemuda itu juga melepaskan baju dress yang dipakai oleh kekasihnya.
Sampai mereka berdua tidak memakai sehelai benangpun, yang terlihat hanyalah dua gundukan gunung kembar Faranisa dan juga lembah nya yang sudah pernah digarap sampai puluhan kali oleh Tuan Albert.
Setelah itu Adriel kembali lagi mengecup bibir Faranisa dan menahan tengkuk wanita itu guna memperdalam ciuman mereka.
Puas berciuman, bibir Adriel merayap memberikan Kiss Mark pada leher jenjang wanita itu. Lalu turun lagi sampai ke lereng gunung kembar yang tidak mungkin dia lewatkan.
Aah!
Suara lenguhan kembali dikeluarkan oleh Faranisa, karena dia sudah tidak tahan menahan sensasi yang diciptakan oleh Adriel.
Apalagi dia sudah pernah merasakan nikmatnya rasa berhubung intim. Meskipun dengan Tuan Albert. Tentu rasanya sama saja.
Aaah!.
Faranisa semakin tidak karuan. Ternyata meskipun belum pernah melakukan hubungan intim. Pemuda itu sangat pandai membuat Fara melayang karena nikmatnya sentuhan yang Adriel lakukan.
"Sayang! Lakukan sekarang..." pinta wanita itu karena dia benar-benar sudah ingin segera merasakan senjata kekasihnya.
Sehingga Adriel yang sudah tidak tahan, langsung saja mengarahkan si rudal jenis A dua satu, meluncur sesuai jalurnya.
Namun, alangkah kagetnya karena semua tidak sesuai dengan ekspektasi dirinya. Adriel kira jalan rudalnya akan sempit. Akan tetapi hanya satu kali dorongan pelan. Seluruh rudalnya sudah masuk degan sempurna.
Lalu karena merasa heran dia melihat kearah senjatanya dan tidak ada yang namanya darah perawan. Faranisa juga tidak merintih kesakitan. Wanita itu hanya sekedar mengerang nikmat.
__ADS_1
"Sial! Jadi Fara sudah tidak perawan lagi. Pantas saja dia sangat ingin melakukannya sekarang. Rupanya karena dia sudah pernah melakukannya dengan laki-laki lain." gumam Adriel penuh rasa sesal dan kecewanya.
Namun, sekarang bukanlah waktunya dia menyesali semuanya. Adriel harus tetap melanjutkan pergumulan tersebut karena rudalnya tidak bisa dinonaktifkan lagi.
Sebab sekali sudah diluncurkan, maka harus bertarung sampai mati. Begitulah peraturan kodratnya.
"Sayang! Kamu kenapa diam saja?" tanya Fara berpura-pura tidak tahu.
Padahal dia mengetahui jika begitu Adriel memasukan rudalnya. Pemuda itu langsung terdiam tidak mengerakkan pinggulnya.
"Agh! Tidak ada!" dusta Adriel memulai memacu pinggulnya maju mundur cantik.
"Aaah... aaagh! Desah Faranisa merasakan nikmatnya dari permainan tersebut.
Berbeda dengan Adriel. Pemuda itu hanya memejamkan matanya dan membayangkan bahwa gadis yang ada dibawah kunjungannya adalah Thalita. Agar si rudal bisa lebih cepat menyemburkan bisa belerang nya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya sekitar lima belas menit kemudian. Mereka berdua sama-sama mengerang nikmat karena Adrie juga sudah sampai pada pelepasan pertamanya.
Akan tetapi disaat mau mengeluarkan calon bibit Kecebong nya. Pemuda itu menarik rudalnya keluar, lalu dia buang dipermukaan goa Faranisa yang terbuka cukup lebar.
"Adriel, apakah kamu---"
"Huem! Aku mau mandi, karena pekerjaan ku sangat banyak," sela pemuda itu sudah bangkit dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Brengsek! Siapa orang yang sudah melakukannya bersama Fara? Jadi selama ini dia sudah mengkhianati aku? Lalu apa gunanya aku mempertahankan dirinya. Sehingga membuat aku kehilangan Thalita," umpat Adriel memukul tembok kamar mandi untuk meluapkan rasa emosinya.
... BERSAMBUNG... ...
__ADS_1