Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Barang Bekas, Tapi Berharga.


__ADS_3

πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


... HAPPY READING... ...


.


.


Pukul setengah sembilan malam.


Pasangan suami-istri yang baru saja menikah tadi siang. Baru saja selesai membereskan rumah. Mereka berdua bekerja sama agar semuanya selesai tepat waktu.


Hujan besar di luar. Tidak membuat mereka berhenti menyimpan barang-barang yang sekiranya akan bermasalah bila tetap tinggal diluar. Soalnya besok siang, tepatnya pukul sebelas siang.


Mereka harus sudah tiba di bandara karena pukul dua belas lewat tujuh belas menit. Adalah keberangkatan jadwal terbang mereka ke Korea.


Untuk memulai kehidupan baru sebagai pasangan suami-istri. Bukan seperti satu bulan lalu, yang berangkat bersama. Akan tetapi sebagai dua orang sahabat.


Namun, meskipun Thalita pindah keluar negeri. Dia masih bekerja dengan perusahaan Riko. Dia mana mungkin bisa meninggalkan perusahaan sahabtanya yang begitu membutuhkan Thalita.


Hanya saja Thalita bekerjanya secara online. Nanti data desainnya akan dikirim melalui Email. Jadi semuanya tetap berjalan lancar. Thalita cuma pindah tempat tinggal dan tidak datang langsung ke perusahaan setiap hari. Itu saja perbedaannya.


Semua itu Thalita lakukan demi keutuhan rumah tangganya bersama Dokter Reza. Pemuda yang begitu banyak membantunya saat terpuruk.


Tidak mungkin dia akan membiarkan pernikahannya kandas untuk kedua kalinya. Jadi demi melupakan kenangan buruk dan indah bersama Adriel. Thalita kembali berkorban.


"Sayang, mandi duluan. Aku mau menyelesaikan data dari rumah sakit." titah Dokter Reza begitu mereka masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Huem, iya. Apakah datanya tidak bisa dikirim besok saja?"


"Tidak! Tapi ini paling dua puluh menit sudah beres. Hanya data waktu aku seminar di luar kota. Sebelum surat kerjaku di cabut. Aku harus mengirimkan data-data kerjaku selama beberapa bulan di sini."


"Oh, iya, baiklah! Aku mandi duluan." sebelum masuk kedalam kamar mandi. Thalita mengambil baju tidur yang akan dia pakai malam ini.


Kamar gadis itu tidak memiliki ruang ganti khusus. Jadi dia hanya bisa berganti di dalam kamar mandi.


Setelah Thalita masuk ke kamar mandi. Dokter Reza pun mengerjakan data yang dia maksud. Namun, untuk menyamakan datanya sebelum dikirim. Dokter Reza harus melihat ponselnya.


Akan tetapi dia terkejut karena ada begitu banyak panggilan tidak terjawab dan pesan pada ponselnya dan itu dari Adriel semuanya.


Sebetulnya mantan suami Thalita itu mengirim pesan nya tadi siang.


Hanya saja karena Dokter Reza terlalu sibuk dan tidak mengecek ponselnya yang mode silent. Jadinya tidak tahu bahwa ada yang menghubunginya.


πŸ’Œ Adriel : "Brengsek! Kenapa kau tidak mengangkat panggilan telepon ku? Apakah kalian sedang berbahagia?" pesan Adriel yang mengumpat kasar.


"Memangnya salah aku apa? Aneh sekali. Bukannya dia sendiri yang membuang Thalita. Lalu apa masalah baginya." dokter tampan itu tersenyum kecil. Lalu dia buka lagi pesan-pesan berikutnya.


πŸ’Œ Adriel :"Haa... ha... selamat menikmati malam pertama bersama gadis yang sudah menjadi bekas aku pakai." bak seperti orang gila. Adriel mengirimkan pesan seperti itu karena berharap Dokter Reza kecewa.


πŸ’Œ Adriel : "Re, ketahuilah! Thalita sangat hebat saat kami berhubungan. Terkadang aku sampai kewalahan karena dia belum juga mendapatkan pelepasan." Adriel mengirim pesan semakin tidak benar karena dia sudah mulai mabuk.


πŸ’Œ Dokter Reza : "Terima kasih, karena kau sudah memberitahuku. Aku bahagia sekali karena mendapatkan dia. Tidak apa bekas juga, karena bila itu permata berharga. Walaupun bekas di pakai orang lain. Harganya tetaplah mahal. Berbeda kalau batu kerikil, mau baru ataupun bekas, tetap tidak ada harganya."


Setelah membalas pesan tersebut. Dokter Reza kembali lagi melanjutkan pekerjaannya. Dia tidak mau ikut-ikutan gila karena Adriel. Sebelum mengambil keputusan untuk melamar Thalita, tentu Dokter Reza sudah memikirkan semuanya.

__ADS_1


Hampir lima belas menit kemudian.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka lebar. Ternyata Thalita sudah keluar dengan memakai baju tidur panjang dan handuk kecil membungkus rambutnya yang basah.


"Sayang, apa sudah selesai?"


"Sudah, cepat mandi sana, airnya sudah aku siapkan." jawab Thalita yang diiyakan oleh Dokter Reza karena dia juga sudah selesai.


"Baiklah! Aku mandi dulu," ucap dokter itu berdiri dari sofa setelah menutup laptopnya. Sedangkan Thalita mengeringkan rambut yang basah mengunakan handuk kecil tadi. Tidak mengunakan alat pengering rambut.


Begitu selesai, wanita itu duduk di sofa. Dia bermaksud mau mengecek ponselnya. Akan tetapi begitu dia duduk. Ponsel sang suami menyala dan Thalita terkejut karena nama Adriel tertera di sana.


Sehingga membuat dia langsung mengambil ponsel Dokter Reza untuk melihat isi pesan dari mantan suaminya.


πŸ’ŒAdriel : "Tidak usah munafik jadi orang, Re. Aku tahu pasti sebetulnya kau sangat merasa rugi setelah merasakan bahwa Tahlita bukanlah seorang gadis. Tapi itulah kenyataannya. Kami menikah hampir selama tiga bulan. Jadi selama itu pulalah aku menikmati tubuhnya." bunyi balasan pesan dari Adriel.


"Dasar kacang panjang! Apa maksudnya sudah menikmati tubuhku? Menciumku saja dia tidak pernah. Berani sekali dia membuat lelucon seperti ini. Tidak akan aku biarkan kamu mau menghancurkan rumah tanggaku, Adriel."


Gumam Tahlita sambil mengecek balasan pesan dari Dokter Reza. Namun, setelah ia baca senyum mengembang di wajah gadis itu.


"Reza, dirimu tidak terpancing sekali dengan ucapan Adriel. Ternyata aku benar-benar tidak salah menerima lamaran darimu."


Thalita tersenyum bahagia karena ternyata suaminya itu menerima dia apa adanya. Walaupun sudah menjadi bekas Adriel. Akan tetapi Dokter Reza dengan bangganya menyebutkan bahwa Tahlita adalah barang yang berharga.


... BERSAMBUNG... ...

__ADS_1


__ADS_2