Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Dilema Faranisa.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


.


.


"Ini Pak, silahkan di minum kopinya," ucap Fara menaruh kopi di atas meja. Demi mendapatkan pekerjaan, dia rela membuat kopi untuk Albert. Meskipun di dalam hatinya tidak ikhlas.


"Jangan panggil Pak, panggil saja Om, karena Saya tidak setua itu," kata Albert menatap kearah bagian dada Fara yang terlihat sangat mengiurkan.


"Eum... baik, Om," gadis itu tersenyum paksa.


"Dasar tuan bangka tidak tahu diri, jika aku tidak butuh pada Agensi mu. Maka sudah aku panggil penjaga keamanan untuk menyeret mu keluar dari sini,"


Gumam Faranisa di dalam hatinya. Sejak dulu dia memang tidak pernah menyukai Albert karena pria tersebut sangat buruk rupa dan juga bayaran di Agensinya tidaklah besar. Sangat beda jauh daripada tempat lain. Maka dari itu Fara pindah tempat dan juga mengakibatkan Agensi miliki Albert hampir bangkrut karena dituntut oleh perusahaan yang tadinya membutuhkan Faranisa menjadi model iklan mereka.


"Fara, apa kamu tahu mengapa Saya datang kemari?" tanya laki-laki tersebut.


"Tidak, apakah Om datang karena ingin merekrut Saya lagi?" berpura-pura tidak tahu jauh lebih baik, daripada langsung terlihat sangat membutuhkan pekerjaan.

__ADS_1


"Iya benar! Saya sudah melihat berita di televisi yang menyiarkan jika kamu sudah digantikan oleh Tuan Arsenio dengan modeling baru,"


"A--apa, apakah sudah ada berita di televisi?" tanya Fara terkejut. Dia tidak menyangka jika berita tentang dirinya sudah keluar.


"Sudah ada, sepertinya berita tersebut dibuat oleh Agensi Tuan Arsenio sendiri. Sebab jika tidak seperti itu, maka pasti nilai saham mereka akan menurun. Namun, karena berita dirimu mereka mendapatkan keuntungan cukup besar,"


"Brengsek! Jadi mereka tidak hanya memecat Saya. Tapi juga menuai hasil dari kehancuran Saya yang sudah banyak memberikan keuntungan pada perusahaan mereka," umpat Fara emosi.


"Ha... ha... kamu tidak perlu marah, Fara. Bukannya seperti inilah dunia pekerjaan yang kita lakoni," tawa Albert karena dia datang tentunya memiliki niat tertentu. Dia mengetahui Faranisa dipecat juga dari berita televisi. Maka dari itu dia langsung datang ke Apartemen gadis itu meskipun jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.


"Saya akan membalas semua penghinaan ini. Tolong bantu Saya, Om," ucapnya yang sudah masuk pada jebakan Albert.


"Tentu, tentu Saya akan membantu kamu. Tapi..."


"Syaratnya cukup temani Saya tidur malam ini. Maka kita akan bekerja sama lagi," jawab Albert tersenyum.


"Apa! Anda jangan gila!" bentak Fara menatap Albert tajam. Melihat wajah pria itu saja dia tidak suka. Lalu bagaimana mungkin menemani tidur.


"Saya tidak gila, Fara. Justru Saya berniat menolong kamu agar tidak menjadi gila," jawabnya santai. "Semua keputusan ada di tanganmu. Saya juga tidak memaksa,"

__ADS_1


Fara terdiam untuk berpikir keputusan apa yang akan diambilnya. Kembali ke negara sendiri dengan tangan kosong. Atau tetap bertahan untuk bekerja sama dengan Albert dan menyerahkan mahkota miliknya.


Ya, mahkota! meskipun hidup bebas dengan begitu banyak pria ternyata para Faranisa masih menjaga kehormatannya sampai hari ini. Gadis itu masih perawan dan hanya akan diberikannya kepada Adriel sebagai laki-laki yang dia cintai.


"Apa yang harus aku lakukan? Melayani situa bangka ini, atau kembali dengan membawa kegagalan? Jika para sahabat ku tahu, mereka pasti akan mencemooh diriku. Apalagi selama ini aku selalu sombong dengan keberhasilan yang aku miliki,"


Tanya Fara didalam hatinya. Dia benar-benar merasa dilema. Ini adalah keputusan besar bagi masa depan dirinya.


"Faranisa, ayo berpikirlah! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tapi jika aku menolak melayani Tuan Albert maka perjuanganku selama ini akan sia-sia. Akan tetapi apabila aku menyerahkan keperawan ku padanya, maka Adriel pasti akan kecewa padaku?"


Kembali bergumam di dalam hati. Tanpa dia sadari jika wajah bingungnya membuat Tuan Albert tersenyum. Sebab pria itu sangat yakin jika Fara akan memenuhi syarat darinya.


"Huem, Fara jadi bagaimana? Apakah kamu setuju dengan syarat yang saya ajukan atau tidak? Jika kamu memang keberatan, maka Saya akan pulang sekarang, karena ini sudah malam," Albert berdehem karena dia sudah tidak tahan untuk menikmati kemolekan tubuh seorang model terkenal yang bernama Faranisa.


"Saya, Saya..."


Fara kembali terdiam sambil berpikir keputusan apa yang ia ambil.


"Tapi... jika aku hanya melayani si tua ini, Adriel tidak akan tahu. Lagian dia sangat mencintai aku. Pasti akan menerima kekurangan yang aku miliki. Dan Adriel juga sudah menikah dengan Thalita, siapa yang bisa menjamin bahwa dia tidak akan mengkhianati aku. Bisa jadi kan Adriel menyentuh istrinya,"

__ADS_1


Gumam Faranisa sebelum menyebutkan keputusannya.


...BERSAMBUNG......


__ADS_2