
💐💐💐💐💐💐
...HAPPY READING......
.
.
"Katakan Adriel, Apa maksudmu ingin mengganggu hidupku? Hubungan kita sudah berakhir. Aku tidak ingin lagi bersahabat denganmu, karena sejak dulu kita tidak pernah cocok dan selalu bertengkar. Jadi buat apa dilanjutkan lagi pertemanan yang seumpama bagaikan kucing dan anjing." katanya Tahlita dengan pandangan lurus ke depan.
Ya, di sinilah mereka saat ini yaitu di taman yang tidak jauh dari perusahaan milik Riko. tadi setelah perdebatan panjang di samping mobil Dokter Reza.
Thalita mengikuti kemauan Adriel yang ingin berbicara masalah pribadi dengannya. Gara-garanya Tahlita melarang keras Dokter Reza berbicara berdua dengan Adriel, karena tidak mau calon suaminya sampai kenapa-napa.
"Thalita, aku... mau minta maaf padamu. Tolong maafkan aku karena sudah menyakitimu saat menjadi istriku," lain yang di tanyakan, maka lain pula jawab pemuda itu.
"Huh!" Thalita menghela nafas panjang. "Adriel, aku sudah memaafkan mu dan sudah melupakan masalah diantara kita. Jadi mulai saat ini, kamu tidak perlu lagi sibuk menemui aku." ujar Thalita langsung tutup poin tidak ingin bertele-tele pada ucapannya.
"Apa maksudmu tidak boleh menemuimu? Tha, ayo kita rujuk kembali! Aku ingin mencoba sekali lagi, dan aku berjanji akan memperlakukanmu seperti mana istri pada umumnya. Aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia berada di sisiku. Ak---"
"Maaf, aku tidak bisa karena aku bukanlah bahan percobaan, Adriel," sela gadis itu cepat.
"Kenapa tidak bisa? Apakah karena Reza brengsek itu?" Adriel memegang kedua pundak Thalita dan menatap mantan istrinya lekat.
"Adriel, masalah diantara kita tidak ada urusannya dengan Reza. Ini antara aku dan kamu. Selama ini, aku juga tidak pernah menuduh Fara kekasihmu yang macam-macam. Apa kamu tahu kenapa? Karena aku tahu, aku memang tidak berharga dihadapan mu."
Deg!
__ADS_1
Jawaban dari Thalita membuat pemuda itu merasa terpukul oleh pertanyaannya sendiri. Dada Adriel terasa sesak setelah mendengar bahwa Thalita mengakui dirinya tidak pernah berharga dimatanya.
"Tha, aku---"
"Aku tahu karena kamu tidak pernah berniat untuk menerima diriku. Sehingga aku terlihat bodoh dimata mu," Thalita menyeka air matanya sendiri.
Melihat mantan istrinya menangis, degan pelan Adriel melepaskan pegangannya pada pundak wanita itu.
"Tapi sekarang aku serius, Tha. Aku ingin kita bersama lagi. Aku... tidak bisa melihatmu menikah dengan pria lain." ungkap Adriel jujur.
Namun, dia tidak mengatakan bahwa menyukai Thalita. Sebetulnya semenjak gadis itu pergi dari hidupnya. Adriel sudah menyadari bahwa di dalam hatinya sudah ada terselip nama gadis itu. Akan tetapi karena rasa gengsinya yang tinggi dan arogan. Membuat Adriel masih menyembunyikan semuanya.
"Kenapa tidak bisa? Aku saja bisa merelakan mu untuk Fara. Satu bulan aku pergi menenangkan diri, agar bisa melupakanmu. Jadi jangan kamu hancurkan pengorbanan ku, karena sikapmu yang kekanak-kanakan." imbuh gadis itu duduk pada bangku dari semen yang ada di dekat mereka.
Tapi Thalita tidak menangis lagi. Tadi hanya air mata karena hatinya kembali terasa sesak. Begitu harus mengingatkan kembali perlakuan buruk Adriel padanya, saat mereka masih berstatus sebagai suami-istri.
"Tapi aku tidak menyukaimu lagi. Aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, Adriel. Jadi berhentilah bicara omong kosong." sentak Thalita begitu mendengar pengakuan Adriel.
Dia bukannya merasa senang, tapi yang ada malah merasa kesal. Merasa geli mendengar cinta yang sudah terlambat.
"Tidak! Kamu tidak mungkin tidak mencintaiku lagi. Thalita... aku mohon maafkan aku. Mari kita rujuk dan menjalani pernikahan yang sesungguhnya." pinta pemuda itu sembari mengelengkan kepalanya karena tidak percaya bahwa Tahlita tidak mencintainya lagi.
"Kenapa tidak bisa! Aku berhak bahagia dengan laki-laki yang mau menerima janda sepertiku." Thalita tersenyum sumbang sebelum melanjutkan kembali ucapannya.
"Sekarang aku ingin bertanya padamu. Apabila kita rujuk kembali, lalu Faranisa kekasihmu. Mau kamu kemanakan? Bukankah sampai sekarang dia masih tinggal di rumahmu?"
"Soal wanita itu kamu tidak perlu khawatir, karena aku akan menyuruh dia pergi dari rumah. Asalkan kamu masih mau rujuk kembali denganku."
__ADS_1
"Haa... ha... jadi hanya sebatas itu cintamu padanya? Bukankah dulu kamu selalu mengagung-agungkan cinta yang kalian punya?" tanya Thalita yang tidak bisa dijawab oleh Adriel.
"Adriel ayolah jangan seperti ini, karena aku tidak ingin merebut apa yang bukan milikku. Kamu adalah milik Fara. Maka sampai kapanpun aku tidak akan mau rujuk kembali denganmu. Aku tidak ingin kamu menghianati cinta kalian hanya karena diriku."
"Thalita, Aku tidak pernah menghianatinya. Tapi dia sendiri yang lebih dulu menghianatiku dan entah sejak kapan. Namun, yang jelas satu hal yang aku ketahui. Yaitu adalah bahwa Fara sudah tidak perawan lagi dan itu berarti dia sudah menghianatiku." kata Adriel yang Langsung kembali membuat Tahlita menjadi tertawa.
"Haa... haa" tertawa dan langsung berhenti lagi. "Itu berarti kamu sudah mencobanya, sehingga tahu bahwa dia tidak perawan lagi. Sungguh menggelikan sekali. Jadi kamu mencariku karena sudah dikecewakan olehnya. Maaf Adriel aku bukanlah Tahlita yang dulu tergila-gila padamu."
"Thalita, tapi aku melakukannya sekali tidak lebih Aku berani bersumpah atas nama mendiang ibuku. Aku---"
"Adriel, kamu tidak perlu bersumpah ataupun melakukan sesuatu agar aku percaya padamu, karena jujur meskipun kamu tidak pernah melakukannya bersama Fara. Aku tetap tidak mau rujuk denganmu lagi." hari ini sudah berulang kali Tahlita memotong ucapan mantan suaminya itu.
"Kenapa? Apakah karena Reza atau pria lain? Tapi jika orang lain alangkah tidak mungkin, karena kamu pergi bersama Reza kan selama satu bulan ini?"
"Huem, iya! pergi mencari ketenangan di rumah orang tua Reza tapi semua ini tidak ada hubungannya dengan dia. Aku tidak mau kembali denganmu, karena Mahligai Cinta di antara kita sudah Yang Tergoyah." gadis itu menjawab sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Jadi mulai saat ini jangan temui aku lagi, karena aku sekarang sudah memiliki calon suami dan kami akan menikah dalam waktu dua hari lagi."
"Apa! Thalita, Tha! Mau sampai kapanpun aku tidak akan rela kamu menikah dengan siapapun. Aku mencintaimu Tahlita. Aku mencintaimu." seru Adriel mencekal pergelangan tangan mantan istrinya.
Namun, langsung ditepis kasar oleh Tahlita. Lalu gadis itupun berkata yang membuat adriel membeku di tempatnya sambil melihat kepergian sang mantan.
"Baiklah! Jika kamu benar-benar mencintaiku. Maka biarkan aku bahagia dengan orang lain, karena apabila hidup bersamamu. Mau sampai kapanpun aku akan selalu menderita." pinta gadis itu memiliki kesempatan agar adil tidak lagi mengganggu dirinya.
"Aku saja bisa mengorbankan perasaanku demi kebahagiaanmu dan Fara. Jadi sekarang Aku minta kepadamu, tolong jauhi aku apabila kamu benar-benar mencintaiku," setelah berkata demikian Tahlita pun langsung pergi meninggalkan Adriel yang jatuh bersimpuh di atas rumput Taman. sambil menangis dan menyesali perbuatannya selama ini yang sudah menyia-nyiakan Tahlita.
... BERSAMBUNG... ...
__ADS_1