Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Seperti Cicak Di Dinding.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


...HAPPY READING......


.


.


"Huh! Akhirnya dia pulang juga," seru Thalita setelah melihat mobi Adriel meninggalkan perusahaan milik Riko. Yaitu perusahaan tempat dia bekerja sejak beberapa tahun terakhir ini.


"Terserah kamu mau mengatakan apapun, Adriel. Aku tidak akan pernah mengulangi kebodohan yang sama," setelah berbicara seperti itu. Thalita keluar dari mobilnya karena Adriel baru saja pulang.


"Nona," sapa para karyawan laki-laki maupun perempuan, yang melihat kedatangan Thalita.


"Huem... selamat bekerja," jawabnya memberikan semangat pada siapa saja yang menyapanya.


"Kira-kira Reza nanti mau bilang apa, ya? Bukan masalah Riri kan? Kenapa aku takut banget jika dia dan Riri akan jadian." gumam gadis itu menghembuskan nafas panjang.


Entah mengapa, setelah bertemu Dokter Riri yang merupakan rekan kerja Dokter Reza sahabatnya. Perasaan Thalita menjadi tidak karuan.


Ting!

__ADS_1


Suara pintu lift yang terbuka, lalu Thalita melangkah keluar dari sana. Dia langsung kembali ke ruang kerjanya sendiri, karena saat makan siang nanti. Dia sudah memiliki janji untuk makan siang diluar bersama Dokter Reza dan juga Riko.


"Nona Lita, Anda sudah kembali. Eum... tadi Tuan Afkar berpesan agar Anda segera menghubungi nya." ucap rekan kerja Thalita yang menekuni dunia yang sama.


"Oh, iya, terima kasih! Nanti Saya akan segera menghubunginya," jawab Thalita terpaksa berbohong.


Mana mungkin dia akan menghubungi Adriel, baginya jika sudah berpisah, maka ya sudah tidak usah mengulangi kisah yang tentunya akan selalu menyakitkan dirinya.


"Kamu boleh bekerja sekarang, karena Saya juga akan menyelesaikan pekerjaan Saya yang sempat tertunda," titah Thalita karena wanita itu terlihat sangat serius menyempaikan pesan dari Adriel.


Laki-laki yang saat ini lagi berduaan dengan Faranisa didalam ruang kerjanya. Bukan, bukan kamar! Akan tetapi berada didalam kamar tempat Adriel istrirhat bila dia kelelahan saat bekerja.


"Fara... apa yang kamu lakukan?" seru Adriel karena begitu dia masuk kesana Fara sudah berada di sana dan kameja yang ia pakai sudah dibuka beberapa kancing bagian atasnya.


Tadi pagi begitu melihat Adriel pergi, Thalita juga pergi buat mengikuti kekasihnya yang ternyata ke perusahaan Riko.


"Fara, aku bukannya---"


Cup!


"Aku tidak tau kenapa kamu berubah akhir-akhir ini. Tapi yang penting hari ini aku ingin menjadi milikmu seutuhnya, sayang. Aku sangat mencintaimu, aku takut kehilanganmu," sela Faranisa sudah mengecup bibir Adriel yang terbuka karena pemuda itu sedang berbicara.

__ADS_1


"Fara, kita tidak bisa melakukannya sekarang karena---"


"Karena kamu menyukai Thalita? Wanita murahan yang sudah merebut mu dariku? Wanita licik yang telah membuat Om Marcel jadi membenciku?" Fara menangis karena dia tahu bahwa Adriel menyukai Thalita.


Terbukti setelah perceraiannya, sikap Adriel pada Fara mulai berubah. Dia tidak perhatian seperti dulu lagi.


"Fara... aku---"


"Kamu tidak mencintaiku lagi, Adriel. Kamu sebetulnya sudah mencintai Thalita, kan? Jahat kamu, sudah mengkhianati cinta kita," wanita itu kembali menyela disela isak tangisnya.


"Fara, aku bukan---"


"Itu sebabnya kamu tidak pernah mau saat aku mengajakmu melakukannya, kan? Karena kamu sudah tidak mencintaiku lagi," air mata Fara semakin deras karena dia benar-benar putus asa bila Adriel lebih memilih Thalita daripada dirinya.


Cup!


Adriel yang tidak tega melihat Faranisa menangis akhirnya meskipun sedikit terpaksa. Langsung menyambar bibir gadis itu dan menyesapnya lebih dalam lagi.


Sehingga membuat Fara langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Adriel.


Sambil bersilaturahmi bibir, tangan Adriel pun mulai merayap seperti cicak di dinding. Untuk bisa masuk dari celah baju kemeja kekasihnya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2