Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Tinggal Satu Rumah.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


...HAPPY READING......


.


.


"Semuanya mohon maaf, untuk hari ini rapatnya sudah selesai. Setelah semuanya membaik, maka Saya akan menghubungi kalian," ucap Sekertaris Gio karena melihat meeting mereka menjadi kacau. Apalagi mood tuan mudanya sudah buruk.


"Huh! Baiklah! Saya harap Tuan Afkar segera menyelesaikan masalah dengan istrinya. Agar kerja sama kita tidak ada kendala lagi seperti saat ini," seru salah satu rekan kerja sama yang tidak mencabut sahamnya dari Afkar group dan masih tetap bertahan.


Meskipun beberapa orang dari mereka sudah memutuskan kontrak kerjasama. namun yang masih tetap bertahan cukup banyak sehingga belum mampu menggoyang kekuatan perusahaan Afkar.


Adriel yang masih kesal berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan tersebut sebelum para rekan bisnisnya pergi lebih dulu. Biasanya Adriel dan Sekertaris Gio, selalu keluar paling belakangan.


Kleeek!

__ADS_1


Suara pintu yang dibuka oleh pemuda itu. Begitu dia masuk Fara kekasihnya sudah menyambut hangat.


"Adriel, kau sudah datang? Cepat sekali," tanya wanita itu karena tadi Adriel mengatakan akan rapat cukup lama.


"Huem, aku lelah sekali, Fara," jawab Adriel berdehem dan langsung membawa Faranisa untuk duduk di atas sofa. Soalnya melihat kedatangannya tadi Faranisa langsung berdiri.


"Ada apa? Apakah sudah terjadi sesuatu di ruang rapat?" bertanya sambil tangannya melepas ikatan dari Adriel dan dibiarkan saja oleh pemuda itu.


"Adriel, ada apa?"


Hal wajar bila Thalita mengundurkan diri karena sudah tidak dihargai oleh Adriel suaminya sendiri dan para orang-orang yang akan menjadi rekan kerjanya.


"Memangnya apa yang sudah dia lakukan? Apakah Thalita merayu para rekan mu itu?"


"Dia... hanya mengundurkan diri dari menjadi desainer untuk produk baru kami. Hanya gara-gara aku mengatakan masalah bahan yang dia inginkan." tutur Adriel tidak mengatakan apa yang sebenarnya dia katakan sehingga Thalita memilih mundur.


"Oh, seperti itu masalahnya," Fara yang tidak tahu masalah perusahaan hanya mengangguk saja dan kembali berkata. "Sudahlah! Perusahaan mu bukan perusahaan kecil, mereka yang meninggalkan Afkar group pasti akan sengsara," lanjutnya yang diiyakan oleh Adriel, karena perusahaan nya memang besar. Tidak akan goyah hanya keluar lima orang atau sepuluh orang sekalipun.

__ADS_1


"Iya, kamu benar. Paling yang bisa bertahan diluar Afkar group adalah perusahaan Riko, karena mereka bisa memproduksi barang sendiri," Adriel sedikit merasa tenang.


"Jadi bagian mana, apakah kamu akan mengantar aku mencari tempat baru?" tanya Thalita sambil melihat jam tangannya yang masih pagi.


"Kamu tinggal di rumah saja," jawab Adriel tiba-tiba ingin membalas Thalita atas apa yang terjadi hari ini.


"Apa! Adriel, kamu jangan bercanda," seru Fara mengenggam ke-dua tangan kekasihnya.


"Aku serius dan tidak lagi bercanda. Kamu tinggal di rumah dulu sampai aku mendapatkan tempat terbaik untukmu. Lagian kamu perlu mengambil hati papa agar memberikan kita restunya," tutur Adriel tersenyum karena merasa puas akan menyiksa istrinya dengan keberadaan Fara.


Istri sah dan kekasihnya, akan dia buat tinggal dalam satu rumah. Jadi sudah pasti Thalita lah yang akan tersakiti.


"Apa kamu tidak mau?" tanya Adriel yang langsung membuat Fara mengelengkan kepalanya cepat.


"Tidak, tidak! Aku sangat mau. Itulah yang aku inginkan," jawab wanita tersebut langsung memeluk Adriel yang juga tersenyum melihatnya.


...BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2