Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Menerima Apa, Adanya.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


...HAPPY READING......


.


.


Satu bulan kemudian.


Kehidupan Thalita benar-benar sangat bahagia. Dokter Reza, sahabat baik yang sudah menjadi suami, sangat mencintainya.


Berbeda terbalik dengan kehidupan Faranisa. Apa yang dulu pernah di alami oleh Thalita. Sekarang wanita itu juga mengalaminya. Adriel memang tidak pernah selingkuh. Namun, Fara tidak pernah diperlakukan dengan benar.


Bukan di sakiti pisiknya. Akan tetapi hatinya, karena Adriel tidak pernah menyentuh Fara lagi dan seolah-olah membangun tembok pembatas dari wanita itu.


Semakin melihat Fara dengan perutnya yang terlihat membuncit. Membuat Adriel semakin merasa jijik pada wanita tersebut.


"Hoek... hoek...!"


Pagi-pagi sekali Thalita sudah berlari masuk kedalam kamar mandi. Padahal matanya baru saja terbuka. Sehingga Dokter Reza yang tidur sambil memeluknya langsung terbangun dan menyusul sang istri.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" tanya dokter muda itu khawatir. Apalagi sudah dua hari ini Thalita tidak bernafsu makan.


Saat diajak ke rumah sakit, wanita itu tidak mau. Alhasil Dokter Reza tidak bisa memaksanya.


"Re... Hoek!" Thalita kembali muntah-muntah sampai tidak mengeluarkan apa-apa lagi.


"Sayang, apakah kamu telat datang bulan?" tanya dokter tersebut dengan perasaan berdebar-debar karena menurutnya sang istri tengah mengandung.


"Aku... sepertinya semenjak kita menikah belum pernah datang bulan. Memang nya ada.... a--a--apakah aku hamil?" tebak Thalita dengan wajah lemahnya.


"Itulah yang lagi aku pikirkan. Sepertinya kamu sedang hamil." jawab Dokter Reza tersenyum bahagia.


Dia adalah seorang dokter. Jadi tentu bisa menebak hal tersebut.


"Tentu saja benar, akhirnya Reza junior akan hadir juga. Terima kasih!" imbuh dokter tersebut langsung menarik tubuh Thalita untuk masuk kedalam pelukannya.


"Tapi---"


"Aku sangat yakin, jika di sini. Sudah ada calon buah hati kita. Percayalah! Sekarang cuci mukanya. Kita keluar, aku akan mengambil sarapan untuk mu. Nanti setelah itu kita akan ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan." sela pemuda tampan itu mengikat asal rambut panjang istrinya.


Sehingga membuat Thalita mengangguk setuju. Lalu mencuci muka dan menyikat gigi yang diberikan oleh suaminya.

__ADS_1


"Tunggu di luar ya, aku mandi sebentar. Biar sekalian bersiap-siap menemanimu." ucapnya dan kembali dianguki oleh Thalita.


Selama suaminya mandi, Thalita yang sudah agak mendingan menyiapkan baju untuk suaminya. Pada saat dia mengambil baju, wanita itu kembali mengigat nama mantan suaminya.


"Kamu pasti sudah bahagia juga kan, bersama wanita yang kamu cintai. Seperti diriku yang sangat bahagia bersama suami yang aku cintai juga." gumamnya sebelum menutup pintu lemari pakaian suaminya.


Ceklek!


Suara pintu kamar mandi terbuka lebar. Ternyata dokter tersebut mandi dengan sangat cepat karena khawatir pada keadaan istrinya.


"Sayang, kenapa mandinya cepat sekali?" tanya Thalita tersenyum heran.


"Aku takut dirimu kelamaan menunggu ku," jawabnya sambil memakai pakaian yang sudah disiapkan.


"Re, aku tidak apa-apa. Hanya muntah, belum tentu hamil."


"Tidak hamil pun maka tak apa-apa. Aku tidak menyuruhmu hamil sekarang. Hanya saja jika memang kita diberikan kepercayaan untuk memilikinya lebih cepat. Tentu aku sangat bahagia sekali." jawab dokter muda itu yang selalu membuat Thalita tersenyum bahagia mendengarnya.


Dari perkataan sang suami, selalu membuat Thalita merasa terlindungi, karena tidak takut bila belum bisa hamil.


Sebab Dokter Reza sering berkata meskipun Thalita tidak bisa punya anak sekalipun. Dia akan tetap mencintai istrinya.

__ADS_1


... BERSAMBUNG......



__ADS_2