Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Lele Tua.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


...HAPPY READING......


.


.


"Bagaimana Fara, apakah kamu belum mendapatkan keputusan juga?" tanya Tuan Albert sambil melirik jam pada pergelangan tangannya. Dia sudah bersabar sejak tadi menunggu Faranisa berpikir. Jika bukan karena dia ingin membalas perbuatan gadis itu yang terlalu sombong, tentu Tuan Albert juga tidak mau datang ke Apartemen ya Fara tempati.


"Eum... hanya satu kali ini saja, kan?" tanya Fara ragu-ragu disertai malu juga.


"Tentu saja, kamu pikir Saya ini laki-laki hidung belang. Semua ini semata-mata hanya bentuk keseriusan kamu dalam menjalin kerjasama. Sebab saya tidak ingin mengalami kerugian seperti beberapa tahun lalu, karena kamu pindah tanpa pemberitahuan lebih dulu," jawab lelaki itu yang langsung membuat Fara tertunduk karena merasa bersalah sudah berbuat sesuka hatinya.


Dia mengira posisinya akan selalu berada di atas dan tidak mungkin diberhentikan secara sepihak oleh agensinya. Namun, sepertinya apa yang ia tanam kan itulah yang sedang Fara tuai saat ini.


Mungkin jika dia berlaku baik dan tidak mengecewakan Tuan Albert waktu itu. Pasti pria tersebut tidak akan meminta untuk dilayani apabila masih ingin bekerja sama.


"Jadi bagaimana, apakah kamu siap melayani Saya malam ini?" kembali bertanya agar Fara yakin pada keputusannya.


"Baiklah! Sa--saya mau. Ta--tapi Saya---"


"Kamu tidak perlu khawatir, untuk pelayanan kamu malam Ini, akan Saya transfer uang ke rekening kamu," sela Albert berdiri berjalan mendekati Fara. Lalu ia duduk di samping gadis itu sambil tangannya mengelus wajah cantik Faranisa.

__ADS_1


"Om, apa---"


"Suuuit! Diam lah! Jika kamu sudah mengambil keputusan, maka kita lakukan sekarang, karena Saya akan pulang. Nanti malah dicari oleh istri Saya," Lelaki paruh baya itu meletakan jari telunjuknya pada bibir Fara sebelum dia mengecup paksa dan melakukan silaturahmi bibir sebelum wanita itu menjawab.


"Eum!" Fara mendorong paksa agar Tuan Albert melepaskan ciuman sepihak nya.


"Ada apa? Apa kamu tidak mau dan berubah pikiran? Jika iya, maka Saya mau pula---"


"Tidak, Om. Saya siap melayani Anda. Tapi... ini masih diatas sofa. Mari kita pindah ke kamar," sela Fara cepat, karena takut bila batal di rekrut oleh Agensi Tuan Albert. Itu berarti dia akan pulang dengan kegagalan dan pasti akan diejek oleh teman-teman sosialitanya.


Tidak, Tidak! Fara mana mungkin hal itu terjadi. Sehingga dia mengelengkan kepalanya ke kiri dan kanan. Lalu dengan tidak tahu dirinya dia mengalunkan kedua tangannya pada leher Tuan Albert. Seakan sedang memberikan lampu hijau yang membuat pria paru baya itu membopong tubuh sintalnya kearah pintu kamar yang terbuka lebar sejak tadi.


"Fara, kamu jangan pernah menyesal atas yang kita lakukan malam ini," ucap Tuan Albert sambil merogoh saku jasnya. Setelah dia membaringkan pelan Faranisa diatas ranjang.


"Tidak Om, Saya tidak akan menyesal. Mari kita bersenang-senang," jawab Ayara sangat yakin.


Faranisa yang sudah tidak memiliki pilihan lain, mau tidak mau harus menyerahkan keperawanannya pada laki-laki tua tersebut. Dulu disaat roda kehidupannya masih berada di atas. Melihat Tuan Albert saja dia merasa jijik. Tapi malam ini dia melenguh nikmat ketika tangan pria tua itu menjelajahi setiap lekuk tubuhnya yang sudah tidak memakai sehelai benangpun. Begitu pula dengan Tuan Albert, dia hanya memakai celana boxer nya saja.


Ternyata meskipun mukanya menyeramkan karena ada bekas luka. Akan tetapi lelaki tersebut mempunyai otot kekar dan sangat mengiurkan bagi pecinta roti sobek. Namun, sayangnya Fara bukan menyukai semuanya. Dia hanya membutuhkan sebuah tanda tangan.


"Augh!" Satu lenguhan kembali dikeluarkan oleh Fara. Sehingga membuat Albert berhenti dari kegiatannya dan dia langsung merebahkan tubuhnya sendiri di atas ranjang king size milik Faranisa. Lalu setelah itu diapun berkata. "Cepat, kamu buat senjata Saya merasakan nikmatnya sentuhan tangan dan juga manisnya bibirmu," titah beliau menarik kain benang yang masih tersisa pada bagian bawah tubuhnya.


"A--apa," seru Fara tiba-tiba merasakan takut. Ini adalah pengalaman pertama baginya. Jadi jangan heran gadis itu terkejut.

__ADS_1


"Iya, lakukan sekarang," Tuan Albert menuntun tangan Fara untuk mulai melakukan tugasnya. Sudah terlanjur pada pilihanya, akhirnya mau tidak mau Fara mulai memberikan sentuhan untuk memuaskan Albert.


"Agkkh! Ini nikmat sekali, sudah cukup. Sekarang kita langsung saja, Saya sudah tidak tahan," ucap Tuan Albert mengerang nikmat, ketika wanita itu melahap habis Lele tunggal miliknya.


Fara yang terasa mual dan Ingin muntah melakukan hal tersebut. Langsung menurut sesuai instruksi dari Tuan Albert. Seumur-umur baru kali ini Fara melahap Lele tunggal yang masih mentah.


Setelah itu dia kembali berbaring seperti tadi. Sudah hampir setengah jam Lelaki paruh baya itu bermain di gunung kembar dan juga melakukan gladi resik di area persawahan Fara.


Akhirnya sekarang sudah siap mengarahkan si Lele tunggal pada jalan kecil. Namun, tertutup hutang belantara. Begitu bermain di sana tadi, Tuan Albert sudah bisa menebak bahwa Fara pasti masih perawan, sehingga dia merubah rencananya yang akan memeras Fara dengan percintaan mereka malam ini.


"Fara, kamu tahan saja. Mungkin agak sakit di awal. Akan tetapi setelah ini kamu pasti akan merasakan hal yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya." ucap Tuan Albert mulai mendorong si kepala Lele yang rata-rata pasti sangat besar.


Faranisa tidak menjawab, tapi dia hanya mengangguk mengerti. Dan begitu si kepala Lele mulai diarahkan masuk pada tepat abadinya.


"Agkkh! Om, i---ini sakit," rintih Fara merasa sakit tidak terkira pada bagian intinya. Padahal si Lele tua itu belum masuk semua.


"Ini nikmat, Fara. Ternyata kamu benar masih perawan," jawab Tuan Albert memejamkan matanya sambil merasakan sensasi dari Lelenya yang terasa di apit oleh mulut goa.


"Aah, Om! Tolong berhenti, jangan diteruskan. Sa--saya akan melakukan hal lainnya saja," cegah Fara benar-benar merasa tidak kuat menahan sakit dan perih.


"Tahanlah! Ini sudah hampir masuk semua," tanpa memiliki rasa kasihan. Albert bukanya berhenti dari kegiatan gilanya. Namun, malah memberikan dorongan dengan durasi cukup kuat sehingga si Lele berhasil menjebol selaput dara milik Faranisa.


"Aaaghhk! Om, sa--sakit. Saya tidak kuat," gadis itu kembali merintis sampai menjatuhkan air matanya. Sedang di bawah sana, di mulut goa yang sudah di penuhi oleh Lele tua milik Tuan Albert. Mengeluarkan darah segar, yang menandakan bahwa Faranisa sudah tidak perawan lagi. Malam ini karena ambisi dan juga kesombongan nya. Dia kehilangan mahkota yang tadinya akan dia berikan untuk Adriel. Andai saja kemarin malam Adriel tidak menolaknya. Maka Fara tidak akan rugi besar.

__ADS_1


"Tahanlah! Ini benar-benar nikmat, Saya sangat suka pada tubuh mu, Fara," ucap Tuan Albert mulai mengerakkan pinggulnya, maju mundur cantik. Sehingga membuat Fara yang tadinya kesakitan, dengan perlahan mulai melenguh nikmat.


*BERSAMBUNG*...


__ADS_2