Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Kehilangan Pekerjaan.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


...HAPPY READING......


.


.


Sore pukul tujuh lewat lima belas menit.


Thalita lagi bersiap-siap untuk pulang dan sekalian pergi jalan-jalan bersama Riko. Tadi jam empat sore, gadis itu sudah menelepon ayah mertuanya memberitahukan bahwa dia akan pulang malam karena mau mencari hiburan. Tanpa bertanya, Tuan Marcel langsung memberikan izin. Seolah dia benar-benar ikut merasakan sakit seperti yang dirasakan oleh menantunya.


"Apa sudah siap?" tanya Riko menyusul Thalita masuk kedalam ruang kerja anak buah, sekaligus sahabatnya. Riko ataupun anak buah lainnya, memang sudah biasa pulang malam. Sebab jika paginya mereka masih bisa masuk kerja asalkan dibawah jam sepuluh pagi.


Pemuda tampan itu bukanlah bos yang kejam. Dia sangat ramah dan lebih sering berbaur dengan bawahannya. Jika Thalita sudah jelas, gadis itu memang sahabatnya.


"Sudah, ayok kita berangkat sekarang," jawab Thalita seraya berdiri menerima uluran tangan Riko. Andai saja dia mengetahui bahwa Riko menyukainya lebih dari sahabat, entah apa yang akan terjadi.


Akankah Thalita menerima perasaan sahabatnya itu, atau justru menjauh karena tidak ingin Riko sakit hati akibat cinta bertepuk sebelah tangan. Sudah cukup dia saja yang merasakannya. Jagan sampai orang lain merasakan hal yang sama.


Sambil berjalan menuju ke lobby perusahaan. Mereka berdua terus mengobrol. Thalita akan pulang diantar oleh Riko. Jadi mobilnya akan di tinggal di perusahaan.


"Silahkan masuk Tuan Putri," ucap Riko membukakan pintu mobil dan mempersilakan Thalita untuk masuk.


"Terima kasih," sudah biasa di gombal oleh Riko membuat gadis itu hanya tersenyum. Kehadiran Riko benar-benar mampu membuat moodnya kembali. Walaupun hanya sesaat, setidaknya Thalita masih bisa melupakan Adriel. Laki-laki yang saat ini lagi dipusingkan dengan Thalita yang tidak kunjung pulang dan Faranisa.

__ADS_1


📱 Adriel : "Jika tahu seperti ini, lebih baik kamu menerima lamaran ku, Fara," ucap Adriel sambil menarik nafas dalam-dalam.


Bagaimana dia tidak kesal. Di saat dia menunggu kepulangan Thalita untuk meminta maaf, Faranisa menelepon dan mengatakan, bahwa dia dipecat. Gara-gara telat datang. Andai saja kemarin sore dia langsung berangkat bersama manajernya. Maka Thalita tidak akan terlambat datang dan pasti saat ini lagi berjalan diatas panggung.


Namun, yang namanya penyesalan selalu datang dibelakang. Fara tidak hanya kehilangan pekerjaan. Akan tetapi juga pasilitas yang diberikan oleh agensinya. Termasuk Apartemen yang ia miliki. Bertahun-tahun bekerja sebagai model terkenal ternyata Fara tidak ada membeli barang-barang mahal ataupun menabung. Uangnya selalu dia pergunakan untuk berpoya-poya membeli barang branded. Misal pun dia menjualnya, maka tidak akan mendapatkan begitu banyak uang.


Sebagus apa dan semahal apapun harga barang-barang tersebut. Tetap saja namanya adalah bekas.


📱 Faranisa : "Adriel, aku benar-benar lagi membutuhkan dirimu. Jadi jangan ceramah, aku benar-benar lagi syok,"' jawab Fara masih menangis. Menyesal atas segala perlakuan buruknya pada para staf. Jadi ketika ada masalah seperti saat ini tidak ada yang mau membantu dirinya.


Sebetulnya jika tidak benar-benar membutuhkan Faranisa. Agensi sudah lama memecat wanita itu. Namun, mereka selalu memberikan Fara kesempatan agar mau memperbaiki kesalahannya, dan terlambat datang seperti hari ini pun juga bukan kali pertama. Melainkan untuk kesekian kalinya.


📱 Adriel : "Yasudah, sekarang kamu ada dimana? Jadi apa yang akan kamu lakukan jika sudah dikeluarkan seperti sekarang?" tanya Adriel sedikit melunak. Dia juga sangat kasihan pada nasip kekasihnya.


📱 Adriel : "Oke, aku akan transfer uang ke rekening kamu. Jadi jangan menangis lagi, tidak usah takut. Ada aku yang akan selalu bersamamu," kata Adriel memberikan kekasihnya support.


📱 Faranisa : "Wah, benarkah? Adriel aku sangat mencintaimu. Tunggulah aku mengurus masalah disini dulu. Jika memang tidak ada pilihan, maka aku akan kembali untuk menjadi Nyonya Afkar," seru wanita itu dengan mudahnya. Tanpa berpikir lagi jika Adriel sudah menikah.


Deg!


"Fara, tidak semudah itu kau mau menjadi istriku. Aku sudah menikah, mana mungkin papa akan membiarkan hal ini terjadi. Bisa-bisa aku tidak dianggap anak olehnya. Gara-gara tadi malam saja, papa sampai memperlihatkan sikap dinginnya pada diriku,"


Gumam Adriel di dalam hatinya. Makanya dia sedang menunggu Thalita karena ingin meminta maaf. Namun, sampai pukul delapan malam istrinya tak kunjung pulang.


📱 Faranisa : "Halo... Adriel, kamu kenapa diam? Apakah kamu tidak mau jika aku menjadi Nyonya Afkar?"

__ADS_1


📱 Adriel : "Iya, aku, aku bukan tidak mau. Kamu selesaikan saja masalah di sana dulu, jika memang tidak bisa, maka kembalilah. Ada aku yang selalu ada untukmu," jawab Adriel tiba-tiba ragu pada ucapannya sendiri.


📱 Faranisa : "Oke, aku akan menemui beberapa agensi yang pernah merekrut diriku untuk bintang iklan mereka. Nanti aku telepon lagi, sekarang aku sedang kedatangan tamu,"


📱 Adriel : "Ya, temui lah tamu mu, karena aku sedang ada pekerjaan juga," dusta Adriel langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Agh, kenapa bisa seperti ini, sih!" pemuda itu mengusap wajahnya kasar. Jika Fara benar sampai dipecat, maka sudah pasti wanita itu akan mendesaknya untuk dinikahkan. Adriel sangat tahu seperti apa Fara. Dia apa-apa selalu ingin cepat. Sedangkan Adriel tidak mungkin menikahi Fara apabila dia dan Thalita belum berpisah.


Sementara itu di Apartemen Faranisa. Wanita itu berjalan mendekati pintu karena tadi dia memang tidak berbohong. Memang ada tamu yang memencet bel Apartemennya.


Ceklek!


"Pak Albert! Ada apa ya?" seru Fara melihat salah satu agensi yang pernah menawarkan kerjasama dengan dirinya. Namun, pada saat itu dengan sombongnya Fara menolak karena mendapatkan bayaran kontrak lebih tinggi. Padahal sebelumnya dia sudah membuat kesepakatan dengan laki-laki yang bernama Albert.


"Menurutmu?" Bukannya menjawab, tapi pria paruh baya yang berumur kurang lebih lima puluh tahun itu kembali bertanya dengan santai.


"Pak Albert, mari masuklah! Kebetulan sekali Anda datang kemari, karena besok pagi Saya memang berencana ingin menemui Anda," ucap Fara baru sadar jika Albert adalah mantan agensi yang pernah menawarkan dia pekerjaan.


Tidak berkata-kata, Albert pun berjalan masuk seperti permintaan Faranisa. Ternyata apa yang ia duga adalah benar. Jika Fara pasti akan menemuinya dan dia akan membalas perbuat wanita itu yang pernah membuat dia mengalami kerugian besar.


"Ayo Pak, duduklah! Saya akan ambilkan minuman sebentar," dengan semagat dan harapan yang besar, wanita itu menyambut baik tamunya. Fara berencana akan menerima tawaran dari Albert. Dia akan bekerjasama, meskipun bayarannya tidak besar. Nanti setelah ada penawaran yang besar. Maka dia akan pindah tempat bekerja.


...BERSAMBUNG......


__ADS_1


__ADS_2