Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Sangat baik.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


...HAPPY READING......


.


Satu bulan kemudian.


Thalita yang pergi liburan sekaligus menenangkan hatinya. Hari ini sudah mulai kembali bekerja seperti biasanya. Padahal tadi malam dia dia baru saja tiba di tanah air.


"Welcome Thalita, mari kita kembali mengumpulkan Dolar. Sudah cukup liburannya." ajak gadis itu keluar dari kamarnya.


Lalu setelah memakai high heel tinggi. Thalita mengambil kunci mobil barunya dan juga tas kerja yang dipenuhi oleh desain-desain terbarunya.


Selama satu bulan belakangan ini. Meskipun dia berada di luar negeri, tapi setiap satu Minggu sekali dia mengirimkan desain rancangannya pada Riko.


"Huh! Aku merasa sangat baik sekarang. Semua ini karena Reza dan Riko." menghembuskan nafas panjang sebelum mulai menyetir mobil barunya yang sudah dibelikan oleh Riko.


Hanya saja uangnya dari Thalita sendiri, karena dia yang tidak mau ketika Riko ingin membelikan mobil mewah buatnya.


Thalita tidak mau jika dikira oleh orang tua sahabatnya. Ataupun oleh orang lain, sebagai janda yang ingin memanfaatkan anak mereka.

__ADS_1


Inilah Thalita, dia memiliki pemikiran luas dan berwawasan tinggi. Tidak ingin menyusahkan orang lain, apabila dia lagi mampu berusaha. Seperti itulah prinsipnya yang sudah biasa berjuang untuk pengobatan sang ibu sebelum meninggal dunia.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit. Mobilnya sudah tiba di parkiran perusahaan. Dengan anggunnya si janda kembang turun dari mobil dan berjalan keluar.


Semua mata memandang takjub melihatnya. Satu bulan menghilang setelah pasca perceraian bersama Adriel. Kini dia kembali dengan status baru dan penampilan baru pula.


Dulu Thalita berambut panjang, sekarang dia sudah memotong rambutnya menjadi pendek. Kira-kira sebatas bahunya.


"Selamat pagi, Nona Thalita! Wah, Anda semakin cantik saja." sapa rekan sesama desainernya.


"Pagi juga, Anda tak kalah cantik." jawabnya selalu ramah seperti biasanya. Sepanjang perjalanan dari lobby perusahaan sampai keruangan pribadinya yang tidak jauh dari ruangan Riko. Thalita tidak lepas dari senyum manisnya.


Gara-gara untuk menemani Thalita. Dokter Reza sampai menutup kliniknya. Agar sang sahabat tidak kesepian.


"Pagi cantik," sapa Riko yang ternyata sudah datang lebih dulu. Hanya karena ingin menyambut kedatangan partner kerja sekaligus sahabat yang dia sukai.


"Pagi juga tampan. Wah, baru dua Minggu kita tidak bertemu, tapi kamu sudah bertambah gemuk saja," tawa Thalita langsung berpelukan dengan Riko. Untuk saling melepas rasa rindu mereka berdua. Selama dua Minggu belakangan ini.


"Bagaimana kabarmu? Aku sangat kesepian tanpa dirimu," ucap pemuda itu mengikuti Thalita ke ruang kerja gadis itu.


"Kabarku sangat baik! Makanya hari ini sudah mulai bekerja." Thalita langsung duduk di kursi kerjanya dan mulai mengeluarkan pensil dan juga barang-barang lainnya.

__ADS_1


"Coba kamu lihat ini," menunjukkan ada beberapa desain baru lagi.


"Tha, jika seperti ini kita bisa meluncurkan produk baru lagi." seru Riko yang benar-benar merasa bangga dengan kinerja sang sahabat.


"Iya, aku juga setuju. Bagaimana jika Minggu ini kita kerjakan. Dengan terus mengeluarkan produk baru. Maka sudah pasti kita akan bisa menguasai pasaran di kota B." usul gadis itu penuh semangat.


"Jika kamu sanggup, maka aku sih siap-siap saja. Tapi dua hari ini kita selesaikan dulu produk Minggu lalu." Riko berdiri dibelakang Thalita. Sambil melihat apa yang dilakukan gadis itu.


Namun, ketika mereka berdua masih berbincang. Suara Adriel membuat tubuh Thalita menegang dalam seketika.


"Thalita," ucap Adriel yang sudah mencari mantan istrinya kemana-mana. Namun, tak kunjung bertemu. Tapi pagi ini anak buahnya memberitahu jika Thalita sudah kembali dan mulai bekerja. Makanya Adriel cepat-cepat datang ke perusahaan Riko.



"Adriel... mau apa dia?" gumam Thalita sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Tha, aku ingin berbicara berdua dengan mu," kata Adriel berdiri di depan meja kerja mantannya.


"Antara kita sudah selesai, Adriel. Jadi hal apa lagi yang ingin kamu bicarakan?" jawab gadis itu tanpa menoleh ke lawan bicaranya.


*BERSAMBUNG*...

__ADS_1


__ADS_2