
💐💐💐💐💐💐💐
...HAPPY READING......
.
.
Sementara itu,saat ini berdiri di depan rumah Thalita sudah hampir tiga puluh menit lamanya. Namun, si pemilik rumah yang ia kira lagi pergi belum juga kembali.
Tuuuut!
Tuuuut!
"Nomor yang anda tuju sedang dialihkan pada panggilan lain. Silakan tinggalkan pesan atau hubungi lagi nanti." suara dari operator ketika adriel mencoba menghubungi mantan istrinya.
"Thalita, tumben sekali nomormu tidak bisa aku hubungi?" Adriel menarik rambutnya kasar.
__ADS_1
Setelah kepergian Thalita tadi pagi, pemuda itu berangkat ke perusahaan terlebih dahulu. Namun, begitu selesai rapat dan pekerjaan lainya. Dia pulang lebih dulu karena ingin menemui Thalita.
Adriel tidak mau berpisah dari Istrinya dan dia akan berusaha meyakinkan Tahlita. Untuk memberinya kesempatan satu kali lagi. Pemuda itu bahkan sudah menghubungi pengacaranya agar mendatangi kantor pengadilan dan mengatakan bahwa Adriel tidak setuju dengan keputusan tersebut, yang dibuat secara sepihak oleh Tahlita saja.
Tanpa dia ketahui bahwa Tahlita tidak mengurusnya sendiri. Melainkan atas persetujuan dari tuan Marcel ayah mertuanya. Jadi sudah pasti apa yang dilakukan Adriel saat ini akan sia-sia dan tidak ada gunanya sama sekali.
Akan tetapi sampai saat ini dia belum juga bertemu dengan Thalita. Sudah puluhan kali Adriel mengirim pesan chat dan mencoba untuk menghubungi gadis itu. Tapi jawabnya tetap sama, yaitu nomor Tahlita sedang tidak aktif.
Padahal bukan tidak aktif yang sengaja dimatikan oleh pemiliknya. Melainkan karena Thalita sudah membuang kartu lamanya. Gadis itu tidak ingin lagi berhubungan dengan Adriel, meskipun hanya sebuah pesan chat saja.
Soalnya rumah Tahlita memang bukan daerah perkomplekan perumahan mewah. antara rumah ke rumah hanya berjarak sekitar dua puluh meter saja.
"Tuan Afkar," seru pria tersebut. "Kemarin sore pulang ke sini. Tapi hanya sebentar, sepertinya pulang hanya untuk mengambil koper baju saja." jelas si bapak tersebut sesuai yang ia ketahui.
"Membawa koper? Apakah dia datang bersama seseorang?" tanya Adriel merasa bingung.
Soalnya saat Tahlita kembali ke kediaman Afkar kemarin sore. Dia tidak membawa apa-apa. Justru yang ada pagi ini gadis itu pergi membawa satu koper baju lagi. Lalu ke mana perginya gadis itu membawa koper-koper bajunya.
__ADS_1
"Iya, dia datang dengan seseorang. Hanya saja Saya tidak melihatnya dengan jelas, karena Saya kira itu adalah Anda."
"Oke, baiklah! Terima kasih kalau begitu, Pak..Saya permisi dulu," pamit Adriel karena akan berangkat ke perusahaan Riko. Sebab tadi pagi Tahlita pergi dengan sahabatnya itu. Jadi sudah pasti Riko tahu keberadaan Tahlita saat ini.
"Thalita, kamu pergi ke mana? Kenapa saat menghubungi nomormu juga tidak bisa?" gerutu Adriel kembali menjalankan kendaraan mewahnya membelah jalanan ibukota yang sudah terlihat ramai dan padat oleh kendaraan masyarakat lainnya.
"Apakah kamu sengaja menghindar dariku? Pernikahan kita belum berakhir, jadi kamu tidak bisa berbuat semaumu seperti ini," sepanjang perjalanan menuju perusahaan sahabatnya. Adriel terus saja mengoceh tidak jelas. Sampai-sampai dia mengabaikan telepon dari Faranisa yang sejak tadi terus menghubunginya.
"Tidak, aku tidak mau berpisah dengan Thalita," gumamnya menambah kecepatan roda empatnya. Supaya cepat sampai ke perusahaan Riko. Hanya itulah satu satunya harapan, agar bisa bertemu dengan wanita yang biasanya tidak pernah dia hiraukan sama sekali.
Bahkan beberapa hari belakangan ini, di saat Thalita tidak pulang saja. Adriel tidak pernah menelpon, mengirim pesan ataupun mendatangi rumah Tahlita untuk mengajak gadis itu pulang kerumahnya, karena mau seperti apapun pertengkaran mereka. Tetaplah tanggung jawab Adriel sebagai suami buat melindunginya. Apalagi Tahlita memang habis mengalami kecelakaan.
Sekitar kurang lebih dua puluh menit, mobil Adriel sudah tiba di depan perusahaan milik Riko sahabatnya, yang saat ini sudah mulai menjaga jarak padanya. Gara-gara rapat mereka menjadi kacau karena Adriel dengan sengaja mempermalukan Tahlita di depan rekan-rekan bisnisnya.
"Aku sangat yakin jika Riko mengetahui di mana Talita saat ini." ucap Adriel sebelum turun dari mobilnya.
...BERSAMBUNG......
__ADS_1