Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Berita Televisi.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐💐


*HAPPY READING*...


.


.


"Selamat datang Tuan Muda Afkar. Apakah Anda ingin menemui Tuan Riko?" sambut resepsionis yang melihat kedatangan Adriel.


"Iya, benar! Apakah dia ada di ruangannya tanya Adriel yang sudah tidak sabar untuk menemui sahabatnya untuk menanyakan keberadaan Tahlita.


"Ada! Tuan Riko baru saja keluar dari dalam ruangan rapat sekitar satu jam yang lalu," jawab si resepsionis sopan. Soalnya semua karyawan di sana mengetahui bahwa Adriel adalah sahabat baik bos mereka.


"Huem! Terima kasih," setelah berkata demikian Adriel pun langsung berjalan ke arah lift khusus bagi petinggi perusahaan. Untuk sampai ke lantai di mana tempat ruangan sahabatnya itu berada.


Ting!


Suara pintu lift terbuka begitu Adriel sudah tiba pada tempat yang dituju. Lalu pemuda itu berjalan keluar dengan gagahnya karena dia memang sangat tampan.


"Selamat datang Tuan! Apakah anda ingin bertemu Tuan Riko?" sapa sekretaris yang duduk di meja kerjanya. Tepatnya di samping pintu masuk ke dalam ruangan presdir di perusahaan tersebut.


"Benar sekali. Apakah dia tidak ada dalam ruangannya?" Adriel balik bertanya.


"Iya, Tuan Riko saat ini sedang berada di dalam ruangan istri Anda," tunjuk sekretaris wanita itu dengan tangannya diarahkan ke kiri, karena di sanalah tempat ruangan Tahlita berada.


Meskipun Adriel sudah tahu, tetap saja dia harus mengarahkan agar presdir perusahaan Afkar group itu dengan benar. Supaya tidak tersinggung atas kelancangannya lampu menyambut tamu penting seperti Adriel.


"Pasti Thalita juga ada di sana, makanya Riko juga ada di dalam ruangan Tahlita," gumam pemuda itu sebelum mengucapkan terima kasih pada sekretaris tersebut.

__ADS_1


"Baiklah! Kalau begitu terima kasih! Saya akan langsung ke sana saja," dengan penuh harapan Adriel berjalan tergesa-gesa menuju ke ruangan Tahlita. Berharap gadis itu ada di sana. Namun, begitu dia masuk ternyata hanya ada Riko yang sedang duduk sambil melihat-lihat hasil desain mantan istrinya.


"Riko, mana Thalita?" tanyanya karena mengira mungkin gadis itu sedang berada di dalam kamar mandi atau pergi ke suatu tempat yang masih dalam perusahaan sahabatnya.


"Adriel! Ada apa?" bukannya menjawab tapi Riko balik bertanya. soalnya sangat aneh Adriel tiba-tiba datang mencari Tahlita, karena semenjak dia menikahi gadis itu. Adriel tidak pernah menanyakan keadaan istrinya sendiri.


"Thalita tidak ada di sini. Dia sudah berangkat tadi pagi," jawab Riko jujur. Sambil menggeser tempat duduknya karena Adriel malah duduk di sebelahnya.


"Apa? Dia pergi ke mana?" seru pemuda yang baru saja mendapatkan status barunya sebagai duda perjaka.


Adriel bahkan sampai tidak jadi duduk, karena kaget mendengar bahwa Talita sudah pergi.


"Dia pergi ke luar negeri untuk menenangkan pikirannya. Tadi pagi aku hanya mengantarnya ke bandara. setelah itu langsung pulang memangnya ada apa kamu mencarinya? Tumben sekali." jelas Riko dengan menanyakan untuk apa Adriel mencari wanita yang hatinya sudah dia sakiti.


"Aku... aku ingin berbicara hal penting dengannya. Tolong tunjukkan dia pergi kemana?" desak Adriel yang berniat akan menyusul mantannya itu.


"Adriel sudah cukup kamu menyakitinya. Biarkanlah dia mencari kebahagiaannya sendiri." jawab Riko yang sebetulnya kesal ingin memukul wajah Adriel untuk membalaskan rasa sakit hati Tahlita.


"Ha... haa... Adriel hubungan seperti apa yang ingin kamu perbaiki, hah? Thalita dan kamu sudah resmi bercerai. Apakah dirimu tidak ada mengecek email ataupun ponsel?" tanya Riko tertawa sumbang.


"Apa? Riko, aku dan Tahlita memang belum bercerai, karena sampai kapanpun aku tidak akan mengabulkan keinginannya. Pengadilan mana yang bisa memutuskan perceraian seseorang hanya dengan mendengarkan satu pihak saja," sentak Adriel yang memang belum mengetahui bahwa dua menit lalu seluruh siaran televisi, internet maupun surat kabar hari ini. Memberitakan perceraian dia dan Tahlita.


"Bodoh! Coba kamu lihat ini," umpat Riko kasar seraya menyerahkan ponselnya dan menyalakan televisi yang ada di hadapan mereka.


"Tunggu sebentar, biar aku besarkan volumenya. Jika kamu tidak mendengar dengan jelas." begitu Riko membesarkan volume televisi tersebut. Mulai terdengar suara para wartawan yang menyiarkan tentang perceraian presdir perusahaan Afkar Group.


"Selamat siang semuanya, hari ini benar-benar berita yang sangat menyedihkan bagi kita semua, karena tidak ada yang menyangka bahwa pernikahan mewah yang digelar di hotel bintang lima. Yaitu tepatnya tiga bulan lalu. Pagi ini sudah berakhir di kantor pengadilan agama." ucap salah seorang reporter yang lagi mewawancarai pengaca Thalita.


"A---apa? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Bukannya baru tadi malam aku menandatangani surat itu," ucap Adriel terbata-bata.

__ADS_1


"Apa yang tidak mungkin terjadi Adriel, jika sudah berkaitan dengan uang. Coba kamu dengar berita yang lainnya." Riko pun mulai mencari saluran televisi lain yang memberitakan penyebab perceraian kedua sahabatnya itu.


"Maaf Nona hari ini adalah berita yang sangat menyedihkan untuk kita semua. Apa tanggapan Anda tentang perceraian Tuan Afkar dan Nona Tahlita?" salah seorang reporter pada pejalan kaki yang melintas di hadapan dia dan rekannya.


"Jujur tadinya Saya sangat mengagumi sosok Tuan Afkar. Namun, setelah mengetahui apa penyebab perceraian mereka terjadi. Membuat kekaguman Saya itu hilang dan berubah menjadi rasa kasihan pada Nona Tahlita." Jawab jujur wanita itu.


"Tapi kenapa Anda harus merasa kecewa pada Tuan Afkar? Bukannya pengadilan tidak menyebutkan apa penyebab mereka berdua bisa berpisah?"


"Haa... ha... untung yang menjadi istrinya adalah Nona Tahlita. Jika Saya, maka akan Saya beberkan seperti apa kelakuan busuk suami Saya, yang sudah membawa wanita lain tinggal satu rumah dengan istri sahnya sendiri. Bahkan Tuan Afkar selalu membawa selingkuhannya itu pergi makan di restoran." jawab wanita tersebut menggebu-gebu seakan ikut merasakan sakit hati Tahlita. Padahal mereka hanya mengetahui namanya saja melalui televisi.


"Aah... Saya juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Nona Tahlita. Apabila suami Saya berani membawa selingkuhannya tinggal satu rumah." sambung pejalan kaki yang kebetulan mendengar pertanyaan si reporter tersebut.


"*T*api dari mana kalian tahu bahwa Tuan Afkar berselingkuh? Bisa jadi kan jika yang melakukan perselingkuhan ini bukanlah Tuan Afkar. Melainkan Nona Tahlita sendiri?" bukan reporter namanya apabila hanya bertanya satu pertanyaan saja.


"*T*adi Saya melihat berita di internet yang menunjukkan foto mesra Tuan Afkar bersama Nona Faranisa dan ada juga foto yang menunjukkan di mana Nona Faranisa masuk ke kediaman Afkar dengan baju bergonta-ganti yang menunjukkan bahwa dia tinggal di kediaman Afkar. Apalagi sekarang kan dia bukanlah model terkenal lagi. Jadi sudah pasti akan mencari mangsa untuk bisa memenuhi kebutuhannya," Berbagai tanggapan buruk tentang adriel dan farani sabun mulai tersebar seluruh ibukota B.


"Brengsek! Siapa yang sudah menyebarkan berita ini? Apakah para mahkamah agung nya atau jaksa penuntut umum?" tanya Adriel yang membuat Riko tergelak.


"Kenapa kamu malah tertawa? Apakah kamu sudah tahu bahwa semua ini akan terjadi? Atau memang Tahlita yang menyebarkan perceraian kami?" berbagai pertanyaan dilayangkan oleh Adriel.


"Adriel! Apakah matamu buta dan telingamu tuli? Tidakkah kamu mendengar sendiri semua berita mengatakan bahwa dari pengadilan ataupun Tahlita sendiri, tidak menyebutkan apa penyebab kalian berpisah." bentak Riko yang langsung membuat Adriel berdiam.


"Yang menyebarkan berita ini adalah Om Marcel sendiri, karena dia tidak terima kamu menyakiti Tahlita berulang kali." seru Riko yang langsung membuat Adriel menatap ke arahnya.


"Apakah kamu tahu seperti apa terpuruknya Tahlita setelah mengalami kecelakaan minggu lalu. Apakah kamu pernah datang ke rumahnya atau ke perusahaan ini untuk menanyakan bagaimana keadaannya?" tanya Riko yang akhirnya menjadi marah pada Adriel.


"Tidak Adriel, kamu tidak pernah datang ataupun menelpon Tahlita hanya untuk menanyakan keadaannya, karena kamu terlalu sibuk dengan kekasihmu."


"Aku---"

__ADS_1


"Karena kamu tidak mencintai Tahlita, kan? Jadi mulai sekarang berhentilah untuk mengganggunya lagi. Hubungan kalian sudah berakhir. Biarkan Tahlita mencari laki-laki yang mencintai dirinya," sela Riko dengan tatapan tajamnya.


...BERSAMBUNG......


__ADS_2