Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
16 - Flashback : Gue Guntur


__ADS_3

Saat itu Dara baru saja pulang sekolah. Tepat pukul enam sore. Kenapa dia pulang sesore itu? Ada ekstrakurikuler di sekolahnya sehingga dia pun baru pulang ketika hari mulai gelap.


Dara merasa ada yang mengikutinya sejak tadi. Dia pun mempercepat langkahnya. Selepas dia turun dari angkutan umum, Dara merasakan langkah kaki itu masih membuntutinya. Jalanan pun sepi, membuat Dara makin takut. Dia tidak salah, suara langkah kaki itu makin mendekat.


Grepp


Jantung dara berdegup cepat dibarengi matanya yang melebar, kaget karena ada seseorang yang mencengkeram kuat pergelangan tangannya. "Aaaaaaaa...." teriak Dara keras.


"Berisik!" Suara itu begitu menggelegar sampai Dara tersentak lalu berbalik. Dia membelalak ketika melihat seorang pria dengan penampilan seperti brandal sedang menatapnya dengan penuh intimidasi. "Jangan teriak-teriak dong, cantik. Kenapa sih? Kan mau gue temenin biar nggak jalan sendirian," ucapnya sambil menyentuh dagu Dara, paksa.


"Lepasin!" pekik Dara sambil berusaha melepaskan cengkeraman lelaki itu.


"Enak aja, gue udah ngikutin lo dari beberapa hari lalu. Penasaran, kok ada cewek secakep lo. Masih sekolah, tipe gue banget. Lo mau kan jadi sama gue?"


Apa dia gila?


"Jangan macam-macam atau saya teriak!" tegas Dara meski dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Pria itu begitu kuat dan berbadan besar. Sedangkan dia hanya gadis kecil yang lemah.


Bukannya menjauh dia malah makin mendekat hingga Dara bergerak mundur menghindarinya. "Kamu mau apa!"


"Mau kamu dong, cantik." Dara makin bergidik saat lelaki itu menarik tubuhnya paksa lalu hendak menciumnya. Tiba-tiba saja terdengar suara motor melaju cukup kencang ke arah Dara. Saat itu Dara pun berteriak keras. "Tolong!!"


Motor itu berhenti di depan Dara yang sedang di cengkeram oleh lelaki preman tadi. Lelaki itu tidak mau melepaskan Dara walau hanya sebentar.

__ADS_1


Pria yang mengendarai motor ninja itu membuka helmnya. Dara terkejut saat melihat wajah pria itu. Tampan, dengan tatapan tajam dan dingin mengarah pada Dara. "Lo ngapain tu cewek?" tanya pria itu pada lelaki yang masih memegangi Dara.


"Tolongin aku, Kak!" teriak Dara.


"Sayang. Kamu jangan gitu dong. Aku tahu kamu marah, tapi jangan gini seolah aku orang jahat," kata lelaki itu. Tentu saja dia berpura-pura agar pria yang masih duduk di atas motornya itu tidak curiga.


"Jangan panggil aku sayang. Kamu tuh orang jahat!" teriak Dara masih berusaha melepaskan cengkeraman kuat lelaki gila di sisinya.


"Sorry bro, dia cewek gue." Lelaki itu tanpa ragu mengatakannya pada pria bermotor ninja tersebut.


Seringai tipis terlihat dari bibir pria itu. Lalu ia menuruni motornya, masih memegangi helmnya.


"Lu mau gue bikin tulang lu remuk. Atau lu lepasin cewek ini sekarang juga!" tekan pria tampan itu sambil menajamkan matanya pada lelaki yang mengaku pacar Dara.


"Hahaha lu berani sama gue?" Pria tampan itu menaruh helmnya lalu kembali menyeringai. "Berani?" Sambil maju selangkah meremas kerah baju lawannya.


Dara semakin ketakutan saat kedua orang itu saling melempar tatapan membunuh satu sama lain. Lelaki bermotor itu juga sepertinya bukan orang sembarangan. Penampilannya lebih mirip bad boy yang sering Dara lihat di televisi. Tapi sejujurnya dia sangat tampan sampai Dara terperanjat beberapa saat.


"Buat apa gue takut sama lu sialan!" Belum menyerah, lelaki bajingan itu masih saja tidak mau melepaskan Dara.


Tanpa basa-basi pria tampan itu langsung mencengkeram kuat dan paksa tangan lelaki yang sedang memegangi Dara. Entah apa yang dilakukannya sampai pria yang menyandera Dara itu memekik kesakitan. "Bangsat! Lepasin!"


"Lu mau gue patahin tangan lu atau lu pergi dan jangan lagi ganggu ni cewek!"

__ADS_1


"Brengsek! Lu gila hah!"


"Gue gila? Lu yang brengsek!"


Dara yang tidak biasa mendengar kata umpatan itu sampai merinding dan takut. Pria tampan itu terus memelintir tangan lelaki brengsek tersebut. Hingga akhirnya karena tak kuat menahan sakit, lelaki itu melepaskan Dara dan segera kabur.


Akhirnya, Dara bisa terlepas dari orang jahat itu. Ia menghela napas lega dan bersyukur luar biasa.


"Ya Allah... Tadi itu," decak Dara sambil memegangi pergelangan tangannya yang terasa sakit. Bagaimana pun juga lelaki brengsek tadi mencengkeramnya sangat kuat. "Alhamdulillah, selamat."


"Lu nggak apa-apa?" tanya pria tampan itu pada Dara.


Dara mengangkat wajahnya hingga keduanya pun saling pandang untuk beberapa saat. Menatap kedua mata pria tampan itu membuat Dara tertegun.


"Hei, lu baik-baik aja kan?" tegur pria tampan itu seketika memecah lamunan Dara.


"Maaf Kak. Aku baik-baik aja kok. Makasih ya Kakak udah nolongin aku," kata Dara sambil menundukkan pandangannya, malu.


"Nama lu siapa?" tanya pria itu.


"Namaku, Dara," jawabnya.


"Dara? Hm, kenalin gue Guntur." Sambil mengulurkan tangannya pada Dara.

__ADS_1


__ADS_2