Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
41 - Tangisan Haru : Selamat Ya


__ADS_3

Dokter datang memeriksa kondisi Dara. Sudah waktunya Dara untuk mengejan dan memulai persalinan. Dara mengeluarkan segenap tenaga yang dia miliki, demi bayi yang ada di rahimnya. Wajah Elang tidak dapat hilang dari benaknya sama sekali. Dara begitu ingin di dampingi oleh Elang. Tapi, dia tidak mungkin mengatakan hal itu pada Elang.


Diluar ruangan Elang terus berdoa untuk keselamatan Dara dan bayi yang ada di dalam kandungannya. Elis dan Damian memperhatikan Elang yang begitu cemas terhadap putri mereka. Damian heran, sementara Elis tidak heran sama sekali karena dia telah mengetahui bahwa Elang dan Dara sama-sama saling memiliki perasaan cinta.


"Ada suaminya?" ucap suster yang baru saja keluar dari ruangan bersalin.


Elang langsung beranjak bangun. "Saya suaminya, Sus."


"Masuk, Pak. Istri bapak meminta bapak untuk masuk," kata suster itu.


"Baik," jawab Elang semangat. Rupanya Dara akhirnya mengalah dengan egonya, dia tidak dapat menghentikan pikirannya yang terus terbayang sosok Elang, ditambah lagi perasaannya yang sangat kuat ingin di dampingi oleh Elang di sisinya.


"Dara, aku di sini," ucap Elang.

__ADS_1


Saat itu Dara dipenuhi dengan peluh sisa tenaganya yang dikeluarkan untuk mengejan. Tapi bayinya belum juga mau lahir, sehingga Elang datang dan Dara langsung menggenggam tangan Elang. "Maafin Dara, Kak. Tapi bisa kan temani Dara sampai anak ini lahir?"


"Kamu ngomong apa sih, dari tadi aku kan emang mau nemenin kamu," jawab Elang sambil mengusap kening Dara. "Kamu harus kuat ya."


Dia tidak bisa lagi mencegah Elang untuk ada di dekatnya sekarang. Sekuat tenaga pun dia mencoba menjauhkan Elang darinya. Mungkin itu sudah takdir. Dara akhirnya membiarkan Elang bersamanya, didekatnya, memberikan semangat saat Dara akan melahirkan bayinya.


"Kamu harus kuat ya. Aku yakin kamu bisa, kamu wanita yang hebat."


Benar saja setelah mendapati dorongan semangat dari Elang. Dara pun merasa kembali bertenaga untuk mengejan hingga suara tangisan bayi pun terdengar nyaring memecah suasana menjadi keharuan.


"Alhamdulillah." Elang mengucap syukur. "Bayinya udah lahir, Dara."


"Iya, Kak. Terima kasih ya," senyum Dara membuat Elang tak kuasa menahan diri untuk mencium keningnya. "Selamat ya, kamu udah menjadi seorang ibu."

__ADS_1


Dara menangis saat Elang mengecup keningnya dengan sangat lembut. Perasaan hangat dan dicintai selamanya tidak akan pernah dia lupakan. "Terima kasih, Kak."


Setelah bayi Dara di bersihkan, Elang juga yang mengumandangkan adzan ditelinga bayi lelaki yang sangat tampan itu. Wajahnya mirip dengan Guntur, melihatnya saja langsung membuat Elang menangis teringat almarhum abangnya. Nyatanya Elang telah menyelesaikan amanat abangnya untuk menjaga Dara sampai anak itu lahir ke dunia.


Perasaan Dara hancur sepanjang Elang yang masih dengan khusyuk mengumandangkan adzan di telinga bayinya. Pemandangan yang indah sekaligus membuatnya sakit di satu waktu. Pria itu, selepas masa melahirkan dia selesai, perceraian akan tetap menjadi akhir dari segalanya. "Maafkan Dara, dan terima kasih, Kak."


...___________...


...Alurnya campuran ya. Jadi prosesi melahirkan Dara dijelaskan belakangan. ...


...Apakah nantinya Elang akan bersatu kembali dengan Dara? Atau malah sebaliknya, mereka berpisah selamanya?...


...bab nya pendek-pendek tapi aku up nya sering gpp ya. makasih udh mau baca sampai sini. ...

__ADS_1


__ADS_2