Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
32 - Masa Lalu : Kenapa Harus Alexa?


__ADS_3

Elang menatap kedua mata Dara lalu menyeka bulir yang membuat pipi wanita itu basah. "Jangan nangis lagi ya. Aku nggak mau kamu sedih."


Dara mengangguk dengan senyum. "Ini karena aku bahagia," katanya.


Elang mengecup kening Dara. "Syukurlah kalau kamu bahagia, aku nggak mau kamu sedih lagi."


Dara segera menghapus air matanya lalu beranjak menjauhi Elang. "Sekarang kamu keluar dulu. Aku mau mandi," ucapnya.


"Kamu ngusir aku?" balas Elang sambil mendekati Dara.


"Stop." Dara memundurkan kakinya beberapa langkah. "Jangan deket-deket. Aku lupa, aku belum mandi udah peluk-peluk kamu aja," jawabnya dengan bibir cemberut.


Elang menahan tawanya lalu mendekat lagi, tapi Dara makin mundur. "Astaga, kamu tetep cantik walau belum mandi."


Dara menggelengkan kepalanya cepat. "Enggak, aku mau mandi dulu," sanggahnya langsung masuk ke kamar mandi membuat Elang tertawa.


"Ya ampun Dara," geleng Elang yang tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.


Tak lama kemudian Elang pun keluar dari kamar Dara membiarkan wanita itu mandi. Ponselnya berdering dan ia langsung menatap layar yang bertuliskan nomor tidak dikenal. "Siapa ya?"


Biasanya Elang tidak menggubris nomor yang tidak dikenal tapi berhubung hatinya sedang bahagia, dia memutuskan untuk menerima panggilan tersebut.


"Hallo?"


Kedua mata Elang membulat dengan bibir yang sedikit terbuka.


"Alexa?"


Elang menjauh dari kamar Dara menuju kamarnya lalu kembali pada panggilan yang mengejutkan itu.

__ADS_1


"Lexa, lo mau apa telepon gue?" ucapnya sambil memijat kening.


"Gue kan kangen sama lo, Elang. Lagi pula begini cara lo terima panggilan dari sahabat lama? Cih! Lupa lo sama gue?" jawab seseorang yang bernama Alexa dari balik panggilan telepon.


Elang tidak lupa hanya saja tidak menyangka Alexa akan menghubunginya. Gadis yang dulunya adalah sahabat Elang sejak SMP itu tiba-tiba saja muncul kembali.


"Bukannya lo lagi keliling dunia?" ucap Elang mendadak dia merasa pusing. Elang berpikir bagaimana jika Alexa meminta bertemu. Apakah Alexa masih seperti dulu yang menganggap dirinya adalah suami masa depannya.


"Udah selesai, kan gue kangen sama suami masa depan gue, hahahaha..."


Tawa Alexa menggema begitu nyaring di telinga Elang membuat matanya melebar dan dia berkeringat.


"Jangan bercanda, Lex. Gue bukan suami lo."


"Ya elah, kita kan sepakat Lang. Lo jangan nikah sampe gue pulang. Atau jangan-jangan?"


"Elang Sebastiaaaaaaan.... Lo kenapa diemin gue!"


"Assshhh... Lex. Gue sibuk, nanti gue telpon lagi." Elang segera memutuskan panggilan itu dan mengutuk keadaan yang sungguh menyebalkan.


"Astagaaa Tuhan... Kenapa harus Alexa?"


Saat hubungannya dengan Dara baru saja dimulai. Kenapa malah Alexa datang.


...***...


Kamu pasti akan bertemu dengan seseorang yang menjadi alasan mengapa hubunganmu di masa lalu tidak berjalan dengan baik. Mungkin itu juga yang sedang di hadapi Elang sekarang.


"Lex, lo yakin mau keliling dunia?"

__ADS_1


"Iya, Lang. Ini kan impian gue bisa traveling ke berbagai negara, sekalian gue mau cari pengalaman sebanyak mungkin. Kenapa? Lo nggak rela ya gue pergi?"


Saat itu Elang masih berumur 19 tahun. Alexa Vellerie adalah sahabat Elang sejak SMP. Kedekatan mereka sempat menjadi buah bibir orang-orang di sekitarnya. Banyak yang mengira Elang memiliki hubungan yang lebih dari sekedar persahabatan saja. Secara logika adakah persahabatan yang biasa-biasa saja antara laki-laki dan perempuan? Rasanya sulit, apalagi Alexa cantik dan Elang juga tampan.


Tapi kenyataannya Elang dan Alexa hanya sekedar sahabat. Alexa menyukai kebebasan, sedangkan Elang tidak mungkin ikut kemana Alexa pergi. Apalagi Alexa pergi untuk traveling, mana mungkin Elang mengikuti jejak sahabatnya itu.


"Ngada-ngada aja lo. Gue cuma heran aja sama lo, Lex."


"Heran?"


"Iya. Lo seneng banget traveling. Lo nggak ada niat kuliah?"


Alexa tertawa. "Gue udah pernah kuliah, lo tahu kan? Menurut gue apa sih istimewanya jadi anak kuliahan? Sama sekali nggak ngaruh, Lang. Cuma demi selembar kertas pengakuan kalau lo itu sarjana, iya kan?"


Elang tersenyum miring. "Terserah lo, deh."


"Hmm, tapi gue mau buat perjanjian sama lo."


Alexa menautkan kelingkingnya dengan kelingking Elang. "Apaan nih?" tanya Elang bingung.


"Lo harus setia sama gue sampe gue balik. Lo kan suami masa depan gue. Hahahaha."


"Gila lo!" Elang menyingkirkan kelingkingnya cepat. "Jangan main asal janji-janji. Gue dan lo cuma sahabat nggak mungkin ada masa depan yang kayak gitu," jawabnya tegas.


Alexa memanyunkan bibirnya. "Ihhh kaku bet deh lo. Bisa jadi di masa depan yang kira-kira beberapa tahun lagi lo liat gue udah berbeda, bukan lagi sebagai sahabat. Gimana?"


Elang mendekati Alexa lalu menatap kedua mata gadis itu. Memang sih Alexa cantik. Tapi... "Hahahaha nggak usah macam-macam, Lex. Sampai kapan pun gue nggak akan naksir lo." Sambil menyentil kening Alexa hingga gadis itu mengaduh kesakitan. "Sialan lo! Sembari mengelus jidatnya yang terasa agak pedih.


..._______...

__ADS_1


__ADS_2