Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
42 - Cemburu : Dia Yang Namanya Alexa?


__ADS_3

Haruskah semuanya berakhir begini. Padahal hati selalu berpihak padanya. Bagaimana jika aku tidak ingin pergi, ingin menetap seperti ini. Walaupun dia tidak menginginkan diri yang selalu tidak berhenti mengejar, menunggu, bertahan tidak berpindah barang sekilas.


Elang mengerti Dara hanya terlalu merasa dirinya paling rendah dan tidak pantas untuknya. Jauh di dalam hati Dara, Elang selalu merasa yakin bahwa wanita itu masih memiliki perasaan yang sama dengannya.


"Elang, udah lama?"


"Enggak, baru aja. Lo udah mau berangkat, Lex?"


"Iya. Sorry ya. Gue jadi ngerepotin lo, dengan minta lo nemuin gue sebelum gue berangkat ke England."


"No problem. Semoga pendidikan lo berjalan lancar ya di sana, gue akan doain dan dukung lo terus."


"Makasih, Lang. Gue minta maaf ya. Karena sikap gue waktu itu, lo dan Dara jadi pisah. Gue beneran baru tau kenapa lo dan dia bisa bersama. Gue juga minta maaf karena gue tahu belakangan kalau abang lo udah meninggal,"

__ADS_1


Elang hanya tersenyum lalu mengangguk. "Bukan salah lo. Semua udah takdir. Lo pikirin aja untuk masa depan lo ya."


Alexa menyentuh telapak tangan Elang lalu menatap kedua mata sahabatnya itu. "Lo nggak nyerah kan buat dapetin Dara lagi?"


Elang menghela napas panjang lalu menepuk punggung tangan Alexa. "Gue bakalan tetap berusaha sampai dia mau buka hatinya lagi."


"Gitu dong. Kalau lo nggak balik sama dia, yang ada gue terus merasa bersalah, Lang. Lagian gue tahu lo sayang banget sama dia, jangan nyerah, oke?"


"Makasih, Lex. Gue juga berharap lo segera menemukan cowok yang baik, yang bisa tulus sama lo."


"Bercanda mulu lo, Lex. Belum saatnya aja, nanti juga pasti akan ada kok yang bikin lo tertarik. Yang jelas gue selalu dukung lo sebagai sahabat."


Alexa sejujurnya belum pernah menyukai lelaki lain selain Elang. Bisa dibilang selama ini dia menyembunyikan perasaannya. Hatinya sudah merasakan getaran yang berbeda saat keduanya saling bersahabat sejak dulu. Tapi sayang, Elang tidak pernah sedikitpun menyimpan perasaan yang sama untuknya. Karena itu Alexa berharap Elang bahagia dengan orang yang menjadi pilihannya.

__ADS_1


"Lang, gue boleh kan peluk lo. Kita bakalan jarang ketemu lagi, entah kapan gue balik dan bisa ngobrol kayak gini sama lo." Alexa tidak kuasa menahan air matanya. Melihatnya membuat Elang jadi tidak tega juga.


Elang pun melebarkan bahunya. "Sini biar gue peluk."


Alexa segera melangkah menuju ke pelukan Elang. Tangisnya pecah entah karena dia akan meninggalkan Elang, atau karena sebenarnya dia merasa patah hati untuk ke sekian kalinya. "Gue bahagia bisa punya sahabat kayak lo."


"Gue juga, Lex."


Mereka sedang berpelukan tepat di sebuah cafe dan saat itu kebetulan Dara sedang pulang bekerja melewati cafe tersebut. Itu karena Alexa sedang ada di Bandung, karena itu dia mengajak Elang bertemu di Bandung juga. Dara memperhatikan seksama kedua orang yang sedang berpelukan itu. Apakah dia salah melihat?


"Bukannya itu kak Elang? Wanita itu? Dia kayaknya aku pernah liat deh, tapi dimana ya?"


Sambil mengingat lagi dan akhirnya Dara sudah ingat siapa wanita itu. "Dia yang namanya Alexa."

__ADS_1


Matanya memerah dan tubuhnya mendadak lemas. Elang tersenyum sambil mengusap punggung wanita itu. Dara berpikir mungkin saja keduanya sudah berpacaran. "Rupanya begitu, jadi baguslah kalau kak Elang sudah mendapatkan wanita yang cocok dan sebanding."


Meskipun dia harus merelakan apa yang sedang dilihatnya itu. Tapi hatinya tidak dapat berbohong, dia merasakan sakit yang luar biasa. Padahal dia sendiri yang berusaha agar Elang tidak lagi berharap padanya, lalu kenapa sekarang dia malah merasa sedih?


__ADS_2