Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
54 - Chat : Love You Too, Kak Elang


__ADS_3

Setelah mandi aku mengganti pakaian untuk tidur. Tapi satu pesan masuk dan aku terkejut membaca nama Alexa di sana.


...Elang, lo udah tidur?...


Alexa? Tumben dia chat malam-malam gini. Oiya, waktu Inggris kan beda dengan waktu Indonesia, aku sampai lupa.


...Belum, Lex. Lo tumben chat gue? Ada apa?...


Semoga saja Alexa baik-baik saja di sana.


...Lang, gue mau minta pendapat. Kalau gue pacaran sama bule, menurut lo gimana?...


Astaga, lagi jatuh cinta rupanya, gumamku dengan senyuman kecil. Akhirnya, seorang Alexa bisa juga jatuh cinta selain dengan sahabatnya sendiri. Konyol memang kalau mengingat Alexa yang belum lama ini mengungkapkan isi hatinya padaku.

__ADS_1


...Bagus dong. Ada kemajuan. Rupanya Alexa jatuh cinta, terima aja udah. Lo berhak bahagia. Asalkan, lo pastikan dia baik, dan dia tulus sama lo....


Sudah lama tidak mendapati curhatan Alexa. Dulu aku seperti tong sampah buatnya, semua cerita mulai dari yang penting sampai yang tidak penting selalu ku tampung dengan suka hati. Tidak menyangka, sekarang kita malah berjauhan seperti ini.


...Makasih, Lang. Saran lo gue dahulukan seperti biasa. Gue akan coba buka hati gue, deh. Lo gimana dengan Dara? Udah balikan? Gue harap udah, ya. Jangan sampai gue balik lagi ke Indo, dan rebut hati lo, kalau sampai lo nggak berhasil dapatin hati Dara, lagi....


Alexa mendadak humoris luar biasa. Mana bisa seperti itu. Kalaupun Dara menolak ku, lebih baik aku menjomblo seumur hidup.


...Udah, dong. Elang nggak mungkin di tolak. Bagus kalau lo udah mulai buka hati, lo. Jangan lo mainin hati orang ya, Lex!...


...Huh! Mentang-mentang lo udah berhasil menolak gue? Dasar sok, ganteng! Udah ah, gue mau VC dulu sama gebetan baru gue, bule nih. Tetangganya Justin Bieber, hahahah! Bye Elang, muuaahhh!!!...


Aku menaruh ponsel setelah cukup receh menertawakan guyonan Alexa. Huh... Helaan napas ku terasa agak berat, kenapa wajah Dara yang seperti ketakutan masih saja bersarang di dalam otakku, mengganggu, dan aku merasa gelisah. Bagaimana keadaan dia sekarang, ya? Aku pulang setelah memastikan dia agak tenang, orang tuanya juga sudah berada di rumah saat aku memutuskan untuk kembali ke hotel.

__ADS_1


...Dara? Kamu baik-baik aja, kan?...


Chat yang aku kirimkan sejam lalu bahkan belum dibaca oleh Dara. Aku mencoba menelpon tapi tidak diangkat, kira-kira apa yang sedang dilakukan Dara, ya? Jangan-jangan dia marah?


...Kak Elang, maaf baru bisa balas. Tadi Alpha agak rewel. Sekarang dia udah tidur. Dara baik-baik saja, kok. Kak, maafkan Dara, ya. Dara baru sadar kalau Dara mengalami trauma. Tadi itu, maaf banget. Dara refleks, beneran deh, Dara menyesal udah dorong Kakak....


Syukurlah, ternyata bukan karena marah.


...Bukan salah kamu, Dara. Sudah, aku yakin trauma kamu akan hilang, kok. Sabar ya, semuanya butuh proses, aku siap untuk nunggu sampai trauma kamu benar-benar sembuh. Sekarang, kamu istirahat yah. Selamat malam, Dara... Love you......


Ini sangat melegakan dari pada sebelumnya. Meski aku cemas karena trauma yang dialami Dara, tapi setidaknya Dara tidak mencoba menjauhiku.


...Love you, too. Kak Elang, Dara sayang banget sama Kakak....

__ADS_1


Menggemaskan, mungkin karena Dara masih sangat muda. Umurku yang sudah cukup menikah rasanya tidak ingin menunda lebih lama lagi untuk menjadikan Dara pendamping hidupku selamanya. Tapi, mengingat lagi trauma Dara, seharusnya aku mempertimbangkan ulang mengenai waktu. Dara, mungkin saja belum siap untuk itu.


__ADS_2