Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
34 - Sahabat Rasa Pacar : Dia Istri Lo?


__ADS_3

"Dara, kita kemana dulu?" tanya Elang sambil mendorong trolly belanjaan di tangan yang lainnya.


"Ke sana deh," tunjuk Dara ke bagian sayur-sayuran.


"Oke kita ke sana,"


Saat Dara sedang memilih berbagai macam sayuran. Elang malah sibuk memperhatikan Dara yang terlihat begitu cantik. Sesekali senyuman Elang mengembang lalu dia tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari wanita hamil itu. Dara terheran saat melihat Elang tidak kunjung melepaskan tangannya padahal dia hendak mengambil beberapa bahan dengan tangan itu.


"Kak, sebentar ya aku mau ambil itu dulu." Dara menunjuk pada kotak sereal yang ada di rak atas seberang bagian sayur mayur.


"Biar aku aja," sahut Elang lalu melepaskan tangannya mengambil kotak sereal yang jaraknya beberapa langkah dari sana.


Dara kembali memilih sayuran dan memasukkannya ke dalam keranjang. Tiba-tiba dia tidak sengaja menyenggol seseorang yang ada di belakangnya. "Ah, maaf."


"Eh, nggak apa-apa kok. Wah, bumil. Aku yang minta maaf ya," kata orang itu yang terdengar sangat lembut pada Dara.


Senyuman keduanya pun terlihat saling bertemu. "Iya, aku juga minta maaf ya nggak lihat kalau di belakang ada orang," kata Dara.


Gadis itu mengangguk. "Nggak apa-apa kok. Kamu masih muda banget, hebat udah jadi bumil. Kalau dilihat-lihat wajah kamu baby face banget," ucapnya.

__ADS_1


Dara hanya tersenyum samar. "Iya." Tidak mungkin dia menjawab kalau dirinya memang baru berumur 17 tahun, kan?


Tak lama kemudian Elang datang membawa sekotak sereal yang diinginkan Dara.


"Dara, ini sereal nya."


Brakkk


Suara keranjang belanjaan jatuh membuat Elang dan Dara sama-sama kaget.


"Elang?"


"Alexa?"


"Dia siapa, Lang?" ucap gadis itu yang ternyata adalah Alexa. Suatu kebetulan mereka bertemu di sana, padahal sejak tadi itu yang di takutkan Elang. Dan sekarang apa yang harus di lakukan Elang?


"Kak, kamu kenal dia?" tanya Dara.


Elang meneguk ludahnya keras. "Ini, aku bisa jelaskan kok."

__ADS_1


"Lang? Lo nggak punya adik atau sepupu perempuan deh seingat gue Jangan bilang dia istri lo?"


Tentu saja suasana menjadi kian mencekam. Elang mengusap wajahnya sambil berpikir apa yang harus dia lakukan, dari mana dia harus menjelaskan semua ini pada Dara dan juga Alexa di saat yang bersamaan.


"Gini deh. Kita cari tempat yang enak untuk membahas ini. Aku akan jelaskan ke lo, Lex. Dan Dara, aku bakalan jelasin siapa Alexa."


Alexa tampak berkaca-kaca. Elang sampai terkejut. Apakah Alexa akan menangis?


"Nggak perlu. Ucapan lo udah jadi jawaban kok. Dia istri lo kan? Gila ya, lo segitunya nggak anggap gue, Lang. Bahkan lo nikah pun nggak ngasih kabar gue."


"Bukan gitu, Lex. Karena itu gue bisa jelasin semuanya," jelas Elang.


Dara hanya diam, dia sendiri tidak tahu sama sekali apa yang terjadi antara Elang dan gadis yang di panggil Alexa itu.


"Gue nggak mau ngomong sama lo. Cukup tau ajalah gue kalau lo gini sama gue Lang. Lo bilang kita saling sayang, terus ini apa?"


Saling sayang? Dara mendadak tersentak dengan kata-kata itu. Apakah Elang memiliki hubungan dengan Alexa.


"Lex, lo bisa diam nggak sih?"

__ADS_1


"Hah? Lo bilang apa? Diam?"


Elang benar-benar berada di posisi yang serba salah sekarang.


__ADS_2