Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
37 - Perceraian : Dara Ingin Kakak Mendapatkan Yang Lebih Baik


__ADS_3

Dara hanya terdiam dengan bibir yang bergetar.


"Kamu mau ninggalin aku, Dara? Kamu tahu kan aku sayang sama kamu." Elang menggelengkan kepalanya dan tidak terasa ia juga menangis. "Jangan gini Dara, maafin aku karena tadi aku biarkan kamu pulang sendiri."


"Bukan gitu kok, Kak. Kakak nggak salah. Tapi ini udah jadi keputusan Dara. Sepertinya memang kita nggak bisa bersama karena kita nggak sepadan satu sama lain." Dara melepaskan genggaman tangan Elang. "Dara juga sayang sama Kakak, karena itu Dara ingin Kakak mendapatkan yang terbaik."


"Kamu yang terbaik untuk aku, kenapa kamu berubah?"


"Dara nggak berubah, Kak. Dara hanya mencoba menjadi orang yang tahu diri."


"Ini karena Alexa? Dia cuma teman aku kok. Aku dan dia nggak ada hubungan apa-apa. Aku dan dia-"


"Enggak, Kak. Bukan karena orang lain. Ini memang keinginan Dara setelah Dara berpikir ulang akan semuanya."


"Berpikir ulang? Astaga, Dara... Apa kamu nggak mau bersama aku?"

__ADS_1


Dara semakin terisak lalu dia bergerak mundur menjauhi Elang. "Dara mau ke Bandung, Kak. Dara udah telpon mamah dan papah."


Wanita itu masuk ke dalam kamar dan membiarkan Elang berdiri mematung dengan mata yang berair. Saat itu perasaan Elang bukan hanya hancur, dia juga kaget karena tidak menyangka bahwa Dara akan mengakhiri semuanya seperti ini.


...Beberapa bulan kemudian ......


"Neng, kamu udah di tungguin tuh di depan sama tukang ojeknya. Katanya mau berangkat? Udah biarin dedek sama mamah aja," kata Elis pada putrinya yang sudah rapih dengan pakaian kerjanya.


"Iya, Mah. Dara titip dedek ya." Dara memberikan bayi kecilnya yang baru berumur enam bulan itu pada mamahnya.


"Utututu kasepna Oma," ledek Elis pada cucu lelakinya.


"Dedek jangan nakal ya sama Oma. Mamah mau kerja dulu buat beli apa? Buat beli susu dedek," ucap Dara.


"Iya Mamah, hati-hati ya mamah," jawab Elis sambil mencubiti pipi cucunya gemas.

__ADS_1


Dara tersenyum lalu mengecup pipi mamahnya berganti ke anaknya. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalaam..."


Setelah perpisahannnya dengan Elang beberapa bulan lalu. Tepat saat Damian dan Elis menjemputnya untuk tinggal di Bandung. Dara tidak pernah mau bertemu dengan Elang, itu semua dia lakukan agar Elang segera melupakan dia. Meski orang tua Elang juga terkejut dengan keputusan Dara, tapi akhirnya setelah Dara melahirkan, tiga bulan yang lalu dia resmi bercerai dengan Elang.


Elang adalah pria yang sangat baik bagi Dara. Selama dia menjadi istri formalitas Elang, dia selalu diperlakukan dengan sangat baik oleh pria itu. Baginya, Elang adalah sosok suami terbaik yang tidak akan pernah bisa dia lupakan. Meski mungkin sekarang pria itu malah membencinya, karena dia tidak pernah mau bertemu walau hanya sebentar saat Elang berusaha menemuinya.


Setelah bercerai dari Elang, keluarga Kusuma tetap bertanggung jawab atas semua kebutuhan anak Dara dan Guntur yang diberi nama Alpha Andromeda Langit. Keluarga Kusuma selalu mengirimkan dana untuk kebutuhan baby Alpha. Hanya saja Dara menolaknya dan meminta agar keluarga Kusuma memberikan saja uang itu untuk keluarga yang kurang mampu. Dara ingin membiayai anaknya dengan keringatnya sendiri. Walaupun begitu Dara tidak pernah melarang keluarga Kusuma menemui Alpha di rumahnya.


Keluarga Kusuma tentu tidak tinggal diam walaupun Dara menolak bantuan mereka. Tapi seberapa sering keluarga Kusuma mencoba memberikan banyak hal untuk Alpha, dengan berat hati Dara pun sering juga menolaknya.


Bekerja di sebuah pusat perbelanjaan, Dara yang hanya bermodalkan ijazah SMA hanya diterima menjadi seorang SPG saja. Walaupun gajinya tidak seberapa, setidaknya itu bisa untuk membeli susu anaknya. Keluarga Dara juga masih sanggup membantu kebutuhan Dara dan anaknya. Damian sendiri yang selalu menolak halus setiap pemberian keluarga Kusuma.


Berulang kali Damian melarang Dara untuk bekerja. Tapi Dara tetap saja ingin berusaha untuk anaknya. Hingga akhirnya Damian menyerahkan semua pada Dara. Asalkan putrinya itu dapat menjamin bahwa dia baik-baik saja dengan pekerjaan itu.

__ADS_1


"Selamat datang, silahkan Pak, mau lihat produk yang mana?" tutur Dara dengan sangat sopan.


__ADS_2