Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
57 - Ancaman : Anda Siapa?


__ADS_3

Elang baru tahu tentang hal itu. Semula dia kira Guntur hanya suka kumpul-kumpul dengan temannya, dan melakukan balapan hanya sebagai hiburan dan hobi. Rupanya dibalik itu semua terselip tujuan yang mulia.


"Lalu menurut lo apa kecelakaan bang Guntur di sengaja? Mungkin, nggak?"


"Gue pikir gitu, Lang. Ini semua ada hubungannya dengan Rahardian. Tadi sebelum lo kesini, gue juga nemuin surat lainnya, lo baca deh." Ricky memberikan surat yang lainnya kepada Elang.


...Gue akan ambil yang menjadi hak gue. Serahkan semua wilayah Hunter. Pemimpin kalian udah nggak ada, kan? Gue tunggu pengumuman kalian bubar, atau kalian satu persatu akan menerima akibatnya....


"Gila! Apa maksudnya mereka ngancem?" sentak Elang.


"Lo nggak usah pikirin, Lang. Lagian nggak ada Guntur pun gue dan yang lainnya tetep lanjutin apa yang Guntur ajarin ke kita. Meskipun kita di serang, gue dan yang lain akan tetep bertahan, kok."


"Tapi, Bang. Ini nggak bisa di biarkan. Gue cuma nggak mau aja ada korban diantara anak-anak Hunter yang lainnya, setelah Guntur."


Ricky menepuk bahu Elang. "Jangan cemas. Gue dan yang lain bisa jaga diri. Gue kasih tahu lo supaya lo jaga keluarga lo, Lang. Jangan sampai kalian diteror. Kalau mereka nerror ke markas Hunter itu nggak masalah, tapi kalau mereka nerror ke rumah lo atau orang terdekat lo, itu yang gue takuti."

__ADS_1


Benar yang dikatakan Ricky. Dia memang tidak tahu permasalahan apa yang Guntur tutup-tutupi sehingga dia melakukan perjanjian seperti itu dulu. Yang dia tahu hubungan Guntur dan Rahardian memang tidak pernah akur. Tapi, dia tidak menyangka kalau ada yang namanya perebutan wilayah, itu karena Elang tidak pernah terlibat dalam urusan geng dan kelompok seperti itu sejak dulu.


Setelah meninggalkan markas Hunter, Elang terus berpikir bagaimana caranya menghentikan teror yang sedang di kirimkan ke markas Hunter tersebut. Tapi, dia sendiri tidak pernah terlibat secara langsung dengan urusan abangnya. Pikir Elang jika memang kecelakaan Guntur ada sabotase, tetap saja itu tidak mengubah keadaan. Guntur tetap tidak akan kembali, tapi jika dibiarkan apakah orang itu akan terus bertindak semena-mena dan berkeliaran bebas, bukankah itu tidak adil?


Persoalan ini membuat Elang berpikir keras. Sampai-sampai dia melupakan urusannya dengan Dara. Seharusnya hari ini Elang menjemput Dara di kampusnya kan? Ya, Dara baru saja memulai kuliah.


"Gue sampai lupa jemput Dara, apa dia marah ya?"


Elang mencoba menghubungi Dara tapi nomor handphone Dara tidak dapat dihubungi.


...****...


"Pak, cappucino satu ya,"


Karena menunggu Elang yang tidak kunjung menjemputnya, Dara memutuskan untuk minum kopi sebentar di cafe seberang kampusnya. Kegiatan di kampusnya belum terlalu banyak, karena dia juga mahasiswa baru. Semua berkat bantuan Elang sehingga dia bisa masuk kuliah dengan mudah. Orang tuanya juga mendukung dan senang karena Dara memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya. Untung saja, Alpha juga sangat anteng bersama dengan mamah dan papahnya di rumah.

__ADS_1


"Nona, boleh saya duduk di sini?"


Dara menoleh ke arah suara tersebut. Seorang pria kira-kira usianya seumuran Elang. Ah tidak, sepertinya usianya lebih tua di atas Elang beberapa tahun.


"Silahkan," angguk Dara.


"Terima kasih." Pria itu duduk di hadapan Dara.


Dara melihat padahal masih banyak meja yang kosong. Kenapa lelaki itu malah memilih duduk di meja nya?


"Maaf Nona, apa Nona mengenal lelaki yang bernama Guntur?"


Dara terkejut. Kenapa dia mengenal Guntur?


"Maaf kenapa anda mengenal Guntur? Anda siapa, ya?" jawab Dara.

__ADS_1


__ADS_2