Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
51 - Cinta : I Miss You, I Love You


__ADS_3

"Kamu anak mamah yang paling kuat. Kamu anak mamah satu-satunya. Kebahagiaan kamu sangat mamah dan papah impikan, Nak. Sudah cukup kepedihan yang kamu lalui selama ini. Kamu harus bahagia, dan mamah lihat Elang sangat tulus," ucap mamahku.


"Dara juga cinta kak Elang, Mah."


Mamah menatap kedua mataku sembari melingkarkan seutas senyum di bibirnya. "Kalau gitu, kamu harus semangat dan buktikan bahwa kamu pantas untuknya, oke?"


Aku mengangguk lalu memeluk mamahku lagi. "Iya, Mah. Dara akan membuktikannya," jawabku, meski aku meragu sedikit. Apakah aku bisa?


..._______...


Keesokan harinya...


"Kak Elang? Sejak kapan kamu udah di sini?" tanya Dara saat sore hari ia membuka pintu, pria itu sudah berdiri sambil membawa seikat bunga, untuk siapa bunga itu?


"Ini untuk kamu, Dara. Aku sengaja begitu selesai urusan di Jakarta, aku langsung ke tempat kamu. Boleh masuk?"

__ADS_1


"Ma-maaf aku sampai kelupaan mempersilahkan kamu masuk, Kak. Silahkan masuk," ucap Dara tak lupa menerima bunga pemberian Elang. "Makasih bunganya, Kak."


"Sama-sama, meski nggak ada bunga yang secantik kamu. Tapi, semoga kamu suka mawar putih itu, ya."


Dara tertawa kecil sambil menghirup aroma semerbak dari bunga di tangannya. "Ini cantik kok, malah menurutku lebih cantik bunganya dibanding aku," katanya sembari menaruh bunga itu ke dalam vas, mengeluarkan setiap tangkainya, tak lupa memberi air agar bunga tersebut tetap segar.


"Itukan menurut kamu, menurutku kamu yang lebih cantik," ucap Elang yang begitu cepat sudah berada di dekat Dara, sangat dekat sampai-sampai Dara yang semula fokus pada tangkai-tangkai mawar pun langsung goyah dan terperanjat pada tatapan Elang.


"Mamah dan Papah ada di rumah? Alpha mana?" Pertanyaan Elang pun sampai tidak diindahkan oleh Dara.


"Dara?" ulang Elang sambil mengusap pipi wanita di depannya yang masih terbengong sendirian.


"Dara, sebenarnya aku udah tahu kalau mereka lagi pergi. Kamu duduk deh, aku nggak butuh minum kok." Elang mencegah Dara pergi dengan menarik tangan wanita itu.


Dara terlihat meneguk ludahnya lalu duduk di samping Elang. "Ada apa, Kak? Ada yang kau Kakak bicarakan dengan Dara?"

__ADS_1


Elang malah tersenyum tipis. "Enggak, aku seneng nerima chat kamu semalam dan bilang kamu mau ke Jakarta. Aku juga tambah senang karena Mamah dan Papah, juga Alpha mau ikut tinggal di Jakarta," ucapnya.


"Ah itu. Syukurlah, kalau Kakak senang. Aku memutuskan itu setelah mempertimbangkannya bersama dengan Mamah dan Papah," balas Dara.


"Iya. Aku seneng banget. Sekarang aku mau bilang sesuatu sama kamu, ini penting."


"Hmm? Apa, itu?"


"Dara... I miss you," kata Elang dan kata-kata itu berhasil membuat sekujur tubuh Dara bereaksi, juga matanya membulat kaget tidak berkedip saat kedua mata Elang seolah menawan agar dia tidak berkutik di sana.


"I love you," tambah Elang dan seketika Dara memalingkan wajahnya yang merah karena malu.


"Kok kamu malah berpaling?"


Dara menggeleng. "Pipiku panas, Kak."

__ADS_1


"Hahahaha... Kamu lucu, Dara. Coba tatap aku, jangan menghindar," pinta Elang.


Sebelumnya Dara tidak pernah segugup ini berada di samping lelaki yang mengutarakan perasaan padanya. Tapi berada di samping Elang selalu berbeda, dan ia seperti terbang ke langit yang paling tinggi di atas tahta semesta. Angin bertiup hangat, malah membuat pipinya memanas dan merah berseri. Rasa ingin menghindar karena tidak sanggup menahan senyum yang mungkin akan terlihat agak memalukan.


__ADS_2