Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)

Mantan Suami Terbaik ( TAMAT)
53 - Menyesal : Maafkan Aku Dara


__ADS_3

Tidak di sangka Dara sampai meringkuk dan menangis. Ada apa dengan dia? Kenapa saat Elang hendak mencumbunya dia malah teringat Guntur dan dia sangat ketakutan seperti orang yang trauma?


"Dara, maafkan aku ya." Elang merasa bersalah apa ini karena dia tergesa-gesa?


"Maafin aku, Kak. Tadi aku malah teringat kak Guntur, aku takut..."


"Guntur? Kamu... Jangan-jangan kamu trauma?"


"Aku... Aku juga nggak tahu, setelah kak Guntur, nggak ada yang pernah menyentuh aku, dan tadi... Aku merasa ketakutan, Kak ..."


Tidak salah lagi, Dara ternyata mengalami trauma dan itu baru di sadari oleh Elang. Semula Elang tidak menyangka kalau kejadian Guntur yang menghamili Dara akan membuat wanita itu sampai trauma. Setahu Elang jika memang Dara mencintai Guntur waktu itu, bukankah seharusnya tidak perlu sampai trauma? Tapi, mengingat sikap Dara barusan, Elang sangat yakin bahwa Dara mengalami trauma, tenaganya sangat kuat ketika mendorong tubuhnya.


"Kamu nggak salah, aku yang salah. Maafin aku, ya. Maaf karena aku udah tergesa-gesa menyentuh kamu," ucap Elang perlahan menarik tubuh Dara ke dalam pelukannya.


...***...

__ADS_1


...Elang POV...


Meskipun aku tahu Dara hamil karena sebuah insiden Guntur yang mabuk. Tapi, aku sama sekali tidak menyangka kalau perbuatan Guntur dulu membuat Dara sampai trauma. Lenganku masih merasakan hentakan tangan Dara yang cukup kuat mendorongku hingga aku menyingkir jauh dari tubuhnya. Saat itu aku merasa bersalah pada Dara, bahkan setelahnya dia tampak lemas dan memucat.


Aku tentu tidak ingin membuat Dara terluka, apalagi sampai teringat kembali dengan masa lalu yang berbekas dan menyakitinya hingga kini. Tapi bang Guntur sudah tiada, seharusnya Dara melupakan kejadian itu lebih cepat. Bukankah begitu? Ah, aku kurang mengerti keadaan Dara, ini semua salahku, bukan salah Dara, karena dia hanyalah korban.


"Maafkan aku, Dara."


Handphone ku berdering, aku menyentuh layar ponsel yang menampilkan panggilan telepon dari mama. Aku sampai lupa, aku belum memberi kabar mama bahwa aku sudah di Bandung lagi. Begitu sampai di Bandung, aku langsung menghampiri Dara tidak ke hotel terlebih dahulu.


Elang, kamu udah sampai Bandung? Kok, kamu nggak ngabarin Mama, sih?


"Maaf, Ma. Elang udah sampai sore, terus mampir ke rumah Dara untuk menengok Alpha. Sekarang baru sampai hotel. Maaf ya, Mah. Elang lupa ngabarin,"


Ya ampun, kamu nih, yah. Kalau udah ketemu Dara dan Alpha sampai lupa dengan Mama. Mama juga kan, kangen banget pengen liat cucu mama yang ganteng. Kapan Alpha di ajak ke Jakarta, Lang? Nih, papa mu entah udah berapa puluh kali tanya, kapan Alpha ke sini.

__ADS_1


Aku tersenyum senang. Papa dan mama sangat sayang dan perhatian dengan Alpha. Semuanya sudah banyak yang berubah. Bahkan mama dan papa sangat mendukung jika aku dan Dara kembali bersama sebagai sepasang suami-istri yang sebenarnya, bukan seperti yang dulu, hanya formalitas belaka.


"Dara dan keluarganya bakalan pindah ke Jakarta, kok. Mama tenang aja, yah. Semoga Minggu depan mereka udah bisa ke Jakarta,"


Wahh.. syukurlah, Mama senang banget, dong. Iya, pasti mama dan papa doakan supaya tidak ada halangan sehingga kita bisa berkumpul kembali sebagai keluarga yang bahagia, mama merasa bersalah karena kamu harus bercerai dari Dara. Sekarang Mama cuma punya kamu, Elang. Please, yah. Kamu jangan sampai berpisah lagi dari Dara, kamu harus menjadikan Dara istri kamu lagi, oke?


Tidak ada yang lebih aku impikan sekarang, selain daripada menjadikan Dara dan Alpha menjadi bagian dalam hidupku selamanya. Semoga saja Tuhan mengizinkan dan memudahkan jalan ku bersama Dara. Selama niat baik ini aku jaga, semoga saja pada akhirnya Dara bisa seutuhnya menerima cintaku, juga menghilangkan setiap trauma yang di alaminya.


"Aamiin, terima kasih atas doanya, Ma. Ya udah, ini kan udah malam. Mama istirahat yah, Elang juga capek mau istirahat dulu."


Iya, Sayang. Selamat malam, yah.


"Malam, Ma."


Aku menaruh handphone lalu membuka pakaian ku. Tubuhku lelah tapi aku juga harus mandi.

__ADS_1


__ADS_2