MELATI UNTUK TUAN MAFIA

MELATI UNTUK TUAN MAFIA
BAB 13 - Perusak Suasana


__ADS_3

‘Jumlah ini lebih besar daripada gajiku di toko pizza selama dua tahun..’ gumamnya dengan mata membulat dan berbinar.


Akhirnya Jasmine melanjutkan jalan-jalannya yang terakhir, ia mampir berbelanja ke supermarket.


Jasmine menggunakan bus untuk perjalanannya di pagi itu hingga siang agak meninggi.


Akhirnya ia sampai di apartemen.


Jasmine yang baru sampai lantai 21, mengeluarkan kartu aksesnya.


Gadis itu menempelkan kartu aksesnya di layar platform magnet untuk membuka pintu.


Jasmine memasuki ruang apartemen, menaruh mantel dan tas tangannya di meja dan juga belanjaannya.


Ketika ia hendak ingin meletakan mantel coklatnya, matanya menangkap beberapa buah paper bag coklat yang sudah berada di atas sofa.


'Sepertinya tadi tidak ada apa-apa di atas sofa itu..' bisik gadis itu.


Arah matanya terus tertuju pada paper bag di sofa tersebut, sampai ia menghampirinya dan membuka isi paper bag tersebut.


Mata indah Jasmine berbinar dan membulat, senyumnya tiba-tiba merekah..


‘Aaah, dari siapa barang-barang ini?' gumamnya tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.


Beberapa gaun cantik dan mewah, pakaian tidur indah, sepatu wanita berkilauan berwarna merah marun dengan hak tidak tertalu tinggi, dress indah yang pasti harganya fantastis, juga pakaian santai yang terlihat manis.


Ketika gadis itu melihat paper bag yang ukuran lebih kecil, dan melihat apa yang ada di dalamnya.


Alisnya mengangkat dan lagi-lagi ia dibuat ternganga dengan sebuah kotak hitam berisi sebuah Handphone canggih yang harganya pasti tidak main-main.


“Handphone?..” ucapnya perlahan dengan senyum lebar.


Jasmine merogoh lebih dalam lagi paper bag yang di sebelahnya, dan di dalamnya ada sebuah kartu kecil manis berpita emas.


‘Jasmine, pakailah ini semua untukmu. Maaf aku tidak bisa memberinya secara langsung padamu, aku harus mengurus sesuatu dulu. Aku akan menemuimu secepat mungkin. - Alfhonso -.


'Tuan Alfhonso?..memberiku semua ini?'...gumam batinnya seolah tidak percaya.


Jasmine tidak bisa menahan senyumnya, tanpa sengaja ia mencium kartu itu saking gembiranya.


Gadis itu merentangkan pakaian-pakaian itu di depannya..


'ini semua pasti sangat mahal dan aku tidak akan mampu membelinya’ gumamnya bahagia.


Tetapi tiba-tiba..

__ADS_1


Tok…tok..tok…


Suara ketukan pintu membuyarkan kegembiraannya.


Gadis itu langsung menuju pintu, dan melihat dari lubang mata.


‘Ha?, seorang wanita, siapa ya..' gumam Jasmine yang melihat kearah luar pintu dan berdiri seorang wanita cantik disana.


Jasmine membuka pintu tersebut, kemudian dengan tiba-tiba wanita itu memandang sinis kearah Jasmine.


“Siapa kau?!, dimana Alfhonso?!" ucapnya ketus dan langsung saja menuju kedalam ruangan dengan kepala sedikit mendongak.


“Al!..Alfhonso!..” wanita cantik berpakaian glamor itu memangil-manggil Alfhonso.


“Maaf nyonya, tuan Alfhonso tidak ada disini" Ujar Jasmine sopan.


“Siapa kau?!, kenapa kau ada di ruangan Alfhonso?! “ tanya wanita seolah penuh sinis.


“Aku Jasmine..”


“Aku tidak bertanya namamu! Aku bertanya siapa kau?!, apa kau pelayan Alfhonso atau apa?!" nada wanita itu tiba-tiba meninggi.


“ Aku, ak-..” belum sempat Jasmine meneruskan kalimatnya, mata wanita tadi melihat kearah paper bag dan barang-barang yang tergeletak di atas sofa.


“Gaun ini.., aku sangat menginginkan gaun ini. Ini pasti diberikan Alfhonso untukku..” ujar wanita itu percaya diri sambil sedikit tersenyum.


“Maaf nyonya, tapi barang-barang ini semua adalah milikku, tuan Alfhonso yang memberikannya" ujar Jasmine lalu meraih gaun mewah itu dari tangan si wanita.


“Hey!, aku yang paling pantas di berikan barang semewah ini oleh Alfhonso!, apa hubunganmu dengan Alfhonso, hah! “ tukas wanita itu dengan mata melotot.


“Ini kartu dari tuan Alfhonso, bacalah sendiri tulisannya!" balas Jasmine yang juga terbawa emosi sambil menyodorkan kartu dengan tulisan tangan Alfhonso.


“Kenapa dia memberikan barang mewah kepadamu?! Dasar wanita Ja**ng!!” wanita itu menepis dengan kasar kartu di tangan Jasmine, kemudian mendadak mendorong Jasmine, hingga tubuh gadis itu agak kebelakang.


“Barang-barang ini seharusnya milikku!, bukan milikmu!!” wanita itu dengan sangat brutal menjambak rambut Jasmine dengan tiba-tiba.


“Arrggg!!, apa nyonya sudah gila?!!LEPASKAN!!" teriak Jasmine menggenggam tangan wanita itu agar melepaskan jambakannya.


Kemudian si wanita mendorong tubuh Jasmine yang rembutnya telah acak-acakan, tak sampai disitu, kemudian wanita itu mendekatinya lagi dan menampar wajah Jasmine, dan dengan segera Jasmine membalas tamparan wanita itu.


“ AAARRRGG!! “ dengan pukulan tak terarah, si wanita memukuli kepala Jasmine seperti kerasukan, dan terakhir wanita itu memukul wajah Jasmine hingga gadis itu jatuh dan hidungnya terbentur ujung meja.


Seolah belum puas dengan keganasannya, wanita itu mendekati lagi Jasmine dan menarik bajunya, kemudian ketika tangannya hendak memukul lagi wajah Jasmine, tiba-tiba dari belakang sebuah genggaman kuat mencengkram lengan si wanita.


“Sudah cukup nyonya Shella!!" suara pria itu membuat Shella si wanita brutal menoleh spontan.

__ADS_1


“Hah?!..Lepaskan Raizon!!, apa kau membela wanita ja**ng ini?!" ucap Shella yang masih di genggam lengannya oleh Raizon.


“Dia adalah wanita baik nyonya, sebaiknya nyonya cepat pergi dari sini, sebelum tuan Alfhonso datang dan murka pada nyonya!" ucap Raizon.


“Kenapa Alfhonso harus marah padak-..” belum sempat Shella meneruskan kaliamatnya, Raizon mendorongnya dan memaksa wanita itu keluar kamar.


Kemudian menutup pintu dan meguncinya.


Raizon tak menghiraukan teriakan Shella dari luar.


Pria itu menghampiri Jasmine yang ternyata hidungnya mengeluarkan darah.


“Nona!, nona Jasmnie!!..kau berdarah..” ujar Raizon khawatir sambil membawa Jasmine untuk duduk di sofa.


“Aku akan mengambilkan es batu untukmu" pria itu cepat-cepat membuka kulkas dan mencari es batu.


“Terimakasih tuan Raizon, kau lagi-lagi menyelamatkanku" ucap Jasmine yang mencoba menghentikan darah di hidungnya dengan tisu yang banyak.


Pria itu dengan bergegas duduk di sebelah Jasmine dan menaruh es batu yang di balut sapu tangannya kearah hidung Jasmine.


“Biar aku pegang tuan" Jasmine mengambil es batu dari tangan Raizon.


“Apa kau tidak apa-apa?" tanya Raizon khawatir.


“Yah, hanya seperti yang kau lihat tuan..tidak terlalu parah juga, aku hanya keget" jawab Jasmine.


“Dia memang wanita gila.” Umpat Raizon geram dengan kelakuan Shella.


“Apa dia kekasih tuan Alfhonso?" tanya Jasmine.


“Bukan, yang aku tahu tuan Alfhonso tidak memiliki kekasih"


“Aww!!.” Jasmine meringis menahan sakit di hidungnya.


“Kenapa?..mana yang sakit nona?” Raizon akan menyentuh wajah Jasmine.


“Tidak apa tuan…darahnya sudah lumayan berkurang, tapi masih nyeri sedikit di hidungku" ujar Jasmine sambil menjauhi tangan Raizon.


Pria itu menatap dalam mata indah milik Jasmine, ia terdiam beberapa saat memandang wajah gadis di depannya.


Jasmine yang menjadi kikuk karena Raizon yang terus memandangnya, akhirnya mengalihkan wajahnya.


“Em, Tuan Raizon, kenapa kau tiba-tiba kesini tadi?, apa ada perlu denganku?" tanya Jasmine sambil menyeka darah yang tersisa dari hidungnya.


“Ah ya, aku hampir lupa..aku hanya ingin menyampaikan ini dari tuan Alfhonso" Raizon memberikan sebuah alat kejut listrik.

__ADS_1


__ADS_2