MELATI UNTUK TUAN MAFIA

MELATI UNTUK TUAN MAFIA
BAB 24 - Terganggu


__ADS_3

“Ya Shelenna?, ada apa?,aku sudah akan tidur” jawab Alfhonso dengan mata terpejam.


“Oh, maaf Alf..aku hanya ingin bertanya, apa besok aku bisa menemuimu?” tanya wanita itu di balik telpon.


“Maaf, tapi sepertinya besok aku akan sibuk dengan kerjaanku, nanti akan kukabari ketika aku ada waktu luang, ok”


“Oke,selamat malam Alf”


Akhirnya telpon terputus dan Alfhonso tertidur dengan lelapnya.


Dua hari, lima hari, sampai dua pekan berlalu,…


Shelenna terus mendekati Alfhonso, dan mereka sudah terlihat seperti sepasang kekasih walaupun Alfhonso tidak menganggapnya sebagai kekasihnya.


Shelenna terus mendampingi Alfhonso di setiap acara, yang padahal Alfhonso tidak suka dengan kepura-puraan itu.


Alfhonso yang berada di kantornya, teringat akan Jasmine, ia rindu dengan gadis itu yang sudah beberapa hari tidak dijumpainya.


Akhirnya Alfhonso melajukan mobilnya ke apartemennya, menemui Jasmine.


Di apartemen milik Alfhoso, pria itu membuka pintu perlahan, dan ia mencium wangi pie yang berhamburan ke seluruh ruang apartemen.


Ia sengaja melangkah perlahan untukmengejutkan Jasmine.


Jasmine yang saat itu mengenakan celemek lengkap dengan sarung tangan tebal untuk mengangkat Loyang dari oven, meletakkan pie harumnya ke atas meja.


Jasmine yang menghadap ke meja dapur dan membelakangi pintu tidak sadar akan kehadiran Alfhonso.


Alfhonso tiba-tiba memeluknya dari belakang. Jasmine hampir menjerit karena kaget.


“Aa!!!Tuan?” pekiknya kaget.


“hahaa, apa kau terkejut? Harum pie ini menggugah perutku, harum tubuh dan kecantikanmu menggugah hasratku…” ucapan gombal Alfhonso terdengar perlahan dekat telinga Jasmine dari arah belakang.


“Tuan!!, anda mengagetkanku lagi!” ujar gadis itu dengan rambut coklat tuanya yang tersanggul di belakang, menyisakan anak rambut di bagian bawah lehernya yang jenjang, menjadikan hasrat pria itu menjalar, membuat Alfhonso segera mencium leher gadis itu.


“Tuan, tunggu, aku belum menutup oven ini” ujar Jasmine sedikit berontak dari pelukan Alfhonso.


“Ah!,aku lupa..pakaianku seperti ini, maaf tuan aku akan mengganti pakaianku dulu” Jasmine yang saat itu hanya memakai tanktop hitam dan celana jeans pendek sebatas paha, tidak menyadari penampilannya di balik celemeknya.


“Sudahlah, aku bahkan sudah melihatmu tanpa pakaian bukan?” ucap Alfhonso sambil meraih pinggang ramping Jasmine dan menariknya kembali dalam pelukan pria itu.


Alfhonso melepas kerinduannya dengan gadis itu dengan ciuman lembut yang agak lama.


Di meja dapur, Alfhonso terus melepaskan hasratnya dengan menyentuh tubuh gadis itu dengan liar.

__ADS_1


“Tu-an..tunggu!” Jasmine yang agak risih dengan perlakuan tuannya, sedikit mendorong dada Alfhonso.


“Jasmine, maukah kau melakukannya di ranjangku?..” pria itu membisikan kalimat itu lagi-lagi ditelinga Jasmine.


“Tuan, apa itu berarti tuan akan…melakukan..maksudku..” Jasmine menatap Alfhonso dengan sedikit cemas.


“ Apa kau mau?” tanya Alfhonso sambil menyentuh pipi gadis itu dan menatap mata coklatnya yang indah.


“A-aku belum siap tuan..” ucapnya ada nada ketakutan.


“Entahlah Jasmine, ketika aku bersamamu, entah kenapa hasratku selalu menggebu, dan aku tidak bisa menahan diri…gairahku se-..” tiba-tiba…


Tok..tok..tok…


“Siapa lagi yang datang menggangguku!, kenapa setiap aku sedang berhasrat,ada saja yang datang!,dasar bajingan!” tukas Alfhonso geram.


“Tuan, sebaiknya dilihat dulu siapa yang datang” ucap Jasmine.


Dengan terpaksa Alfhonso menuju pintu dan melihat dari lubang celah mata.


“Shelenna?!” mata pria itu membulat dan ia terkejut seolah yang dilihatnya adalah sesosok hantu.


Alfhonso sedikit berlari kearah kamar dan langsung terburu-buru mencari selimutnya.


“Jasmine! Katakan padanya aku sedang tidur dan tidak bisa di ganggu!” ucap Alfhonso yang langsung berbaring pura-pura tidur dengan menutup tubuhnya dengan selimut.


Jasmine yang mengerutkan kening tak mengerti apa yang dilakukan tuannya dan tak tahu siapa yang datang, akhirnya setelah beberapa saat, ia membuka pintu dan menyambut seseorang yang datang mengetuk tadi.


“Ah, ya nyonya?, ada yang bisa kubantu?” ujar Jasmine di bibir pintu.


“Aku ingin bertemu Alfhonso, apa dia ada?” tanya wanita cantik berpakaian ketat di depan pintu.


“Um, tuan Alfhonso sedang tidur nyonya, sepertinya lelah sekali dan tidak bisa diganggu” ucap Jasmine sesuai perintah tuannya agar ia tak di ganggu.


“Biarlah aku tunggu sampai dia bangun” Shelenna akhirnya memasuki dengan sedikit memaksa ke dalam ruang apartemen dan Jasmine tidak bisa mencegahnya.


Matanya menjelajah seisi ruangan.


“Oya, kau siapanya Alfhonso?” tanya Shelenna dengan sedikit mendongak khas wanita kalangan atas.


“Aku, aku hanya pelayan nyonya” ucap Jasmine.


Di ranjang berukuran besar, Alfhonso yang pura-pura berbaring dan mendengar ucapan Jasmine spontan mengerutkan alisnya.


‘Jasmine, kenapa kau mengaku sebagai pelayan…apa-apaan itu..’ gumam pria itu dalam batinnya.

__ADS_1


‘Ah ya!, Jasmine memakai pakaian minim, apa Shelenna akan curiga, ugh!, kenapa wanita itu datang kesini, sial!” gerutu Alfhonso.


“Oh, kau pelayan tuan Alfhonso,..hmm, lumayan cantik untuk ukuran pelayan” ujar Shelenna masih sedikit mendongakan kepalanya sambil melirik kearah Jasmine.


Shelenna melangkah perlahan di dalam ruangan, akhirnya ia menemukan kamar Alfhonso dan membuka pintunya.


“Ah, nyonya..maaf tapi tuan sedang tidur, sebaiknya nyonya menunggu sam-..” Jasmine yang seolah diabaikan Shelenna memotong kalimatnya ketika wanita itu dengan santai memasuki kamar Alfhonso.


Shelenna tidak menutup pintu dengan rapat, ada celah yang masih bisa terlihat.


“Rupanya disini kau tertidur Alfhonso…” Shelenna duduk di pinggir ranjang.


Wanita itu mulai membuka sepatunya, dan menaiki ranjang mendekati pria gagah yang tengah pura-pura tertidur.


“Alfhonso,..ini aku Shelenna…” bisik wanita itu di telinga Alfhonso.


Tetapi Alfhonso tidak meresponnya, kemudian wanita itu mencium pipi pria itu.


“Alfhonso, bangunlah sayang, ini aku…” Shelenna terus mengganggu Alfhonso untuk bangun.


Jasmine yang berpura-pura membereskan meja, melirik kearah kamar dan melihat gerak gerik wanita itu.


Akhirnya Alfhonso bangun dari berpura-pura tidurnya.


“Ah,..kau Shel?” ucap Alfhonso.


“Akhirnya kau bangun sayang, aku mencarimu di mansion tapi penjagamu bilang kalau kau disini. Hmm, apartemen yang bagus..aku suka” ujar Shelenna.


“Ada apa mendatangiku?” ucap Alfhonso yang belum bangkit dari berbaringnya.


“Apa tidak boleh aku merindukanmu sayang” ujarnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Alfhonso.


Pria itu kemudian bangkit dari berbaringnya dan kini posisinya duduk di ranjangnya, dan Shelenna duduk persis di samping Alfhonso.


Pria itu melihat dari celah pintu kearah Jasmine yang ternyata juga melihat kearahnya. Mata mereka bertemu dari kejauhan.


Alfhonso sedikit lega ternyata Jasmine telah berganti pakaian dengan memakai dress sebatas lutut.


‘Ahh,kau memang pintar Jasmine’ ucap pria itu dalam hati.


Alfhonso seolah enggan menerima kedatangan Shelenna dan masih ingin bersama Jasmine.


Shelenna memalingkan wajah Alfhonso agar menghadap kearahnya dengan jarinya yang lentik.


“Sudahlah, tidak perlu perdulikan dia, dia hanya pelayan kan?, tidak masalah melihat apa yang kita lakukan” ucap Shelenna yang entah kerasukan apa, wanita itu kemudian membuka satu persatu pakaiannya.

__ADS_1


...*****...


...Para readers yang baik hati dan bijaksana... support author yah, gampang kok...dengan memberi Like, komen... makasih ya... ...


__ADS_2