Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
11. Crystal Demam.


__ADS_3

"Awas Mas!"


Teriak Crystal saat sebuah mobil yang dari arah berlawanan hampir saja bertabrakan dengan mobil Nervan.


Hampir saja! namun dengan sigap Nervan membanting setir nya ke arah kiri. Dan tidak ter elakan sedikit menghantam pilar jalan ketika ia menginjak pedal rem secara mendadak.


Nafas berburu dari kedua nya terengah dan berdebar tak karuan karena terkejut!


"Selamaaat!" ucap Nervan dengan mengelus dadanya, dan menelan ludah kelu, nafas nya masih terdengar tidak beraturan.


Sedangkan posisi Crystal, sedang menutup wajahnya dengan ke dua telapak tangan nya, sama halnya dengan Nervan, nafasnya pun tidak beraturan saking terkejutnya.


"Hey kamu gak apa apa kan?" tanya nervan dengan nada khawatir.


Crystal tidak menjawab apapun, selain dari getaran tubuhnya karena menangis.


"Maafkan Cysa mas! ini semua karena Cysa," akhir nya ucap Crystal di sela-sela isak tangisnya.


"Hufff.. sudahlah yang terpenting kita dalam keadaan baik-baik saja! maka dari itu ingat, jangan suka mengganggu orang sedang mengemudi," ucapan Nervan terdengar bijak dan dewasa.


"Maaf! Aku janji tidak akan pernah melakukan nya lagi" ucap lemah Crystal.


Dengan tiba-tiba Nervan menarik Crystal kedalam pelukannya. Nervan memeluk nya lembut seolah-olah ia takut kehilangan.


Crystal hanya terperangah mendapat perlakuan seperti itu dari Nervan, tidak dapat dipungkiri bahwa pelukan Nervan saat ini menenangkan untuk nya.


Nervan pun mendapatkan kekuatan yang sama seperti nya, yang ketika awal jantung nya berdegup tak karuan karena terkejut, saat ini sudah mulai normal. Ia merasa sesuatu yang hangat menjalar dalam tubuh nya dan membuat keadaan nya lebih baik.


"Sudah tidak perlu menangis lagi," ucap lembut Nervan sembari mengelus kepala Crystal yang berada di dalam pelukannya.


"Maaf mas, terima kasih Mas Nervan, tidak marah terhadap Cysa. Semua nya karena Cysa!" sebetul hati Crystal ketar-ketir takut Nervan tambah murka, karena ulah dirinya yang menggigit tangan Nervan maka hampir saja terjadi kecelakaan.


"Cukup untuk meminta maaf, aku pun bersalah dalam hal ini karena sudah keterlaluan terhadap mu, baiklah kita harus segera pergi dari sini," ujar Nervan sembari melepaskan Crystal dari pelukan nya.


"Hah! gak salah dengar dan aku sadar kan tidak sedang bermimpi? Aku.. kamu..o my God! doi jadi selembut itu," batin Crystal.


Nervan kembali membawa mobilnya ke Jalan raya, setelah nya maka tanpa suara kembali, mereka pun berjalan pulang.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit. Nervan dan Crystal sudah sampai di sebuah bangunan minimalis berlantai dua, di sebuah kompleks cluster kekinian dan Crystal sendiri tidak menyadarinya karena terlelap di dalam mobil.


"Cysa bangun! sudah sampai!" panggil Nervan dengan suara yang sengaja di keraskan.


Crystal pun sontak terkejut karena suara Nervan.


"Apa sih Mas? dapat lebih lembut sedikit tidak? jika hendak membangunkan orang tuh!" sarkas Crystal.


"Enggak! lantas mau apa lo?" jawab Nervan dengan ketus.


"Iiiiikkkhh.... awas kamu ya Mas! kalau nanti, kaki ku sudah sembuh, ku uleg lambe mu!" teriak Crystal karena kesal.


"Ya ampun, ini orang betul-betul berkepribadian ganda, atau bagaimana? tadi dia siapa? Aku.. kamu! sikap yang lembut. Pelukan hangat, aaahh masa bodoh! mungkin memang tadi aku bermimpi, bukti nya baru saja, aku terlelap," gumam Crystal dalam benak dan hati nya.


"Coba saja jika berani, jangan salahkan aku, jika tiba-tiba kamu hamil," ujar Nervan sembari mendekatkan wajah nya pada wajah Crystal, dengan tatapan tajam di akhiri senyuman mirip seorang baj*ngan.


"Dasar mesum! otak kotor! tupai tengik! belum pun satu hari menjadi istri mu, karena janji, kamu sudah ngajak aku perang!" ucap Crystal kesal.


"Siapa suruh menghardik, ingat saat ini gue sudah Sah menjadi suami lo! Gue berhak melakukan apa saja terhadap elo," ucap Nervan dengan seringai menakutkan.


Wajah tampan nya, kini di mata Crystal seolah di selimuti aura mistik, mengerikan dan menyeramkan.


"Ya sudah! biar lo di mangsa burung hantu," ucap Nervan menakuti Crystal.


Tanpa berkata lagi, Nervan turun dari mobil. Lalu masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa mempedulikan Crystal.


"Wait! ini di mana? Ini bukan rumah, tempat aku berangkat tadi," gumam Crystal.


Lalu ia mengamati keadaan rumah itu dan sekitarnya, Crystal berbicara sendiri, "Hemm..rumah ini lebih kecil, lebih minimalis atau mungkin rumah ini, rumah Mas Nervan bersama istri nya yah! uh tapi mana mungkin! jangankan Istri, ia bilang pacar pun tidak punya, entahlah! biarkan saja, lebih baik Aku tidur."


Sudah hampir satu jam dan kini waktu menunjukkan pukul 12.30 malam. setelah Nervan meninggalkan Crystal di dalam mobil, maka Ia pun segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.


Lalu ia masuk ke dalam ruang kerja nya sebentar, memeriksa rincian laporan dari sekretaris nya di dalam laptop. Saat ia melirik jam, sudah pukul 12.30 malam.


"Ya ampun, Anak kecil itu ke mana yah? atau jangan-jangan ia betul-betul tidur di mobil?" gumam Nervan seorang diri.


Tanpa pikir panjang, setelah menutup laptopnya, Nervan pun bergegas menuju halaman depan, tempat ia memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


Terlihat dari kaca depan mobil, Crystal masih berada di dalam mobil, seperti nya ia tertidur pulas dengan sedikit kaca terbuka.


"Haduh ini anak kecil, kenapa sih tidak masuk, malah tidur di dalam mobil, kalau saja ada orang yang berniat jahat bagaimana?!" ucap Nervan sembari menghampiri Crystal.


"Hai Anak kecil bangun! tidur di dalam, hai... cepat! gue nggak mau lo kabur yah! bukan apa-apa, nanti Mami nanyain lo dan kalau lo enggak ada bagimana coba, mau cari elo kemana?!" ucap Nervan.


Namun Crystal tetap diam, Nervan bingung cara membangunkan Crystal. Akhirnya jalan satu-satunya ia menarik hidung Crystal.


"Anak kecil, bangun!" teriak Nervan.


Crystal yang mendengar teriakan Nervan dan ia merasakan ada yang menarik hidung nya, ia hanya menggeliat dan menatap nanar Nervan. "Mam, Cysa rindu!" gumamnya.


Nervan pun tertegun, dan bergumam dalam batinnya. "Tidak seperti biasanya, Anak kecil ini biasanya, akan kembali menghardik gue, saat gue teriaki."


"Mam..Pap! Cysa rindu," terdengar sebuah gumaman dari Crystal kembali, bibir nya bergetar! ia masih menatap Nervan dengan pandangan yang sayu.


Bulir-bulir keringat terlihat membasahi dahi Crystal. Dengan ragu, Nervan menyentuh pipi Crystal.


"Waduh! Anak kecil ini demam!" ucap Nervan, saat ia menyentuh Pipi Crystal, suhu tubuh Crystal memang jauh lebih tinggi dari pada suhu tubuh biasanya.


"Cysa! Cysa! buka matamu! tetap sadar Cys, tolong tetap sadar, Aku akan memberikan mu obat, mari masuk ke dalam," Panggil Nervan pelan, saat melihat Crystal sudah mulai menggigil kedinginan.


Dengan sedikit panik Nervan mengangkat tubuh Crystal masuk ke dalam rumah.


Tanpa berpikir panjang, Nervan membawa Crystal ke dalam kamarnya, merebahkan Crystal di atas kasur miliknya.


"Aduh.. bagaimana cara merawat orang demam!" seru Nervan.


Saat ia sedang berpikir bagaimana cara merawat Crystal yang sedang demam, tiba-tiba saja Crystal meraih tangannya dan menariknya hingga tubuh Nervan berada di atas tubuh Crystal, lalu Crystal memeluknya dengan erat.


"Mam, I Miss you Mam!" gumam Crystal. sepertinya ia sedang meracau, efek dari demam nya saat ini.


"Aduh Cysa, lepas! Aku Nervan, bukan Mama mu!" Nervan memperkirakan Crystal meracau dan memanggil Nama Ibunya, serta menganggap Nervan Adalah Ibu nya.


"Jangan tinggalkan Cysa Mam! Cysa rindu, Cysa kesepian Mam, hiks..hiks.." racau Crystal.


Posisi Nervan serba salah! ia ingin sekali beranjak dari tubuh Crystal dan pelukan nya. Namun Crystal semakin erat memeluk nya. malah kini bibir Crystal sedang menyusuri pipinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2