Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
15. Si Manusia Salju


__ADS_3

Setelah berpikir cukup lama, Akhir nya Crystal memutuskan untuk menerima Nervan menikahi nya, alasan utama nya ia pun butuh tempat berlindung saat ini, setidak nya jika ia di nikahi Nervan maka kehidupan nya akan aman di rumah itu, alasan kedua ia ingin menolong Nervan demi membayar janji pada Ibu nya. Namun ia tahu konsekuensi nya adalah harus menuruti segala keinginan Nervan.


Namun Crystal yakin dan tanpa keraguan, bahwa Nervan pria yang baik. Jika pria sudah memikirkan Ibu nya dan mau berkorban untuk Ibu nya maka sudah dapat di pastikan ia adalah pria baik yang akan mampu menghargai wanita. Setidak nya itu yang ada di dalam benak Crystal.


Satu jam kemudian Nervan melewati Kamar Crystal, pintu kamar Crystal memang terbuka lebar dan Crystal sedang menanti nya, maka ia pun memanggil nya.


"Mas!"


panggil Crystal. Namun Nervan tidak menoleh, harapan Crystal kandas karena Nervan berlalu dari hadapan nya.


Lalu Crystal tidak hilang akal, ia raih gelas yang ada di samping meja samping tempat tidur.


"Maaf ya Mas! hanya satu gelas, untuk ku korban kan demi kamu agar kembali ke mari." ucap Crystal berbicara sendiri.


Praaaang!


suara nyaring pecahan gelas terdengar dari kamar Crystal. "Apa itu?" ucap Nervan. betul saja Nervan yang sudah meniti tiga pijakan anak tangga pun kembali berbalik dan bergegas menuju kamar Crystal.


"Cysa..."


Panggil Nervan! sudah berdiri di ambang pintu.


"Heeeee...maaf Mas! gelasnya sengaja ku jatuhkan! seringai Crystal tanpa merasa bersalah.


"Apa? sinting! kurang kerjaan," gerutu Nervan, lalu tanpa bicara apapun kembali. ia membalik kan badannya hendak pergi.


"Tunggu Mas! aku bersedia menikah dengan mu!" seru Crystal berterus terang sebelum Nervan meninggalkan kamar itu.


Nervan berbalik kembali dan menatap Crystal. "Baik! kita akan menikah pukul tujuh malam di rumah sakit. Saat ini kau harus bersiap-siap! aku sudah mendatangkan tim yang akan memakeup mu," ucap Nervan.


"Haaah?!"


"Hanya ucapan seperti itu, yang keluar dari mulut si manusia salju' itu?" gerutu Crystal di dalam batin nya.


"Terimakasih!" ucap singkat Nervan lalu ia berbalik dan meninggalkan Crystal.


Setelah Nervan berlalu, beberapa orang datang ke kamar Crystal ditemani Mbok Mah. Ternyata itu adalah tim perias yang akan membantu kristal di make-up dan menggunakan gaun pernikahan.


Malam harinya Nervan pun menikahi Crystal di hadapan Mami nya, yaitu di kamar rumah sakit.


~Flashback end~

__ADS_1


"Hai koq bengong! kamu mengerti dan bersedia kan?"


"I-iya Mas! Ba-baik," ucap Crystal pelan. Sebetulnya ia ingin sekali ia menumpahkan air matanya dan memukul Nervan sepuasnya, sebagai pelampiasan dari rasa sakit


yang ia rasakan.


"Bagus! tentu aku tidak akan pernah merugikan mu, Aku akan tetap memberikan nafkah kepada mu, sebagai Istriku, perjanjiannya, setelah Mami sembuh total, dan dirasa ia sudah siap untuk menerima perpisahan kita, maka saat itu kita akan melakukan...." ucapan Nervan terpotong, ia pun tidak sanggup untuk mengatakan tentang perpisahan.


"Perceraian kan? Aku paham Mas tak perlu disebutkan berulang kali, namun kamu harus ingat Mas! kita punya perjanjian lain," ucap Crystal dengan nada suara yang bergetar karena menahan tangis.


Hati Crystal begitu sakit, bukan ini yang ia inginkan! walaupun menikah atas dasar ketidaksukaan dan tidak adanya rasa cinta, namun sebenarnya ia ingin menikah sekali dalam seumur hidup.


"Baiklah! perjanjian apa itu?" tanya Nervan, seperti nya ia lupa, semalam ia membuat perjanjian taruhan cinta dengan Crystal.


"Taruhan Cinta!"


Jawab Crystal dengan menatap wajah Nervan.


"Heh! masih berharap Aku mencintaimu? Baiklah aku terima tantangan mu! karena memang Aku yang telah mengucapkan nya semalam," ujar Nervan.


"Ingat Mas! jangan bermain-main dengan kata cinta, jika saat nya kau jatuh cinta lalu cinta itu tidak dapat kau gapai, dan semua nya tidak terealisasikan maka cinta itu akan menusuk mu sendiri dengan rasa sakit yang mendalam," ucap Crystal dengan penuh penekanan.


kali ini bulir air mata Crystal sudah mulai berjatuhan. Crystal dengan cepat menyekanya.


"Sudah lah, Aku hendak mecari sarapan dan ingin meminta orang membawakan obat untuk kaki mu! agar secepat nya sembuh," tukas Nervan.


"Baiklah, ingat baik-baik ya Mas! aku akan membuktikan bahwa perasaan yang murni dan tulus itu, akan mudah membuat orang jatuh cinta, jadi siap-siap saja, Mas Nervan jatuh cinta padaku!" ucap Crystal begitu lantang, entah keberanian dari mana, hingga ia berbicara selugas itu kepada Nervan.


"Sudahlah tidak perlu mengancam ku dengan kata-kata kiasan! dan jangan mimpi, serta Jangan berharap Aku akan jatuh cinta padamu! Karena Aku sudah memiliki cinta seseorang, yang terpatri di hatiku, hingga kapanpun ukiran cintaku tidak akan pernah luntur! dan mencintai perempuan lain selain perempuan yang aku cintai," ucap Nervan dengan geram sembari berlalu dari hadapan Crystal.


"Aku akan buktikan padamu! bahwa patrian cintamu akan luntur seiring rasa cintamu yang tumbuh kepadaku! Aku akan membuktikan nya, suatu hari kau akan bertekuk lutut di hadapanku!" ucap lantang Crystal dengan berani.


Nervan tidak menjawab apapun lagi, ia segera keluar dengan membanting pintu kamar itu.


"Astagfirullah!" ucap Crystal karena terkejut.


seketika air mata kristal terjatuh, tangisan yang ia tahan sebelum nya kini tumpah begitu saja, Crystal menangis dengan sesenggukan.


"Ya Allah, buat dia jatuh cinta kepada ku, aku harus menjadi satu-satu nya wanita di dalam hatinya, selain dari Ibu nya," gumam Crystal dengan berdoa.


"Ibu?" di sela tangis nya, senyuman Crystal kembali berkembang dan sepertinya kata Ibu dapat ia gunakan untuk meluluhkan hati Nervan.

__ADS_1


"Aku harus cepat sembuh! aku harus mengambil perhatian Mami lalu Nervan, tunggu saja Mas Nervan! akan kupastikan kau jatuh cinta kepadaku. Aku ingin menikah sekali dalam seumur hidup dan kita sudah terlanjur menikah, maka dari itu Aku harus mempertahankan rumah tangga ku! Aku rasa tidak salah jika mempunyai pemikiran begini dan tidak pula dosa jika Aku hendak menggaet suamiku sendiri." ucap Crystal berbicara sendiri, ia sudah bertekad dan kali ini semangat nya begitu luar biasa Untuk mendapatkan cinta nya Nervan.


Di lantai bawah,


Nervan begitu frustasi mendengar kata-kata Crystal.


"Crystal.. mengapa sepagi ini kau harus mengancam ku?" gumam Nervan sembari mengacak rambut nya.


"Diandra Angela! hanya kau yang ada di hatiku," gumam Nervan kembali.


Lalu ia teringat, bagaimanapun Crystal saat ini adalah Istri nya. Heemmm, Nervan menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.


"Mas! Aku lapar!"


"Deg!"


Jantung Nervan berdegup, saat suara lembut itu memanggil nya.


Nervan pun menoleh pada sumber suara, "Lho Cysa, Bagaimana kamu turun, bukan nya Kaki kamu masih sakit?" tanya Nervan pada Crystal yang ia lihat tangan Crystal sedang berpegang erat pada lemari pajangan, dan sebelah kakinya terangkat, posisi Crystal mirip burung bangau.


"Masih sakit sih Mas, namun aku harus dapat bergerak sendiri! agar cepat sembuh dan mengabulkan keinginan Mas Nervan yaitu merawat Mami." Crystal pun tersenyum kearah Nervan.


Di mata Nervan, Anak kecil yang kemarin, dan beberapa menit sebelum nya, kini terlihat sangat dewasa dengan kata-kata nya.


Nervan pun menghampiri Crystal, ada rasa hangat luar biasa menyeruak di dalam qolbu nya, saat mendengar Crystal hendak merawat Mami nya.


"Dapat kah kita bicara baik-baik Mas?" tanya Crystal dengan suara lembut nya.


"Tentu!"


"Mari, kita akan bicara setelah sarapan, untuk saat ini kamu tunggu dulu di sini, Aku akan membeli makanan terlebih dahulu di kapling depan," Nervan memapah Crystal lalu membuat nya duduk di sofa.


"Terimakasih Mas!" ucap Crystal dengan senyuman yang mengembang.


Nervan hanya mengangguk, lalu berlalu dari hadapan Crystal, di halaman depan terdengar suara deru motor, ternyata Nervan mengendarai motor besar nya untuk membeli makanan.


Crystal mengamati keadaan rumah itu, rumah itu lebih kecil dari rumah orang tuanya Nervan dan tentu rumah nya! desain minimalis namun nyaman.


Karena suntuk, Nervan belum juga kembali maka Crystal pun menyalakan televisi di ruangan tersebut.


Setelah hampir 30 menit, Crystal menunggu, akhir nya Nervan pun kembali dengan dua buah tentengan makanan di tangan nya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2