Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
9. SAH?


__ADS_3

"Gue beri lima detik untuk berpikir," ucap Nervan.


"Heh Mas, mana bisa berpikir dalam lima detik, mana penuh penekanan lagi, harus nya lima jam atau paling tidak lima menit," ucap Crystal.


"Waktu habis! gue anggap lo setuju!" ucap Nervan tanpa kompromi.


"Aku belum setuju, Mas!" hardik Crystal dengan kesal, tanpa sadar ia ingin mendorong Nervan karena kesal saat Nervan sudah berdiri di sisi tempat tidur.


Namun Crystal malah terjatuh dari tempat tidur, "Aaawwsshh.. aduh Mamiiii, hikss..hikss.. adduh! kaki ku...." teriak Crystal.


"Ya ampun," Nervan terlihat panik yang melihat Crystal terjatuh dengan terlentang, namun sebelah kaki nya nyangkut di tempat tidur.


Nervan berjongkok, ia berniat membantu Crystal bangun dan mengangkat nya.


"Sini, lagi pula ada-ada saja! makanya jadi cewek itu yang lembut sedikit dong! lihat nih akibatnya, punya niat jahat sih, jadi lo sendiri kan yang kena Akibat nya," ucap Nervan.


"Biarin, bantu Aku cepat! aduh pinggang ku sakit!" keluh Crystal.


"Oke, akan gue bantu! katakan dulu mau menikah dengan gue?" tanya Nervan kembali.


Nervan berpikir ulang ketika hendak mengangkat Crystal. Ia kembali memanfaatkan situasi ketika Crystal terdesak tidak dapat bergerak.


"Tidak mau! dasar cowok tidak berperasaan, bisa-bisa nya memanfaatkan kelemahan orang lain, nikah saja sana dengan pacar mu, mengapa harus Aku?" ucap ketus Crystal, ia masih dalam posisi terlentang dengan sebelah kaki menjulur di tempat tidur.


Nervan berjongkok percis di hadapan Crystal. Posisi Crystal mampu sedikit menggoda iman nya. Nervan berkali-kali menelan ludah dan menekan pikiran nya yang traveling pada bagian tubuh Crystal.


Kaus yang Crystal kenakan naik hingga hampir ke dada, dan jelas memperlihatkan perut nya yang ramping dan putih.


"Kalau gue punya pacar, mana mungkin gue ngajak lo nikah, pasti lah gue akan mengajak pacar gue menikah bukan elo. Cewek gak jelas!" seru Nervan dengan kesal.


"Ahahhahah... kasian sekali, ganteng-ganteng tidak punya pacar!" tawa Crystal meledak seketika, membuat Nervan tambah kesal.


"Memang nya kamu sendiri memiliki pacar hah?" tanya Nervan.


"Tidak!" ucap polos Crystal.

__ADS_1


"Ahahahaahah..." kini bergantian Nervan yang tertawa karena mendengar Crystal pun tidak memiliki pacar. Nervan tertawa terpingkal-pingkal sembari berdiri.


"Mas Nervan, cepat angkat Aku!" teriak Crystal dengan melempar Nervan menggunakan tas milik nya yang ikut jatuh bersama tubuhnya.


Namun siapa sangka isi dari tas Crystal berhamburan, termasuk uang yang ada di dalam nya. Uang yang berjumlah sekitar dua puluh juta hasil dari menarik ATM milik nya, berterbangan di kamar itu.


Nervan merasa terkejut dengan uang-uang yang berhamburan yang berasal dari dalam tas Crystal, beberapa lembar sempat menghujani dirinya.


Crystal sudah dengan posisi duduk di lantai bersandar pada sisi tempat tidur. Dengan sekuat tenaga sembari menahan sakit, ia menarik diri dari posisinya yang tadi terlentang.


"Hai, katakan! siapa yang habis lo rampok? atau lo menjual diri hingga mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Nervan penuh selidik sembari berjongkok di hadapan Crystal.


Plak!


satu kali lagi tamparan Crystal mendarat di pipi Nervan. "Aku bukan cewek murahan hingga harus menjajakan tubuh ku demi uang, ber*ngsek!" teriak Crystal.


"Tarik kata-kata lo! gue bukan pria ber*ngsek," hardik Nervan dengan emosi, ia meraih kedua belah pipi Crystal menggunakan satu tangan, lalu ia dongakan wajah Crystal menghadap wajahnya dan menekan nya dengan kasar.


"Le..pas ber*ngsek, seperti hal nya kamu! yang tidak mau di sebut ber*ngsek, Aku pun tak terima saat kau bilang menjual tubuh demi uang! Aku perempuan baik-baik," ucap Crystal dengan amarah yang hampir sama dengan Nervan.


"Heuh! mana ada perempuan yang berkeliaran di jalan di sebut wanita baik-baik! dengan uang sebanyak itu, kecuali dia melakukan kejahatan dengan merampok atau menjajakan tubuh nya di luar sana, untuk mendapatkan uang secara instant yang banyak, dan mudah." ucap Nervan kembali dengan sebuah cibiran.


Anda tidak mengenal saya Tuan Nervan!" ucap Crystal.


"Beraninya lo nampar gue untuk yang ketiga kalinya hari ini, perempuan si*lan," ucap Nervan.


"Dasar b*nci! berani nya hanya pada perempuan," ucap Crystal Kembali tanpa takut nya.


"Ralat ucapan lo! gue bukan b*nci! gue cowok tulen," ujar Nervan dengan kesal.


"Halah, mana ada cowok tulen nyakitin perempuan, sedangkan Anda? hanya berani pada perempuan. Seorang perempuan yang sedang tidak baik keadaan nya," sindir Crystal Kembali.


"Mau bukti, kalau gue ini cowok tulen? baik! dan ini sebuah bayaran karena lo sudah berani menampar wajah gue!" ucap Nervan menatap tajam wajah Crystal dengan senyuman yang tidak bersahabat.


Lalu tanpa Aba-aba dan dengan kasar, Nervan mendaratkan bibirnya tepat pada bibir Crystal. Nervan memagut paksa bibir Crystal.

__ADS_1


Nervan melahap bibir ranum Crystal bagai kesetanan. "Eumm..eeuumm, lepp..mmm," berontak Crystal dengan suara tidak jelas.


Crystal berusaha menyingkirkan Nervan dengan memukul-mukul lengannya.


Setelah Nervan puas, ia pun tersadar bahwa yang ia lakukan itu salah. Nervan menarik diri dengan nafas terengah dari kelancangan nya yang memperdaya bibir Crystal.


Crystal menangis dengan tersedu. Ini kali pertama bibir nya di perdayai seorang laki-laki dengan kasar pula. Crystal merasa ketakutan. Ia menangis sejadi-jadinya.


"Maaf!" ucap Nervan, untuk sesaat ia hanya diam menatap Crystal dengan perasaan bersalah.


"Maafkan gue Cysa! maaf atas kelancangan ini," ucap Nervan sekali lagi.


Crystal masih menangis namun sudah tak sekeras sebelum nya.


"Baiklah, gue tidak akan mengganggu elo lagi. Maaf gue tidak dapat mengontrol diri dan Emosi," ucap Nervan kembali.


Nervan mengangkat tubuh Crystal walaupun gestur tubuh Crystal menolak, lalu Nervan menurunkan nya pelan, duduk di kasur dengan menarik lurus kaki Crystal yang sakit dengan hati-hati.


"Mas Nervan tolong keluar," ucap lirih Crystal masih di sela-sela isak tangis nya.


"Oke, gue keluar! o yah, lo bebas pergi dari sini kapan pun lo menginginkan, maaf tadi gue sempat memaksa menikahi lo malam ini, itu karena Janji gue pada Mami."


"Gue berjanji pada saat Mami sadar dari koma, gue akan menikahi seorang gadis di hadapannya. Akibat janji yang di Aamiini malaikat dan di kabulkan oleh Tuhan, gue harus menikah malam ini juga, namun sepertinya gue harus mencari perempuan lain," ucap Nervan lesu dengan nada dingin.


Crystal hanya diam dan tak menjawab sepatah kata pun, sebetulnya ia sedang mencerna kata-katanya Nervan, mengenai kata 'janji pada Mami'.


"Nanti Mbok mah yang akan merapikan semua ini," ucap Nervan dengan nada dingin seraya berlalu dari kamar itu tanpa menoleh.


***


Malam hari, di rumah sakit.


Saya terima nikahnya Crystal Lunara Ryzer binti Harsyal Ryzer dengan mas kawin satu buah kalung berlian.


"Bagaimana, Sah?" tanya penghulu.

__ADS_1


"Sah!" ucap Saksi.


Bersambung....


__ADS_2