Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
37. Rekaman Cctv


__ADS_3

"Sayang! Ma'afkan Mas. Arrggghhh! mengapa harus ada kejadian seperti ini sih?"


"Bodoh! bodoh! mengapa bisa gitu, aku gak sadar. Padahal lagi di gerayangi perempuan. Bodoh lo Van! buruk nya lagi, Crystal menyaksikan nya sendiri. Uggghhh!"


Brak!


Box tempat material ia tendang, hingga terbalik dan isinya berhamburan.


"Perempuan kurang ajar! sudah pergi jauh, menikah karena harta, menghina ku Ketika aku belum memiliki apapun. Lalu .... kini seenak nya saja ia kembali dan mengganggu ku? Mati! kau Diandra! jika Crystal Sampai meninggalkan ku!"


Nervan tidak henti-hentinya mengumpat dan merutuki kejadian yang baru saja menimpanya. Sesekali ketika ia berjalan, apapun yang ada di hadapannya ia tendang, Nervan kalut, sehingga ia tidak sadar apa yang ia lakukan.


Sebagian Karyawan nya merasa ketakutan. Namun para Leader yang melihat Crystal berlari sambil menangis dan menyaksikan kelakuan Nervan yang tidak seperti biasanya, mereka hanyalah mampu menenangkan para pekerja nya. Para leader dan staf Line, seperti nya faham jika Bos nya sedang ada masalah pelik yang menimpa nya.


Hingga tiba di parkiran.


"Pak Husain!"


panggil Nervan kepada kepala scurity yang mengenal Crystal.


"Saya Pak!"


Kepala scurity itu keluar dari Pos nya dan ia berlari kecil menghampiri Nervan.


"Bapak, ada melihat Istri saya?" tanya Nervan.


"Ibu Crystal. Baru saja keluar dengan menangis. Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Sempat saya tegur namun tidak menjawab. Beliau hanya menangis Pak!" jawab Pak Husain.


"Baik! ke arah mana ia pergi?"


"Lewat jalur belakang pabrik, Pak!" jawab Pak Husain dengan tegas.


"Terima kasih Pak!"


Nervan segera menuju mobil nya dan ia berniat menyusul Crystal.


***


Di dalam kantor Nervan.


Rendra telah menelpon Rendy dan Satrio. Kini mereka tengah memeriksa rekaman Cctv kantor Nervan.


Diandra yang terpojok karena di interogasi pun memilih keluar dari ruangan tersebut untuk menemui kembali suami nya yang berada di gedung timur pabrik tersebut.


Rekaman Cctv telah di dapat.

__ADS_1


"Waduh gila ni perempuan. Main nyosor aja. Lihat! Mas Evan, memang sedang tidur." Ujar Satrio geram.


"Apa maunya perempuan ini? jelas-jelas, suami nya ada di pabrik ini. Malah nekad masuk ke dalam sini. dan melakukan hal tidak terpuji, brengsek!" sambung Rendra.


"Bawa rekaman ini langsung ke rumah Pak Evan saja, siapa yang mau ke sana?" tanya Rendy.


"Kita semua yang akan kesana. Seperti kita harus terlibat langsung untuk masalah ini. Kalian berdua kan ikut bersalah dalam hal ini." Ucap tegas Rendra.


"Loch koq kami?" tanya Satrio dan Rendy secara bersamaan.


"Ya, lalu? Kalian kan harus nya memperhatikan gerak gerik perempuan itu, nyata nya, kalian kecolongan kan? hingga dia masuk ke sini dan berusaha menodai Bos kalian! parah nya lagi, di saksikan Istri nya dan sekarang ngambek." Ujar Rendra.


"Ok lah! Kami akan bantu menjelaskan nya kepada Crystal!" ucap Satrio. Rendy hanyalah mengiyakan.


"Berang berang, beli sikat! pulang nya bertemu artis famous!" ucap Rendra.


"Apaan tuh Pak?" tanya serempak Rendy dan Satrio.


"Mari berangkat! para jomblo ngenes!"


"Astaghfirullah! segitu nya," ucap Rendy dengan tertawa kecil. Satrio pun ikut tertawa.


Setelah semua bukti lengkap, mereka pun bergegas untuk ke rumah Nervan.


***


Nervan sedang bingung, ia hendak ke arah kanan atau kiri. Jika ke arah kanan itu menuju ke rumah Mami nya, jika ke kiri maka menuju ke rumah nya.


Untuk saat ini Nervan tidak tahu Crystal pergi ke arah mana? ke rumah Mami nya kah? atau ke rumah nya?


"Ya ampun sayang! kamu pergi ke mana? telepon kamu juga tidak aktif. Bahkan GPS tidak dapat melacak keberadaan mu!" gumam Nervan.


"Hum! tang ting tung, Crystal untung! telunjuk Nervan bergerak menunjuk ke kanan dan kekiri seiring bibir nya bicara.


Telunjuk Nervan berakhir menunjuk pada arah kanan. "Hem," Ia berfikir kembali, hati kecil nya mengatakan Crystal tidak akan pergi ke rumah Mami nya.


"Rumah!"


Seru Nervan dengan perasaan yang mantap. Ia pun segera melajukan mobilnya menuju ke rumah nya. Karena jalan lengang, Nervan menaikan kecepatan nya agar cepat sampai.


**


Crystal sedang menangis di balik dinding kaca besar kamar Nervan yang menghadap ke arah taman kecil belakang rumah. Itu adalah tempat pavorit nya. Ia bersembunyi di balik gorden yang cukup lebar, ia menangis dalam diam menghadap ke arah dinding kaca besar itu.


"Mas Evan tega! pantas saja, dia tidak mau melakukan hal suami Istri! ternyata ia lebih tertarik pada tubuh perempuan lain ketimbang tubuh Istri nya." Gumam Crystal dengan kesedihan.

__ADS_1


Tidak selang berapa lama, terdengar suara deru mesin mobil, baru saja masuk ke pekarangan rumah nya. Crystal yakin itu mobil Nervan.


Maka dari itu Crystal semakin menyembunyikan tubuh mungil nya di balik tirai tipis pelapis gorden dan gorden itu sendiri, hingga tidak nampak ada orang di balik tirai tersebut, jika di lihat dari arah dalam.


"Sayang! di mana kamu?" Crystal mendengar Nervan memanggil nya.


Nervan yang baru tiba, ia begitu lega, ketika melihat mobil milik Crystal yang belum lama ia belikan, terparkir cantik di halaman rumah nya. Kini tugasnya tinggal menemukan Crystal untuk menjelaskan kejadian sebelumnya, sehingga membuat Istri nya menangis.


"Cysa! sayang! kamu di mana?" Nervan masuk ke dalam kamar nya, namun ia tidak menemukan keberadaan Crystal. Hingga ia cari ke kamar mandi. Ruang kerja, ruangan lain nya, hingga ke loteng tempat menjemur pakaian. Namun hasilnya nihil.


"Sayang kamu di mana?" gumam frustasi Nervan, ia kembali ke kamar nya dan duduk di sisi tempat tidur, setelah lelah memeriksa setiap sudut rumah nya hingga hampir satu jam lamanya. Namun Crystal tidak juga ia temukan.


"Wanita ku! Aku tidak pernah lagi melakukan hal bodoh setelah menikah dengan mu! karena tidak ada wanita manapun yang mampu menggetarkan hati ini. Jangan pernah pergi dari ku! Aku tidak akan sanggup hidup tanpa mu! kita masih layak saling mencintai! Please, Kembali lah." Ucap Nervan dengan berbisik.


Hingga sebuah suara muncul dari balik tirai. 'Pluk'


"Hooo .... tangan!" ekspresi Nervan dengan mata membulat karena terkejut, hingga ia loncat ke atas tempat tidur dengan tatapannya tidak lepas dari sebuah tangan yang menjulur keluar dari balik tirai.


"Tangan siapa?" dengan memberanikan diri bercampur rasa takut. Nervan menelan saliva nya dalam, lalu dengan berjalan perlahan, ia mencoba menghampiri tangan yang keluar dari balik tirai.


Nervan menyibak tirai itu secara perlahan. Rasa penasaran nya lebih kuat daripada rasa takut.


"Sayang!"


Rasa takut Nervan berganti pekikan sumringah, tatkala Crystal lah yang berada balik tirai tersebut dengan posisi duduk miring dengan tertidur dan yang ia lihat adalah tangan Crystal.


"Heuuh! sayang .... sayang! koq tidur di sini?" ucap Nervan, ia segera mengangkat Crystal menuju tempat tidur.


Nervan membaringkan Crystal. Setelah membuka jas serta dasi yang ia kenakan, Nervan naik ke atas tempat tidur, berbaring di sisi Crystal sembari memandangi wajah Crystal yang terlelap dan nampak tenang.


Nervan tersenyum bahagia dengan hanya memandangi wajah Crystal. "Kamu, putrinya siapa sayang! begitu cantik. Bahkan dalam keadaan terlelap."


Nervan mengecup pipi Crystal. Hingga Crystal yang masih lelap pun terbangun, karena merasa sedikit basah pada pipi nya.


"Menjauh! jangan sentuh aku dengan bibir kotor mu itu Mas!" tiba tiba saja Crystal mengintimidasi Nervan.


"Sayang! bibir ku ini bersih koq," ucap Nervan terdengar polos.


"Heuh! sesudah bercumbu dengan Wanita lain! Mas bilang masih bersih!" cibir Crystal.


"Aku tidak melakukan hal itu, kamu salah paham sayang!


"Aku melihat nya sendiri Mas."


"Yakin, kamu melihat nya secara jelas? bahwa aku sedang melakukan hal itu?"

__ADS_1


"Em!" Crystal nampak ragu dalam menjawab pertanyaan Nervan.


Bersambung ....


__ADS_2