
Beberapa Minggu kemudian,
Hari ini adalah pernikahan Zafier dan Verline. Pagi hari, mereka sudah melakukan persiapan. karena acara akan dilaksanakan di satu hari itu, dari mulai Ijab qobul, hingga resepsi pernikahan. Mereka tidak mau membuat acara dua tiga kali, karena kesibukan pekerjaan.
Pukul sembilan pagi. Zafier nampak sudah siap dengan setelan jasnya, khas pengantin pria, dengan peci putih berpayet bertengger di atas kepalanya.
"Nervous Van!" ucap Zafier, saat ini Nervan mendampinginya.
"Santai Kak! tarik napas, buang perlahan. Ingat enaknya, malam pertama, belah duren." bisik Nervan.
"Hehehe, kamu!" Zafier mengekeh malu, "belum tahu saja, hampir setiap hari sih malam pertama. Hanya belum belah duren saja," batin Zafier.
Kini semua sudah siap, penghulu sudah di depan mata, para saksi dan wali dari perempuan pun sudah ada di sana. Mereka menikah di sebuah Masjid, di komplek tempat tinggal orang tua Verline.
"Sudah siap semua ya?" tanya penghulu.
"Insya Allah, sudah!" jawab Zafier.
Tangan Zafier sudah di genggam oleh ayah dari Verline. Dengan dituntun oleh penghulu, ayah Verline mengucapkan Ijab untuk sang Putri.
Setelahnya, zafir menarik napas lalu melafalkan qobul untuk menerima Verline sebagai istrinya, dalam satu tarikan napas ia berhasil.
"SAH!"
Kata keramat tersebut menggema di dalam Masjid, dari saksi lalu diikuti oleh para keluarga dan tetamu yang juga hadir ikut menyaksikan kebahagiaan pernikahan tersebut.
Penghulu melafalkan doa, mereka khusyuk berdoa. Setelahnya kedua mempelai menerima ucapan selamat dari para orangtua dan juga tamu. Lalu keduanya sungkem kepada orang tua masing-masing.
Di sinilah hati turut bergetarnya dengan linangan air mata yang berjatuhan saat kedua mempelai bersembah sujud di pangkuan orang tua, melepas masa lajang mereka. Meminta maaf dari kesalahan di masa lalu saat sebelum menikah, intinya mereka memohon doa restu untuk kebahagiaan rumah tangga mereka.
Sekitar pukul dua siang, acara resepsi pun dimulai, di sebuah gedung yang mereka sewa. Tamu undangan dari kolega kedua belah pihak, amatlah banyak. Hingga kapasitas gedung tersebut hampir saja penuh oleh para tamu.
"Selamat ya Kak! akhirnya kalian menikah," Crystal memberi selamat kepada Zafier dan Verline.
"Terima kasih Dek!" ucap keduanya.
"Jangan lupa loh Kak! kita janjian hamil bareng." Bisik Crystal kepada Verline.
"Iya, doakan aku. Supaya langsung hamil," Balas Verline.
"Tentu. Aamiin," Crystal memeluk Verline sekali lagi.
Setelah Crystal dan Verline puas mengobrol, Nervan bergantian memberikan selamat kepada Zafier dan Verline. Setelah itu, Crystal mengajaknya untuk turun dari pelaminan. Ia mengajak Nervan makan di stand makanan yang telah tersedia.
Baby Akhtar, entah kemana bersama Kakek, Neneknya. Mereka pun tidak ambil pusing, karena anak itu sepertinya sudah lengket dengan keempat orang tua tersebut. Maka dari itu, Nervan sudah berusaha menghamili Crystal kembali. Agar mereka memiliki anak yang kedua, setidaknya Crystal tidak akan pernah kesepian saat Akhtar dibawa oleh Kakek, Neneknya.
Malam hari, sekitar pukul sembilan. Acara resepsi pun telah usai, Zafier langsung membawa Verline ke kamar hotel yang tidak jauh dari gedung resepsi.
Crystal dan Nervan sudah pulang ke rumahnya, tanpa Akhtar. Karena Akhtar ikut bersama Papi Harsyal dan Mami Angelita pulang ke rumah mereka.
Di kamar hotel yang di tempati Verline dan Zafier.
"Baby ... kamu lelah?" tanya Zafier, yang melihat Verline menyelonjorkan kakinya diatas tempat tidur tanpa membuka gaunnya.
"Iya Honey! kakiku rasanya pegal sekali," jawab Verline.
"Baiklah, aku bantu untuk memijitnya, tetapi kamu harus berganti pakaian terlebih dahulu." ujar Zafier dan di anggukan kepala oleh Verline.
"Honey, kamu mau meminta hak mu, malam ini?" tanya Verline nampak ketakutan.
"Sebetulnya, aku ingin. Akan tetapi, melihat kamu kelelahan begitu. Tidak jadi, menunggu hingga esok hari saja. Maasih banyak hari untuk kita mulai itu Baby." ucap Zafier dengan tersenyum legowo.
"Baiklah! terima kasih. Bagaimana kalau kita melakukannya di tempat bulan madu?" tanya Verline.
"Ya, aku setuju! mungkin setelah besok kita berangkat. Kita akan membuat anak di sana saja." Zafier menatap Verline dengan kesungguhan.
"Setuju Honey. Terima kasih," Verline memeluk Zafier.
Mereka pun berganti pakaian, saling memijat bergantian dan setelahnya istirahat. Tidak ada yang terjadi di malam pertama itu, karena keduanya kelelahan. Mereka tidur hingga esok pagi dan siangnya mereka bersiap berangkat ke bandara untuk menuju ke Dubai, berbulan madu.
Setelah sampai di Dubai Zafier dan Verline beristirahat satu hari, mereka betul-betul istirahat dan tidak melakukan aktivitas percintaan, terkecuali hanya sentuhan-sentuhan cumbuan kecil
Hingga malam hari. Setelah makan malam romantis. zafira memeluk Verline dari belakang, sembari menatap keindahan kerlap-kerlip lampu malam di Dubai dari jendela kamar hotel yang mereka tempati.
Tanpa bicara, Zafier mulai mencumbu istrinya. kini semuanya terasa lebih nikmat, karena tidak ada dosa yang ditakutkan.
Zafier kini bebas mencumbu istrinya, dengan pergaulan halal. Zafier mulai mencumbu Verline dari leher. Itu tempat sensitif Verline, lalu dia jilati hingga ke pangkal telinga, membuat Verline betul-betul mengerang dan langsung bersandar ke tubuh Zafier. Segera Zafier mengangkat Verline, ia tidak menyia- nyiakan kesempatan itu, Zafier membawa Verline menuju tempat tidur.
Merebahkan istrinya perlahan di atas kasur.
Zafier mulai mengecup kening, lalu turun ke mata, hidung dan berakhir di atas bibir seksinya Verline, Zafier ********** dengan lembut tanpa terburu-buru, ia ingin membuktikan ucapannya, yaitu menikmati malam pertama.
Zafier ingin memberikan indahnya malam pertama, kepada Verline. Menikmati manisnya malam pertama mereka berdua. Sehingga mereka tidak akan pernah melupakan malam itu.
"Sudah siap Baby?" tanya Zafier.
"Aku siap! Hon." jawab Verline dengan tersenyum.
Selang berapa lama terdengar teriakan kesakitan dari mulut Verline yang di redam bibir Zafier. Sepertinya Zafier sudah berhasil menodai istrinya.
***
Empat bulan kemudian,
__ADS_1
Sudah sejak dari seminggu yang lalu, tubuh Crystal merasa tidak nyaman. Setiap bangun tidur, ia akan merasakan mual dan pusing kepala yang teramat.
Nervan yang melihat Crystal muntah-muntah. Ia pun bergegas mengikuti Crystal dan ia membantu Crystal dengan memijat tengkuknya.
"Kamu Sakit ya Sayang?" tanya Nervan nampak khawatir.
"Tidak tahu Mas! akhir-akhir ini, Aku merasa mual ketika bangun tidur. Tapi ini yang terparah, sampai muntah segala. Biasanya begitu menghirup aroma terapi, akan hilang. Tapi tidak dengan pagi ini," jawab Crystal.
"Ya sudah, kamu kembali ke tempat tidur. Nanti aku panggilkan dokter untuk memeriksa kamu." ucap Nervan.
"Iya Mas." Dengan keadaan lemah, Crystal digendong oleh Nervan Kembali ke tempat tidur dan ia membantu merebahkannya.
Crystal kembali memejamkan mata namun, rasa mual dan pusing itu masih menguasainya.
Dokter yang di panggil Nervan sudah datang. Setelah dipersilahkan masuk, dokter segera memeriksa Crystal.
"Selamat ya Bu, Pak! istrinya sedang mengandung, usia kehamilan dua bulan." ucap dokter.
"Masya Allah, betul dok?" tanya Nervan sumringah
"Iya, saat ini Ibu Crystal mengalami morning sick." ujar dokter.
"Bagaimana keadaan janinnya dok?" tanya Crystal.
"Insya Allah baik-baik saja. hanya di sarankan, cukup istirahat, jaga kondisi tubuhnya. Untuk selebihnya, mungkin Ibu dan Bapak silakan memeriksakan kandungannya ke dokter obgyn, agar tahu keseluruhannya." Saran dokter tersebut.
"Baik dok, nanti setelah istri Saya merasa baikan, kami akan ke rumah sakit, memeriksakan kandungannya," ujar Nervan.
"Saya pamit," dokter berdiri.
"Terima kasih dok!" ucap Nervan dan Crystal berbarengan. dokter mengangguk sopan dengan tersenyum.
"Selamat ya Sayang! akhirnya kamu hamil lagi," ucap Nervan dengan mengecup kening Crystal.
"Terima kasih Mas. Kamu pun selamat ya, akan memiliki dua anak."
"Aamiin, semoga yang ini perempuan ya Sayang! biar sepasang, seperti kamu dan Kak Zafier." ujar Nervan dengan mengecupi kening Crystal.
Di tempat berbeda,
Verline pun merasakan hal yang sama, setelah melewati lima bulan pernikahan, Verline mulai merasa tidak enak pada tubuhnya, sudah dua bulan ini, ia pun tidak menstruasi.
Untuk kali ini, sepertinya Zafier jauh lebih peka. Kini mereka berdua sedang mengantri di poli kandungan, untuk memeriksakan keadaan Verline. yang amat mencurigakan jika ia hamil, terkadang tengah malam meminta sesuatu hal atau makanan yang tidak masuk di akal.
"Tuan Zafier dan Nyonya Verline, silahkan masuk!" panggil suster di depan poli kandungan.
"Terima kasih," ucapan Zafier. "Mari Baby," ajaknya kemudian kepada Verline.
Kini keduanya sudah ada di dalam poli kandungan. "Silakan duduk," tawar dokter. Verline dan Zafier pun duduk secara bersamaan.
"Ini dok, Saya sudah hampir dua bulan ini tidak datang bulan dan Sepertinya mood Saya, berubah berubah gitu." Jawab Verline.
"Iya dok, terkadang istri Saya, aneh-aneh kepinginnya, meminta makanan malam-malam yang tidak masuk di akal." Sambung Zafier.
"Oh begitu," ucap dokter dengan tersenyum, "baiklah, mari berbaring di tempat tidur," ajak ke dokter.
Zafier membimbing Verline naik ke atas tempat tidur pemeriksaan.
Zafier berdiri di sisi Verline dengan menggenggam tangannya. Dokter melakukan pemeriksaan, sedikit lama. Ia ingin memastikan betulkah pasiennya hamil atau tidak.
"Di USG ya Pak." ucap dokter
"USG, dok?" tanya Zafier.
"Iya, untuk memastikan. Serta melihat keadaan janin di dalam."
"Baik, lakukan dok!" ucap Zafier.
Akhirnya Verline melewati rangkaian USG. "Alhamdulillah Pak! istrinya sedang hamil, usia kandungannya sekitar sembilan Minggu." ucap dokter dengan sumringah.
"Hamil dok?" tanya jafir dengan tidak percaya.
"Iya," jawab dokter singkat namun, tetap tersenyum.
"Alhamdulillah Sayang! akhirnya kita diberikan rezeki anak." Zafier dan Verline pun tersenyum bahagia.
***
Semuanya berjalan lancar, hingga kehamilan mereka pun sudah memasuki bulan-bulan terakhir masa kehamilan.
Setelah melahirkan kali ini, Crystal memutuskan untuk kembali melanjutkan S-2nya ia tetap berkeinginan menjadi pengacara.
Hingga suatu hari, kedua wanita yang sedang hamil besar itu mengerang secara bersamaan.
Malam itu mereka sedang ada acara makan bersama di rumah Zafier, kebetulan Zafier sedang merayakan ulang tahun.
"Ada apa? tanya para laki-laki di hadapan mereka, secara bersamaan.
"Perutku sakit," keluh Crystal.
"Iya perutku juga melilit," ucap Verline.
Kedua lelaki itu malah berteriak memanggil orang tuanya. "Mami, bagaimana ini?" teriak Zafier.
__ADS_1
"Apanya yang bagaimana?" Mami Angelita menghampiri mereka
Sedangkan, Mami Nervan menghampiri mereka dengan berjalan memakai tongkat.
"Istri kami, Katanya sakit perut." ucap Nervan dengan sedikit khawatir.
"Ya sudah, tunggu apa lagi. Bawa mereka ke rumah sakit, kan memang sudah waktunya melahirkan." kata Mami Angelita.
"Ya Van, Fier! bawa mereka ke rumah sakit, nanti kami menyusul." ucap Mami Nervan.
"Baik!" ucap serempak kedua pria tersebut.
Akhirnya keduanya, membawa istri masing-masing dengan mobil yang sama, menuju Rumah sakit. Kegaduhan di dalam mobil pun terjadi, teriakan kesakitan dari para Istri serta cakaran para suami dapatkan. Untungnya Papi Harsyal membawa supir, jadi mereka bisa mengandalkan supir. Tubuh kedua pria tampan itu, sudah habis dicakar oleh para istrinya. Terkadang gigitan yang mereka terima.
Setelah melewati dua puluh menit perjalanan, mereka sampai di rumah sakit.
"Dok tolong, dokter ... istri kami mau melahirkan!" teriak Zafier.
"Ya tolong suster," teriak Nervan juga
Suster dengan sigap membawa mereka berdua ke ruang dokter kandungan. Keduanya pun diperiksa secara bergantian.
"Sepertinya pembukaannya bagus sudah hampir full dari keduanya, kita bawa ke ruang bersalin Sus," ucap dokter.
Nervan dan Zafier di luar, tampak mondar-mandir. Kini mereka melihat kedua istrinya dibawa keluar dari ruang dokter kandungan.
"Bagaimana?" tanya keduanya
"Mereka sudah mau melahirkan Pak!" jawab suster
"Boleh kami mendampingi?" tanya Nervan.
"Ya Sus, izinkan kami mendampingi." Pinta Zafier dengan mengiba.
Untuk sesaat, kedua suster itu terdiam. Lalu dokter kandungan keluar dari ruangannya.
"Sus, tunggu apalagi? mari bawa keduanya ke ruang bersalin. Mereka sudah kesakitan loh," ucap dokter
"Ta-tapi suaminya, ingin ikut masuk dok." ucap salah satu suster.
"Oh silakan Pak! mari ikut kami," ucap dokter.
Keduanya senyum dengan sumringah, lalu mereka bergegas ikut ke ruang persalinan.
Di luar ruang persalinan, orang tua Crystal, Nervan dan juga orang tua Verline sudah berkumpul.
Menjelang pagi. Dua tangis Bayi itu terdengar menggema di ruangan bersalin.
"Alhamdulillah ... akhirnya keduanya telah lahir." ucap serempak para orang tua.
"Ibu, Bapak! selamat ya, anak kalian perempuan, cantik lagi." ucap suster kepadanya Nervan dan Crystal.
"Alhamdulillah ... Putri Mas," ucap Crystal.
"Iya Sayang!" balas Nervan.
"Bapak, Ibu. Selamat! anaknya laki-laki," ucap dokter kepada Zafier dan Verline.
"Laki-laki dok, Alhamdulillah ...."
Akhirnya keduanya diazankan oleh ayahnya masing-masing. Setelah melakukan tindakan lanjutan, yaitu pembersihan si Ibu dan pembersihan si bayi, saat mereka sudah rapi, Kini semuanya sudah berada di ruang perawatan VIP. Mereka minta ruangan yang bisa merawat dua pasien.
Kebahagiaan, akhirnya kembali menghinggapi mereka. yaitu lahirnya dua pasang bayi dari keluarga Ryzer, Ryker dan cucu pertama untuk keluarga Verline.
"Beryl Allica Ryker' untuk nama Putri Crystal dan Nervan.
'Chashel Albian Ryzer' nama anak Zafier dan Verline
***
Beberapa tahun kemudian, Crystal sudah menjadi lawyer terkenal, ia mendirikan sebuah Firma hukum untuk orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan keadilan. Maka Crystal dan team akan membantu dengan cuma-cuma. Nervan yang mengucurkan dana, dari beberapa bidang perusahaan yang ia handle. Nervan mendukung penuh kegiatan positif sang istri.
Malam ini mereka kembali menikmati waktu berdua di sebuah Villa milik Nervan, anak-anak seperti biasanya di bawa Kakek dan Neneknya.
"Terima kasih untuk semuanya. Aku tidak menyangka, kita akan sampai di tahap ini. Jodoh, rezeki dan maut memang ditangan Tuhan. kamu yang dulu menjadi pangeranku, orang yang aku harapkan, ternyata tanpa sadar ia telah menemukan ku tanpa harus aku mencari. Terima kasih suamiku tersayang," ucap Crystal sembari mengecup tangan Nervan.
"Terima kasih kembali istriku, kamu memang Putri Luna yang ku cari selama ini. Betul Tuhan maha baik. Tuhan mempertemukan kita dengan cara-Nya di dalam ketidaktahuan satu sama lain. Kini orang yang kerap kali ku panggil anak kecil itu sudah memiliki anak. Dia adalah Ibu dari anak-anakku."
"Tentu Om," ledek Crystal, membuat mereka berdua tertawa. Akhirnya mereka berpelukan, menikmati semilir angin di malam itu. Mengenang kembali setiap langkah yang mereka lewati dari awal bertemu hingga kini. Semoga kebahagiaan selalu menyelimuti keluarga mereka, tanpa henti.
...-TAMAT-...
NB : Terima kasih para Readers Gemes kesayangan yang telah mengikuti Novel ini dari awal hingga tamat. Maaf jika kisah ini amat lama karena terbentur waktu. Maaf juga bila ada kesalahan kata, baik ucapan atau tulisan.
Jika ada kesamaan tokoh dan latar, mohon maaf, Author tidak bermaksud menyinggung ataupun merendahkan siapapun, itu hanya kebetulan semata.
Akhirul kata .... Wassalamu'alaikum warahmatullah...
...\=o\= Jakarta \=o\=...
...\= 08/02/2022 \=...
...15: 50...
__ADS_1
...Tertanda...