Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
34. Ikrar Cinta.


__ADS_3

"Sayang! please!" Nervan masih berusaha mengejar Crystal untuk menyelsaikan kesalah fahaman nya.


"Gak usah kejar aku Mas! kamu masuk sana!" tukas Crystal.


Nervan tidak menanggapi apapun. Dengan cepat ia sambar tangan Crystal. Mengejar Crystal adalah perkara mudah untuk Nervan, namun meluluhkan hatinya sedikit di ragukan.


Nervan menggendong Crystal, membawa nya kembali ke lantai atas.


"Mas lepas!" pekik Crystal.


"Tidak akan!" ucap Nervan dengan cuek.


"Lep--!"


Nervan menurunkan Crystal pada pijakan tangga. Lalu dengan cepat ia sandarkan Crystal di dinding, ia menahan tubuh Crystal agar tidak pergi, seterusnya ia kuasai bibir Crystal dengan permainan sedikit kasar.


"Mmmppp-- sa- mmpp... fuih! sakit Mas!" pekik Crystal setelah cumbuan kasar nya Nervan terlepas.


"Loh kenapa di lepas? bukan nya kamu suka? mari, aku akan mengabulkan permintaan mu, namun aku suka nya main kasar. Nih lihat, seperti video di dalam ponsel ini." Bisik Nervan penuh penekanan.


Lalu ia keluarkan ponsel nya dan ia memutar salah satu video blue film yang beradegan tidak manusiawi. Tangan dan kaki si perempuan di ikat, pemeran laki-laki nya memegang cambuk, lalu si wanita nya ia cambuk, ia tuang semacam ramuan yang membuat si wanita menjerit kesakitan. Barulah di setubuhi dengan sangat rakus dan kasar tanpa perasaan.


"Gak mau lihat!" ucap Crystal sembari memalingkan wajahnya.


"Lihat! kamu harus tahu selera suami kamu ketika di atas ranjang!" suara dingin Nervan.


Crystal pun mencuri pandang pada video tersebut. Dengan bergidik ngeri, ia telan Saliva nya dengan kasar. Jantung nya mulai bergaduh karena takut.


"Bagaimana sayang? apa kamu sudah siap?" Nervan tersenyum mengejek, lalu ia buka ikat pinggang nya agar lebih meyakinkan jika ia akan melakukan hal yang sama seperti di Video.


"Heem! karena saat ini, aku tidak memiliki cambuk! maka.... untuk sementara, mungkin ini dapat aku gunakan! seperti nya efek nya akan sama." Nervan mengangkat tangan kanannya yang sedang menggenggam ikat pinggang yang baru saja ia buka dari pinggang nya.


"Hoooo!" Crystal menutup mulutnya. Jantung nya tambah berpacu tidak keruan. Keinginan yang tadi menggebu, seketika menghilang berganti ke khawatiran.


"Bagaimana sayang? mmmuaaccchh!" Nervan menggantungkan sebuah ciuman di udara, layak nya bajingan.


"Tidak mau!" dengan tegas Crystal menolak, lalu dengan perlahan namun pasti, ia bergeser dan keluar dari himpitan tubuh Nervan.


Setelah melewati bawah ketiak Nervan, Crystal segera berlari ke lantai atas, masuk ke dalam kamar dan tidak lupa mengunci pintu, tujuan nya untuk menyelamatkan diri.


Crystal masih terbayang ngeri akan video tersebut. Andai ia ada di posisi itu. Maka apa yang akan terjadi. Ia bergidik ngeri. Crystal diam di atas tempat tidur dengan tubuh bergetar.


Nervan yang melihat kelakuan Crystal, ia hanya mengekeh geli. Ia pun membiarkan Crystal pergi, tanpa berniat menyusul nya.


"Cysa- Cysa! lihat, takut kan? ma'afkan aku sayang! terpaksa aku melakukan hal ini untuk sementara, agar kamu tidak mendesak ku terus, melakukan hal itu. Setelah mendapatkan restu dari orang tua mu, dengan senang hati, maka Aku akan membuat mu melayang bahagia. Mana mungkin aku melakukan hal sekeji itu. Andai kamu tahu, betapa sulitnya menjinakkan Dek Jhon. Hadduh!" Nervan duduk di pijakan tangga! ia menyugar rambut nya frustrasi.


Tidak berapa lama notifikasi chat nya berbunyi. Itu dari Rendra.


Rendra: "Gila lu Van! siang-siang begini, gue di suruh nyari adegan gak senonoh."


Nervan: "Ahahahh! halah .... tapi lumayan kan, bikin hareudang?"


Rendra: "Hed, Bos stress! seumur-umur, amit-amit, gue harus lihat video menjijikan macam itu. Lo tanggung jawab atas dosa nya ya."


Nervan : Ieh, ieh, kalau malaikat nanya, tenang saja .... nanti gue bantu jawab, gak ikut menanggung."


Rendra: Paijo! lo fikir contekan ulangan, bantu jawab doang. Lagian itu untuk apa sih, Van? jangan bilang, untuk bahan riset dan lo praktekan! adduh gak kebayang tuh Crystal dapat perlakuan seperti itu."


Nervan: "Ah, Bapak-bapak anak dua kepo!"


Rendra: "Gue serius nanya Van!"


Nervan: "Ia, buat riset dan akan gue praktekan! puas?"


Rendra: "Gila lu Van! sejak kapa lo memiliki penyimpangan seksual?"


Nervan tidak membalas chat dari Rendra. Ia teringat, sebelum berlari mengejar Crystal. Ia minta tolong kepada Rendra untuk mencarikan video adegan dewasa yang ekstrim. Entah dari mana, Rendra mendapat kan nya dengan cepat.


"Heh! berasa aneh! hanya ingin menjinakkan istri, harus main drama-drama an seperti ini," gumam Nervan.


Nervan beranjak dari tempat duduknya. Lalu ia berjalan ke lantai bawah. Duduk di sofa dan mulai membuka akun media sosial serta akun berita.Tujuan nya mencari berita tentang Crystal dan keluarga nya.

__ADS_1


"Gak ada yah! haduh, masa sih Cysa tidak memiliki akun media sosial." Gumam Nervan.


"Mungkin di ponsel Crystal yang berada di dalam tas kecilnya, terdapat akun medsos nya. O ia, kenapa aku baru sadar yah! ku lihat, ponsel itu bukan ponsel murah. Itu ponsel pintar keluaran terbaru, limited edition yang harganya mencapai puluhan juta." Nervan mengingat apa yang Crystal miliki dan ia kenakan saat pertama kali jumpa. Kini Nervan baru menyadari, bahwa Crystal bukan lah TKI seperti perkiraan nya.


"Astagfirullah! ogah pusing lah, tunggu hingga esok, mertua ku pulang! barulah Aku tahu, siapa mereka." Nervan bergegas naik ke lantai atas, tujuan nya menghampiri Crystal dan merayu nya agar tidak marah berkelanjutan.


"Cysa! sayang! buka pintu nya dong." Nervan mengetuk pintu berkali-kali dengan hati-hati.


"Tidak mau!" terdengar Crystal menjawab nya dengan tidak bersahabat.


"Sayang! aku minta ma'af, bukain dong! aku ingin tidur dan di peluk kamu." Bujuk Nervan.


"Aku bilang, tidak mau buka, pendengaran kamu, masih normal kan Mas?" teriak Crystal dari dalam.


"Alhamdulillah, masih normal koq. Sayang, tolong dong! buka pintu nya. nanti sore kita jalan ke kebun teh yuk!" Nervan masih berusaha membujuk Crystal


"Gak akan aku buka! pergi saja sana," teriak Crystal.


Nervan tidak mau membuang waktu, maka ia putuskan untuk naik ke balkon kamar nya dan masuk lewat jendela. Crystal tidak tahu, ada salah satu jendela yang Nervan dapat masuki.


Nervan naik ke loteng tempat menjemur pakaian! setelah nya ia turun perlahan melalui genteng dan menginjak pagar pembatas balkon. Nervan harus sehati-hati mungkin, agar tidak terjatuh.


Dengan lihai, tanpa mengeluarkan bunyi apapun, Nervan sudah berada di dalam kamar nya. Nampak Crystal sedang termenung memandang ke arah lain jendela.


"Hai sayang!"


"Aaaaaaa! pergi, siapa kamu?" Crystal berteriak ketika Nervan menyapa dan langsung memeluk nya dari belakang. Lebih mirip menyergap nya.


"Hust! ini aku!" pekik Nervan. Setelah Crystal menoleh, barulah ia tahu siapa yang sedang memeluk nya.


"Loh koq, Mas dapat masuk? pintu nya, kan sudah aku kunci." ujar Crystal.


"Aku tahu pintu nya kamu kunci dan kamu tidak mau membuka nya ....maka dari itu, aku menembus dinding!" ucap santai Nervan dengan mengecupi leher belakang Crystal.


"Gak percaya. Memang nya Mas makhluk halus." cetus Crystal.


"Astaghfirullah! bisa-bisa nya, suami tampan limited edition begini, di samakan dengan makluk halus." Goda Nervan.


"Narsis nya keterlaluan kamu Mas!" Crystal tersenyum.


"Uumm .... mana bisa, aku berlama-lama marah sama kamu." Crystal tersipu.


"Alhamdulillah. Terima kasih sayang!" Nervan tambah mengeratkan pelukannya.


"Mas, jawab aku! kamu masuk kamar ini lewat mana?" Crystal masih penasaran.


"Hiii. Itu, lewat jendela sayang!"


"Ya ampun, Mas! ide kamu konyol deh! kalau jatuh bagaimana?" tanya Crystal.


"Tidak sayang! aku memiliki perhitungan matang koq. Lagi pula, itung-itung latihan, siapa tahu, nanti ketika sudah bertemu dengan mertua ku. Mereka akan mengurung Putrinya dan tidak membiarkan aku menemui nya. Maka, jalan satu-satunya. Aku harus manjat jendela untuk menemui kamu." Ujar Nervan.


"Uunncch kamu so sweet deh! sudah ah, tidak boleh berfikir aneh-aneh. Takut menjadi doa. o ya Mas! ngomong-ngomong, kamu, tidak akan melakukan hal keji dan menjijikan seperti di video itu kan?" Crystal memberanikan bertanya.


"Iya sayang? loh memang nya Kenapa? seperti nya mengasyikkan!"


"ikh! gak mau! Mas, Aku mohon jangan lakukan itu yah! aku takut." permohonan Crystal kepada Nervan dengan mengatupkan kedua telapak tangan nya.


"Hmm.... hanya jika kamu mengakui cinta padaku dan janji tidak memaksakan agar aku menghamili mu sebelum mendapatkan restu dari orang tua mu! maka, aku tidak akan pernah melakukan hal keji seperti itu." Balas Nervan.


"Mana bisa begitu! harus nya yang menyatakan cinta itu, pihak laki-laki." ucap Crystal.


"Lalu, pesan kata Cinta ini, siapa yang ngetik?" tanya Nervan dengan menunjukkan kata-kata Cinta dari Crystal di pesan WhatsApp nya.


"Em! itu .... karena aku merasa terdesak, agar kamu mau menolong ku."


"Yakin?"


"Yakin Koq!"


"Kalau aku, mengatakan Cinta sama kamu! lalu apa tanggapan mu?" tanya Nervan.

__ADS_1


"Betul Mas?"


"Tentu saja!"


"Aku juga cinta sama kamu Mas!"


jawab jujur Crystal dengan malu. Kejujuran terpancar dari sorot matanya.


"Tapi, Aku bohong! ciee .... Cysa jatuh cinta pada Mas Evan yah! eh Mas Evan nya tidak cinta." Ledek Nervan.


"Mas! jadi kamu menjebak aku dengan pertanyaan konyol mu?" tanya Crystal dengan sarkas.


"Hu'uh!" jawab Nervan, santai.


"Mas, kamu tuh jahat banget sih sama Aku! ikh sumpah yah! Nervaaaaaaannn kamu tuh manusia paling jahat yang pernah aku temui. Aku benci sama kamu!" Teriak Crystal murka, karena merasa di bodohi.


Lalu ia melepaskan pelukan Nervan dan turun dari tempat tidur. Nervan dengan sigap menahannya dan menarik nya kembali duduk di pangkuan nya.


"Lepas Mas!"


''Tidak akan!"


"Aku tidak sudi di sentuh oleh mu!"


"Diam! dengarkan aku!" bentak Nervan. Itu sukses membuat Crystal terdiam dan matanya berkaca-kaca.


Crystal pun akhirnya diam dan Nervan mulai bicara dengan nada lembut.


"Hai sayang! maka nya dengarkan Aku dulu. Aku belum selesai berbicara tadi! Aku tidak cinta sama kamu, ia aku mengatakan itu. Namun harus kamu tahu! maksud nya, Aku tidak cinta sama kamu untuk saat ini saja. Ternyata Aku sudah mencintai kamu dari pertama kali tidur bersama, berpelukan dengan mu! dan Aku akan mencintai mu hingga seterus nya, tanpa ada batas waktu. Ma'afkan aku! aku mengakui, bahwa Aku Sudah kalah dalam taruhan cinta yang telah aku buat." Aku nya Nervan dengan tanpa keraguan.


"Mas! betul seperti itu? lalu kapan kita tidur bersama dan berpelukan untuk pertama kali nya, bukan nya baru-baru ini yah kita tidur bersama?" tanya Crystal.


"Hehe! ketika malam pertama kita resmi menjadi suami Istri. Malam itu, kamu sakit dan aku menemanimu tidur, karena kamu yang minta. Kita pun berpelukan hingga pagi. Rasa nya nyaman sekali tidur bersama mu dan memeluk mu. Ternyata aku jatuh cinta pada pelukan pertama." Nervan mengakui cinta nya dengan tersenyum malu-malu.


"Ya ampun! jadi Mas sudah pegang-pegang aku dari awal kita menikah?" Crystal terkejut mendengar nya.


"Hehe. Ma'af sayang! aku tidak tahan melihat tubuh polos mu!" aku nya Nervan dengan jujur.


"Lalu, kamu berbuat apa lagi?"


Nervan menyeringai salah tingkah, Setelah nya ia mengerucutkan bibirnya dan mangap-mangap mirip ikan sedang bernafas, sembari menunjuk ke arah dada Crystal.


"Astaghfirullah! kamu Mi*i ke aku, Mas?" tanya Crystal penuh selidik.


"Hehe ya begitulah! aku tidak tahan! Ma'af ya!" Nervan memohon dengan memelas.


"Heeemmm! ya sudahlah. Toh semua sudah terjadi! kamu juga suami Ku. Maka aku memaafkan mu, Mas!" seru lembut Crystal.


"Terima kasih sayang!" Nervan mengecup pipi Crystal. Lalu ia naik ke atas sofa. Nervan ber orasi di sana.


"Wahai Crystal, Istri ku! dengarkan lah Orasi cinta dari ku."


"Aku Nervan Abigail Skyner. Aku ingin menyatakan, bahwa! aku mengakui, sudah kalah taruhan cinta dengan mu! Aku jatuh cinta padamu dari sejak pertama menikah dengan mu. Maka dari itu .... mulai saat ini, aku adalah budak cinta mu! aku akan memberikan seluruh cinta untuk mu!" ucap Nervan dengan lantang.


"Mas!"


Crystal terharu mendengar Nervan mengakui cinta nya lebih mirip, ber orasi.


Crystal menghampiri Nervan. Lalu memeluk Nervan. rasa bahagia kini ia rasakan. "Mas ini sungguhan kan, Aku tidak sedang bermimpi?" tanya Crystal.


"Sungguh sayang! I Love you." ucap Nervan kembali dengan meyakinkan.


"I love you too Mas! kamu tidak perlu menjadi budak cinta untuk ku! kita akhiri kesepakan konyol itu. Aku pun mulai memiliki rasa cinta pada mu, keesokan pagi nya Mas! itu tanda nya kita jatuh cinta pada waktu yang bersamaan, hanya saja gengsi untuk mengakui nya. Maka dari itu, tidak perlu ada kata budak Cinta." Ujar Crystal.


"Baiklah! Aku berjanji, akan mencintai kamu sepenuh hati. Itulah Ikrar cinta ku padamu."


"Ikrar cinta kita berdua, Mas!"


"I LOVE YOU, CRYSTAL."


"I LOVE YOU TOO, MAS NERVAN."

__ADS_1


Mereka kembali berpelukan, merasakan kebahagiaan dari perasaan masing-masing. Di sore hari sejuk nya puncak. Maka terciptalah IKRAR CINTA mereka berdua.


Bersambung ....


__ADS_2