Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
76. Gaun Impian.


__ADS_3

Di rumah Nervan,


"Kak lihat! dari pantauan ini, Papi mengarah ke arah Sukabumi setelah dari Bandung sebelumnya." ucap Nervan ke arah Zafier.


"Sukabumi?" Zafier nampak berpikir, "oh, Villa yang Sukabumi, Van!" seru Zafier.


"Mam, ia kan ada Villa di Sukabumi?" tanya Zafier pada Maminya.


"Mm, sepertinya Kak! Mami lupa, seingat Mami. Sudah ada yang di jual ke temannya Papi. Bukankah Villa yang di Sukabumi ya?" tanya balik Mami. Nampak Akhtar terlelap nyaman dalam gendongan Verline.


"Iya betul Mam, ada Villa di sana dan memang sudah di jual. Aku sampai lupa. Akan tetapi apa yang akan Papi lakukan di Villa tersebut. VIlla milik orang lain lagi. Villa kita kan ada." ujar Zafier.


"Sudah dari tiga jam yang lalu, Papi stuck di sana Kak!" ucap Nervan, matanya pokus pada layar monitor di hadapannya.


"Kita berangkat ke sana malam ini Van! fix Papi Sepertinya menyembunyikan Cysa di sana. Setidaknya kita bisa memantau pergerakan mereka dari sana, lebih dekat. Kalau ada apa-apa lebih muda menjangkaunya." ujar Zafier.


"Baik kalau begitu Kak! lebih cepat lebih baik." balas Nervan.


"Haruskah Papi ikut bersama kalian?" tanya Papi Aarlic.


"Untuk sementara, Papi tetap di rumah ini, biarkan kami yang bekerja di sana, nanti setelah ada kabar baik, Papi akan kami kabari." tandas Nervan


"Baiklah!" balas Papi Aarlic.


Malam hari,


Nervan dan Zafier sudah dalam perjalanan menuju kota Sukabumi. Beberapa orang bayangan telah Nervan perintahkan ke Sukabumi terlebih dahulu.


Selain untuk memantau tempat Papi Harsyal, mereka pun diminta untuk mencari villa sewaan, dekat situ.


Keesokan harinya,


Betul saja, Papi Harsyal sudah memanggil para make-up artist untuk merias Crystal yang akan menikah hari ini.


Di Villa yang Nervan sewa. Dua orang suruhan Nervan yaitu mata-mata yang mengintai Villa tempat Crystal berada. Mereka baru saja masuk ke dalam Villa yang dihuni oleh Nervan dan Zafier.


"Apa yang kalian dapatkan?" tanya Nervan berwibawa.


"Beberapa orang make up artis baru saja memasuki Villa, menurut informasi, seorang Putri dari pemilik Villa akan menikah hari ini, di sebuah hotel." jawab salah satu orang Nervan.


"Brengsek!" ucap Zafier nampak emosi, "jadi betul, Papi akan menikahkan Cysa hari ini? orang macam apa ayahku itu?" mata Zafier mulai berkaca-kaca. Kulit wajahnya yang putih nampak memerah menahan amarah.


"Baik! terima kasih atas informasi dari kalian. Sekarang tolong cari tahu di hotel mana, mereka akan melangsungkan pernikahan dan kalian tambah orang untuk berjaga-jaga di sana. Lalu pesankan saya kamar hotel. Saya tidak mau terlambat datang ke pernikahan itu." ujar Nervan.


"Betul Van, kita harus menggagalkan rencana Papi menikahkan Crystal dengan laki-laki itu, tepat waktu! Kalau tidak. Maka bisa saja Kalian tidak akan bertemu lagi dalam waktu lama." Zafier ikut bicara.


"Ia, Kak!"


"Bergerak! tunggu apa lagi?" ujar Nervan pada para orangnya dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Ba-baik Tuan!" Orang suruhan Nervan pun, segera bergerak untuk melaksanakan perintah Tuannya.


Nervan dan Zafier mulai siap-siap untuk meninggalkan Villa dan menuju hotel yang sedang dilacak alamatnya.


Setelah menunggu lima belas menit. Para orang Nervan mengirimkan lokasi hotel yang akan di jadikan tempat untuk menikahkan Crystal.


Di dalam villa tempat Crystal,


"Aku tidak mau!" Teriak Crystal, ia yang masih memakai bathrobe menolak untuk di make-up.


"Tolonglah, bekerjasamalah dengan kami. Salah satu teman kami ditodong senjata di luar, Nona!" ucap salah seorang perias dengan mengiba.


"Apa?" Crystal terkejut, "bohong kalian!" seru Crystal dengan nada tinggi.


"Betul Nona! jika anda tidak percaya, maka lihatlah sendiri. Katanya sebagai jaminan, jika nona tidak mau di make-up. Maka teman kami akan di habisi." Tutur perias lainnya.


Crystal menghela napasnya berat, lalu ia mengembuskannya perlahan. "Papi betul-betul sudah tidak waras!" gerutu Crystal.


"Baiklah, silakan lakukan apa yang ingin kalian lakukan." Pada akhirnya Crystal pasrah, saat ini ia hanya mengharapkan keajaiban dari Tuhan, semoga Tuhan mengirimkan penyelamat untuknya, setidaknya masih ada waktu untuk pernikahan ini gagal.


Di saat yang sama, telepon Nervan berdering.


"Ya!" jawabnya Nervan, saat telepon sudah tersambung.


"Tuan, alamat yang kita cari sudah ditemukan. Kami telah mengirimkan alamatnya di share loc ponsel Anda. satu hal lagi, mereka akan melangsungkan pernikahan pukul sebelas siang dan setelahnya, mereka akan melangsungkan resepsi pernikahan di ballroom hotel, sekitar pukul tiga sore." jawab si penelpon.


"Baik! bagaimana dengan kamar yang saya minta?" tanya Nervan.


"Good, kalian standby  di sana. Tambahkan orang lagi, yang jago bela diri." perintah Nervan dibalik telepon. Mereka di ujung telepon sana, mengiakan. Telepon pun berakhir.


"Ada kabar terbaru, Van?" tanya Zafier.


"Ya, Kak! sepertinya Papi Harsyal akan menikahkan Crystal di sebuah hotel, alamatnya sudah dikirim melalui share loc. kita siap-siap ke sana Kak,  kita akan menunggu di sana. Aku sudah menyiapkan kamar hotel untuk kita melakukan pengintaian. pernikahan akan dilangsungkan pukul sebelas. Maka, kita harus bersiap tiba sebelum pukul sebelas, agar tidak terlambat menggagalkan pernikahan." Nervan begitu bersemangat.


"Oke berangkat sekarang saja. Aku akan mengambil barang-barangku dan berkas-berkas yang telah aku siapkan." ujar Zafier.


"Baik! Aku tunggu di mobil Kak! kita harus melakukan pergerakan sehati-hati mungkin. Jangan sampai mereka melihat keberadaan kita," kata Nervan.


"Yups!"


Zafier bergegas ke kamarnya di Villa tersebut yang baru di sewa satu malam itu. Ia secepatnya mengambil barang-barangnya, karena mereka tidak akan kembali ke Villa, Nervan pun bergegas ke depan, masuk ke dalam mobil. Ia menutup dirinya serapat mungkin, menutupi wajahnya dengan topi dan juga masker kesehatan.


Zafier yang keluar dari Villa pun, melakukan hal yang sama dalam menutupi dirinya. Setelah siap, mereka segera meninggalkan Villa tersebut. Tujuannya tentu saja hotel yang ada di alamat Map.


Di Villa lain,


Crystal sudah rampung dirias, ia nampak cantik dengan riasan natural yang tidak berlebihan namun, memancarkan aura kecantikan Crytal yang nampak glowing.


"Silakan untuk mengenakan gaun pengantin Anda Nona!" pinta salah satu team make-up.

__ADS_1


Crystal hanya mengangguk dan ia menghampiri gaun yang sudah berada dan terbentang di atas tempat tidur.


"Gaun impianku dari kecil. Papi ternyata masih ingat! akan tetapi aku ingin mengenakan gaun ini dalam pernikahan dengan pangeran penyelamatku. Orang yang aku cintai saat ini, suamiku!" gumam Crystal, "namun, saat ini aku akan mengenakan gaun ini bukan dalam pernikahan impianku dan dengan orang yang tidak aku cintai."


Crystal menghela napasnya pelan. "Akan tetapi, mengapa aku harus menikah dengan orang lain? bukankah ini tidak dibenarkan? aku memiliki suami. Tolong Hamba Ya Rabb. Berikan pertolongan kepada Hamba ya Allah!" doa Crystal di dalam hati.


Akhirnya dia terpaksa memakai gaun pengantin tersebut. Tiga puluh menit kemudian, Crystal sudah siap. Sebetulnya ia tidak ingin mematut dirinya di cermin, dia sudah tidak peduli dengan tampilannya.


Akan tetapi para perias memaksanya agar Crystal melihat dirinya di dalam cermin. Nampak penampilannya begitu anggun dan cantik. Di area dadanya terlihat padat, ditambah air Asi yang tidak dihisap membuatnya tambah mengeras.


Setelah Crystal sudah rapi, para orang suruhan Papi Harsyal membawa Crystal ke sebuah hotel yang sudah di persiapkan. Papi Harsyal dan Gibran beserta keluarganya, sudah menunggu di hotel tersebut.


Tempat resepsi pernikahan akan diadakan di sebuah kamar hotel dan di ballroom hotel sudah dihias sedemikian rupa untuk acara resepsi. Papi Harsyal betul-betul tidak memberitahukan istrinya tentang hal ini.


Mami Angelita merasa dibodohi karena sudah tidak dihargai lagi oleh sang suami. Ia sudah tahu kabar tentang persiapan pernikahan Crystal dari Zafier. Bahkan Zafier sempat mengambil beberapa foto ruang resepsi yang dikirim dari orang Nervan dan ia kirim kembali kepada Maminya.


Mami Angelita menangis di rumah Nervan. Ia merasa telah dikhianati oleh suaminya. Papi, Mami Nervan serta Verline berusaha menenangkannya.


Pukul sebelas kurang, detik-detik acara pernikahan akan segera di langsungkan. Penghulu dan saksi sudah hadir. Nervan sempat melihat Crystal tadi, sewaktu hendak masuk ke kamar Hotel.


Nervan sempat terpesona akan kecantikan Crystal yang menawan. Aura Crystal terpancar indah, keanggunannya terlihat jelas ia dari kalangan kelas atas. Crystal betul-betul terlihat bahwa ia adalah putri dari seorang milyuner.


"Van! kita bersiap. Mereka telah memasuki kamar hotel, sepertinya beserta penghulu dan para saksi." ucap Zafier.


"Baik Kak! kita harus melumpuhkan dahulu orang-orang yang berjaga di depan pintu kamar," balas Nervan.


Zafier mengangguk. Nervan berbicara dengan orangnya melalui wireless headset yang terpasang di telinga. Ia memerintahkan agar mereka bersiap untuk melakukan penyerangan.


Tidak berapa lama, Nervan dan Zafier beserta para orangnya, sudah mulai mengendap mendekati orang-orang Papi Harsyal.


Bukh! Nervan berhasil melumpuhkan satu orang dengan memukul leher orang tersebut.


Bukh!


Bukh!


jgred!


Orang Papi Harsyal terkapar. Zafier segera menelpon Polisi terdekat dari lokasi. Kebetulan ia memiliki teman yang bertugas di sana dan tidak jauh dari tempat itu.


Di dalam kamar hotel,


kecemasan nampak di wajah Crystal. Papi Harsyal sumringah. begitupun dengan Gibran yang terlihat tersenyum, sembari melirik Crystal sesekali.


Setelah penghulu membaca Basmallah dan doa, dia mempersilakan Papi Harsyal menjabat tangan Gibran.


Papi Harsyal menjabat tangan Gibran, lalu ia mengucapkan ijab sebagaimana ayah akan menikahkan putrinya.


Setelah Papi, selesai mengucapkan ijab, maka kini giliran Gibran mengucapkan bacaan qobul. Percobaan pertama gagal, karena Gibran lupa nama lengkap Crystal. Lalu setelah di beritahu, ia mencoba kembali.

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Crystal Lunara Ryzer, binti Harsyal Ryzer dengan Mas kawin ...."


Bersambung ...


__ADS_2