Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
26. Dek Jhon dan Nduk Jhen.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Crystal sudah sembuh, setelah melalui pengobatan dan serangkaian perawatan selama tiga hari di rumah sakit.


"Sayang, kamu di mana? Aku pulang nih!" Nervan baru saja pulang dari bekerja. Saat ini Crystal berada di rumah orang tua Nervan.


Papi Nervan yang meminta mereka kembali ke rumah nya setelah dari rumah sakit. Papi Nervan khawatir Nervan akan kembali menyakiti Crystal.


Padahal Nervan telah bersumpah dan berjanji akan memperlakukan Crystal dengan baik dan menjadi suami sungguhan walaupun mereka belum saling mencintai.


Nervan, akhir nya jujur kepada sang Papi. Bagaimana awal mula bertemu dengan Crystal hingga ia menikahi nya. Tentu saja dengan sebuah kesepakatan, mereka akan merahasiakan kejadian itu pada Mami nya.


"Mas Evan sudah pulang?" tanya Mbok Mah yang baru saja masuk dari arah belakang.


"Iya Mbok! Cysa di mana ya Mbok?" tanya Nervan.


"Non Cysa baru saja masuk kamar, dari tadi di halaman belakang bersama Mbok dan Mbak Asih. Mungkin saat ini sedang mandi," jawab Mbak Mah.


"Baik! Evan ke kamar, terima kasih Mbok." Setelah ucapan terakhir nya Nervan menuju kamar nya dengan sumringah dan bersiul senang.


Nervan membayangkan Crystal sedang berendam di dalam bathtub tanpa sehelai penutup pun. Nervan sudah beberapa kali melihat tubuh indah Crystal tanpa busana. Ketika ia sakit. Nervan selalu membantu nya, membersihkan tubuh dan menggantikan pakaian Crystal.


Ketika itu, dengan terpaksa, Nervan harus menahan dek Jhon yang selalu berdendang sendiri dan harus bersabar, ia sadar Crystal sedang sakit.


"Yah di kunci!" gumam Nervan. Saat ia buka pintu kamar nya ternyata di kunci. Fikiran nya Nervan sudah di kamar mandi. Namun ia tidak dapat masuk dengan segera. Padahal ia ingin secepatnya berendam berdua Crystal.


"Kunci cadangan! ah ada di ruang kerja, Papi." Nervan bergegas mencari kunci cadangan. Setelah beberapa detik mencari. Kunci itu di temukan.


Nervan bergegas kembali dan membuka pintu. Apes! lagi-lagi kunci tidak dapat di buka, karena terhalang kunci yang berada di dalam.


Nervan yang cerdas tentu saja sudah sangat lihai cara menjatuhkan kunci yang ada di dalam. Kertas lebar ia taruh di bawah pintu agar saat kunci ia jatuhkan tidak menimbulkan gemerincing logam di lantai.


Pluk! kunci yang ada di dalam pun jatuh ke lantai.


"Yes berhasil!"


Nervan segera membuka pintu, senyum mesum dan bahagia bercampur, saat ia lihat pakaian Crystal berserakan di dekat pintu kamar mandi. Nampaknya Crystal membuka pakaian nya di luar kamar mandi dan tidak langsung merapikan nya.


"Cysa. Mas tiba!" seringai nya. Setelah mengunci kembali pintu kamar. Dengan cepat Nervan memereteli pakaian nya. Hingga menyisakan underwear nya saja.


Jantung nya mulai ber talu-talu, ia merasa seperti Jaka Tarub yang sedang mengintip bidadari mandi di sungai dan akan mengambil selendang milik salah satu bidadari agar tidak kembali ke khayangan.


Ceklek!


Ternyata, pintu kamar mandi tidak di kunci. Mata Nervan langsung tertuju ke arah bathtub. Ia tersenyum sempurna saat sosok Crystal nampak relaks di sana berendam air susu dengan wewangian aroma teraphy.


Nervan menghampiri Crystal dengan jalan perlahan lebih ke mengendap. Jantung nya makin kencang dan ber talu-talu seperti tabuhan kendang nya Upin Ipin.


"Sayang!" panggil halus Nervan. Namun Crystal tidak bereaksi. Nervan tertegun sejenak. Ia melihat headset menyumbat telinga Crystal. Pertanda Crystal sedang mendengarkan musik.


Saat Nervan dekati, nampak nya Crystal tertidur. Pantas tidak ada reaksi apapun, saat Nervan memanggil nya. "Sayang, koq kamu tidur di sini?" tanya pelan Nervan.


Ia mencoba masuk ke dalam bathtub, memposisikan diri nya berada di belakang Crystal. Hingga Crystal yang terlelap pun terkejut. "Aaaaaa .... hmmpppfff!"

__ADS_1


Nervan refleks memblokir bibir Crystal menggunakan bibir nya, agar tidak berteriak. Seperti nya Crystal betul-betul terkejut, Crystal baru sadar saat Nervan langsung memblokir bibirnya dengan lembut.


"Maaf Sayang! kamu terkejut yah?" tanya lirih Nervan. "Bukan main Mas, ya ampun! aku fikir laki-laki lain. Mas harus tanggung jawab nih, jantung ku hampir lepas rasanya."


Nervan menempelkan telapak tangan nya di dada Crystal. Debaran jantung Crystal masih lah terasa berdetak kuat. Sekuat dek Jhon nya Nervan yang juga berdenyut dan mengembang sempurna bagai di tabur permifan (Donat dong🤣).


"Baik aku akan tanggung dan jawab, memang Mbak Cysa sudah hamil berapa bulan?" tanya ngaco Nervan karena jahil.


"Mas bercanda deh! mana ada aku hamil! berhubungan dengan laki-laki mana? suami nya kan belum Pernah menjamah nya," jawab Crystal dengan kejahilan juga.


"Uuu kasihan, masa istri cantik begini di anggurin, bagaimana Kalau saya saja Mbak yang menjamah?" tanya mesum Nervan dengan tangan yang sudah menjelajahi tubuh indah Crystal.


"Ngarep!" pekik Crystal dengan mencubit dada kencang nya Nervan.


"Ya dong ngarep banget! Sayang, Dek Jhon aku kasihan nih, pingin bertemu Nduk Jhen," goda Nervan dengan menyesapi leher belakang Crystal.


"Lokh bukan nya Mas Evan anak tunggal? Koq sekarang punya adik bernama Jhon. Nah itu Jhen siapa lagi?" tanya serius Crystal.


"Adduh!"


Nervan tepuk jidat. Ternyata Crystal tidak mengerti akan maksud nya, tentang Jhon dan Jhen.


"Iya, Mas memang anak tunggal. Jhon itu istilah untuk pusaka nya aku dan Jhen untuk itu mu."


Crystal makin bingung. "Mas,apa lagi makna dari 'itu'?" tanya Crystal dengan tatapan polos nya.


"Emmm ....Kue serabi! Aku sedang ingin kue serabi milik mu." Ucap asal Nervan.


"Aku tidak membuat kue hari ini Mas, apalagi kue serabi. Kalau Mas mau, nanti beli saja. Bukan nya di ujung jalan komplek ada yang jual yah!" tanggapan Crystal dengan serius. Ia fikir kue yang sesungguhnya.


Kata-kata Nervan makin terdengar ngaco dan tidak jelas.


"Mas bicara nya plin plan, gak jelas banget sih!" ucap Crystal sembari bersandar Santai pada tubuh Nervan.


Tubuh Nervan makin panas bergelora rasanya, Crystal tidak juga peka dengan kode yang ia bicarakan.


"Sayang! maksudnya, aku ingin menjamah kamu. agar si Nduk Jhen dan Dek Jhon saling berkenalan. Ini Jhon dan ini Jhen," Nervan menarik tangan Crystal agar meraba bagian bawah nya yang sudah menantang. Serta ia pun meraba bagian bawah Crystal.


"Hem. Mas! ada ada saja, masa nama nya itu!" Crystal tertawa kecil karena malu.


"Nah, sekarang mengerti kan?" tanya Nervan memastikan.


"Mas! kamu lupa?"


"Yah! lupa apa?"


"Lokh Mas! kamu kan tadi telepon aku, agar siap-siap untuk menjemput Mami. Kan Mami akan pulang dari rumah sakit sore ini," ucap Crystal.


"Ya ampun, koq aku bisa lupa! masih ada waktu satu jam, main dulu yah! sudah nanggung nih." Bujuk Nervan.


"Mas! nanti malam saja yah!" pinta Crystal dengan memelas.


Nervan berpikir sejenak. Lalu ia tersenyum dengan memandang wajah Crystal, membuat perasaan Crystal menghangat.

__ADS_1


"Janji yah malam ini!" ucap Lembut Nervan sembari memeluk nya. "Janji!" jawab Crystal.


Akhirnya mereka pun hanya mandi dan membersihkan tubuh dari busa sabun.


**


"Sudah siap?" tanya Nervan dan menghampiri Crystal yang sedang memoles akhir makeup pada wajah nya.


"Sudah Mas! mari berangkat." Ajak Crystal.


"Sayang? kamu hanya akan menggunakan itu? aku tidak izinkan, itu terlalu meng ekspos tubuh dan kulit mu!" Protes Nervan karena melihat Crystal hanya menggunakan atasan lengan pendek dan celana pendek.


Beberapa waktu lalu, memang Nervan yang memilihkan pakaian itu beserta pakaian lain dan juga membelikan ponsel baru untuk Crystal. Namun pakaian itu hanya untuk Crystal kenakan di dalam rumah ketika bersama nya.


"Tidak Mas! nanti aku pakai blazer panjang koq! tenang saja, aku sudah tobat untuk tidak memakai pakaian terbuka ketika di luar. Seperti yang Mas Inginkan!" balas Crystal.


"Syukurlah! terima kasih sayang! walaupun sedikit keras kepala, ternyata, kamu istri yang manut terhadap keinginan suami nya!" Nervan merasa terharu. Ia langsung memeluk Crystal.


"Kan, Mas menganjurkan kebaikan. Maka aku akan menuruti keinginan baik itu. Sudah mari berangkat."


Cup! Nervan mengecup dalam dahi Crystal dengan perasaan yang mendalam.


"Kamu cantik sekali sayang," puji Nervan dengan memandang lembut wajah Crystal.


"Terima kasih Mas! kamu juga tampan." Puji balik Crystal, sembari mengelus lembut Wajah Nervan. Membuat Nervan tidak tahan untuk menggeluti bibir Crystal dan di sambut baik oleh Crystal.


**


"Alhamdulillah, Mami sudah di perbolehkan pulang!" ucap Crystal yang duduk di samping Mami nya Nervan.


Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang, setelah menjemput Mami nya Nervan dari rumah sakit. Nervan yang mengemudikan mobil dan Papa Nervan duduk di sebelah nya.


"Iya sayang! Alhamdulillah, bagaimana keadaan kaki mu?" tanya Mami Nervan.


"Sudah membaik Mih!" jawab Crystal dengan tersenyum.


"Pih, Mih! Setelah Evan mengatar ke rumah Papi. Evan dan Cysa langsung pulang ke rumah Evan yah! besok kami kembali ke rumah Papi dan Mami." Nervan bersuara di sela kemudi nya.


"Yah koq pulang? Mami ingin di temani Cysa!" nada kecewa dari Mami Nervan.


"Besok kami akan kembali ke sana koq Mih, Mami banyak Istirahat yah!" bujuk Crystal. Ia faham dengan apa yag Nervan fikirkan, sehingga harus pulang ke rumah nya.


"Sudah beberapa hari ini rumah Evan kosong Mih!" Jawab Nervan.


"Ekhem!" Papi Nervan hanya berdehem dalam menanggapi obrolan Nervan.


"Pih!" Nervan nampak memelas kepercayaan dari Papi nya.


"Berbuat aneh lagi, awas kamu yah! Papi akan lempar Cysa ke Tio." Ucap pelan Papi Nervan, bernada ancaman.


"Enak saja! di fikir makanan di lempar ke Tio. Evan janji Pih! Evan butuh waktu berdua Cysa, untuk hubungan yang lebih baik." gumam Nervan kembali.


"Kalian bisik-bisik apa sih! Pih, Van?" tanya Mami nya Nervan. Membuat Ayah dan anak itu terkejut dan salah tingkah.

__ADS_1


"Aam, tidak!" Jawaban serempak, mereka berdua.


Bersambung ....


__ADS_2