
"Papi dan Mami jahat! tuh kan Mas, kamu tahu sendiri. Kemarin mereka yang berjanji akan pulang, namun apa? nyata nya mereka tidak jadi pulang dan malah pergi ke London! hiks hiks."
Sudah hampir satu jam, Crystal menangis dalam pelukan Nervan, di dalam mobil yang Nervan parkir di bawah pohon rindang yang ada di bahu jalan perumahan Kawasan tempat orang tua Crystal tinggal.
"Sayang! sudah dong. Mas ikut sedih nih kalau sayang begini. Mungkin memang ada hal penting yang tidak dapat di tunda. Maka nya orang tua mu malah pergi ke London, ketimbang pulang." Bujuk Nervan.
"Tapi mereka jahat! Aku tidak mau bertemu mereka lagi." Ancam Crystal.
"Sayang! tidak boleh seperti itu, bagaimana pun, mereka orang tua mu," ucap Nervan dengan lembut.
Crystal dan Nervan sebetulnya hendak berkunjung ke rumah orang tua Crystal untuk memohon restu. Namun informasi dari Art nya ketika Crystal menelpon ke rumah. Ternyata orang tua Crystal membatalkan kepulangan mereka dan malah terbang ke London, karena ada pekerjaan yang harus segera di selesaikan.
"Maaf Mas, kamu gagal bertemu mertua mu. Aku mau ketemu Mami Mas Evan saja! Aku ingin memeluk Mami." ucap Crystal di sela Isak tangis nya.
"Sudahlah sayang, masih ada lain waktu. Boleh! tapi Mas ke kantor dulu sebentar, kamu ikut ke kantor dulu gak apa-apa kan?" tanya Nervan setelah Crystal tenang.
"Ia Mas, Aku mau ikut ke kantor Mas Evan. Jadi Aku bisa tahu kantor Mas."
"Ok, sayang ku." Ujar Nervan. Ia kembali menjalankan mobilnya dengan tersenyum ke arah Crystal.
"Mas!"
"Ya, sayang."
"Mmmm .... setelah Aku tahu kantor nya Mas. Gimana kalau mulai besok, Aku antar makan siang untuk Mas, boleh?" tanya Crystal.
"Tentu boleh dong sayang. Malah aku akan sangat senang." ucap Nervan dengan senang.
Setelah menempuh dua jam perjalanan, akhir nya mereka pun sampai di kantor Nervan.
"Wah Kantor kamu bagus Mas, nyaman. Andaikan saja Aku Sudah resmi menjadi lawyer. Aku pun akan memiliki kantor sebagus kantor Mas Evan." Celoteh Crystal.
"Kamu akan memiliki nya nanti, aku akan membiayai pendidikan lanjutan untuk menjadi lawyer handal." Bisik Nervan di telinga Crystal, sembari memeluk nya dari belakang.
"Sungguh Mas?" tanya Crystal.
"Sungguh, Sayang! Aku gak nyangka, anak kecil galak, bawel dan bar-bar serta bertindak serampangan, ternyata seorang sarjana Hukum." Ujar Nervan dengan menarik Crystal duduk di pangkuan nya, yang kini sudah bersandar manis di kursi kebesaran nya.
"Ikhh Mas apa sih! masih saja bilang aku anak kecil." protes Crystal.
"Hehe ... Aku suka ketika melihat wajah mu yang masih mirip ABG." Ucap Nervan dengan tersenyum.
"Mas!"
"Yah!"
__ADS_1
Crystal merasa terharu. Kemudian ia memanggil Nervan dengan lembut. Cup! satu buah kecupan mendarat di pipi Nervan.
Nervan yang merasa terbuai, lalu ia kecup bibir Crystal dan Crystal pun membalas nya. Perpaduan saling melengkapi dan menuntut pun akhirnya terjadi. Cukup lama mereka saling mengecap bibir.
"Wei.... yang lagi pacaran! sadar sikon lah Broo!" tiba-tiba saja Rendra masuk begitu saja dan membuat Crystal serta Nervan gelapan karena terkejut.
Terlebih saat ini posisi Nervan sedang menyusup di bagian dada Crystal yang sudah terbuka. kata Nervan itu Vitamin siang nya Setelah tadi pagi pun di beri Vitamin oleh Crystal.
"Upin! balik badan gak Lo!" teriak Nervan sembari mendekap Crystal.
"Udah kali." Balas Rendra yang memang sudah membalikkan tubuh nya membelakangi Nervan dan Crystal dari awal ia melihat kelakuan mereka berdua.
Rendra yang memang sudah menikah, ia tidak mau kepo urusan mereka berdua, apalagi Rendra faham, saat ini Nervan sedang dalam posisi bucin bucin nya, jomblo bertahun lamanya, tidak menutup kemungkinan Nervan sedang dilanda mesra-mesra nya kepada Crystal.
"Mas! aku malu." Bisik Crystal.
"Hehe! tidak apa-apa, posisi kamu membelakangi Rendra koq. Baiklah,kamu naik ke atas dulu, di atas ada kamar dan ruangan kecil lain nya. Istirahat di sana ya. Seperti nya Upin memiliki urusan penting dengan ku." Pinta Nervan, tangan nya sibuk mengancingkan Kembali kemeja Crystal yang ia buka.
"Baik Mas! aku ke atas." Balas Crystal dengan tersenyum dan memeluk Nervan sekali lagi.
Setelah nya ia beranjak dari pangkuan Nervan.
"Setelah urusan ku selesai, nanti aku menyusul mu." Ujar Nervan.
Crystal hanya mengangguk dan tersenyum, Setelah ia rasa Pakaiannya rapi sehabis di obrak abrik Nervan, Crystal pun naik ke tangga yang masih ada di dalam ruangan tersebut. Sebelum nya ia menyapa Rendra.
"Gini Van! gue sudah menolak dan membatalkan kerjasama antara suami nya Diandra." Jawab Rendra.
"Ho'oh lalu?" tanya Nervan Kembali.
"Lalu .... Lo gak marah?" tanya Rendra.
"Lho kenapa harus marah! harus nya gue berterima kasih sama Lo. Karena sudah ikut andil menyelamatkan hidup gue dari bahan masalah. Setidaknya, gue gak akan bertemu dengan Diandra kembali." jawab Nervan.
"Alhamdulillah! lega gue! awalnya gue fikir, lo akan marah." ucap Kelegaan dari Rendra.
"Gak lah!" ucap santai Nervan dengan memainkan ponselnya. ia sedang menatap wallpaper di ponsel nya, yang Crystal pasang beberapa jam lalu. yaitu photo Crystal dengan dirinya.
"Tapi, proyek ini akan tetap berjalan Van!"
"Maksudnya?" Nervan tercekat dan menghentikan aktivitas jari-jari nya dari layar ponsel serta mengalihkan pandangan matanya Kepada Rendra. Menatap nya tajam dan tidak berkedip.
"Hemm!" Rendra menelan saliva nya kasar. Setelah tahap pertama dari pembicaraan mereka, Nervan terlihat santai, namun tidak untuk kali ini.
Rendra penuh waspada. Ia menarik nafas nya dalam, menghembuskan nya perlahan. Untuk masalah pekerjaan, Nervan tidak akan memandang Sahabat atau kerabat, jika berbuat kesalahan.
__ADS_1
"Jadi.... gini Van, kesepakatan gue dan Rendy, projects ini tetap berjalan, dalam kendali Tio dan Rendy! namun masih atas pengawasan SKYNER Group Karena kita yang akan mengucurkan dana untuk mereka. Jadi keuntungan masih kita dapatkan, dengan laba projects Fifty-Fifty Van!" Ujar Rendra.
Nervan nampak manggut manggut dan sedang berfikir.
"Gue gak setuju!" ucap Nervan tiba-tiba.
"Oh ok Van, Sorry! jangan marah. Nanti gue batalkan kerjasama nya," Rendra nampak pasrah di balik kecewa nya.
"Maksud gue! gak setuju kalau Fifty-Fifty! SKYNER ambil dua puluh lima persen saja dan sisanya yang tujuh puluh lima persen, hak Tio dan Rendy. Gue ingin memberikan kesempatan pertama kepada Tio, untuk menghandle projects yang cukup besar. Kita harus maju sama-sama. Suruh mereka bergabung di gedung timur PT. SKYNER TEXTILE. Biarkan mereka melakukan finishing dan pengepakan Ekspor nya dari sana. Jadi suami Diandra gak akan curiga, kalau SKYNER Group yang membayangi mereka." Ujar Nervan yang membuat mata Rendra berbinar senang.
"Ok Van! thank you. Memang lo the best, masih memikirkan kemajuan saudara nya. Kalau begitu, gue kabari Tio dan Rendy sembari meeting kecil. lo santai saja sama Cysa. Urusan kerjaan untuk hari ini, beres ditangan gue deh!" ucap Rendra.
"Ahaha ..... tau saja Lo, apa yang gue inginkan," ucap Nervan.
"Tau dong! kan gue sendiri yang mendoakan Lo agar kena Syndrom bucin. Alhamdulillah.. tuh gak lama, langsung di ijabah sama Allah." ujar Rendra sembari cekikikan.
"Iya benar. Memang di hari yang sama, ketika lo berdoa itu. Gue bertemu Cysa untuk pertama kalinya." Nervan membetulkan di mana Rendra berteriak kepada nya mendokan kena syndrom bucin dan betul saja kini doa nya terkabul.
Setelah mereka tertawa bersama, Rendra pamit untuk melanjutkan pekerjaan nya dan Nervan naik ke lantai atas menyusul Crystal.
"Sayang!" panggil Nervan. "Sayang!" Namun tidak ada jawaban.
Nervan masuk ke dalam kamar yang tidak begitu besar namun nampak nyaman untuk dirinya melepas penat di sela pekerjaan nya yang menumpuk.
"Hehe, bobo yah!" rupanya Crystal tertidur dengan ponsel menutupi wajahnya, posisi nya masih agak menyandar di dikepala dipan.
Setelah membuka kemeja nya dan menyisakan kaus dalaman yang agak tipis, Nervan membetulkan posisi Crystal dengan berbaring.
"Mas! maaf aku ketiduran," Crystal terusik ketika Nervan membetulkan posisi nya.
"Tidak apa-apa sayang! pasti kelamaan kan nungguin aku?" Nervan naik ke tempat tidur dan merebahkan diri nya bersebelahan dengan Crystal.
"Mas mau bobo? ya sudah bobo saja, aku temani. Nanti mau di bangunkan pukul berapa?" tanya Crystal.
"Tidak! aku hanya ingin rebahan di temani kamu." Ujar Nervan.
"Baiklah! oh yah koq bisa ada tempat ini Mas! lucu, mirip tempat bersembunyi." tanya Crystal.
"Hehe. Ini tempat aku beristirahat di kala penat bekerja. Sebelum aku menikah dengan mu, aku jarang pulang. Sering nya aku menghabiskan waktu di sini. Terlebih jika produksi sedang meningkat. Aku harus tetap stay!" jawab Nervan.
"Ya ampun Mas! di saat orang lain, seusia kamu lebih memilih bersenang senang dengan uang yang mereka miliki. Kamu malah lebih memilih bekerja siang dan malam?" tanya Crystal merasa Iba.
"Hehe.... Aku pun pernah di posisi menghamburkan uang!" jawab Nervan dengan tersenyum miris.
Crystal merasa terkejut. Lalu ia mengambil posisi duduk dan Nervan pun ikut duduk, lalu ia menarik Crystal untuk duduk merapat pada tubuh nya.
__ADS_1
"Sungguh Mas?" Crystal tidak percaya.
"Bersambung ....