Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
61. Hanya Frustrasi


__ADS_3

"Dek... kamu kenapa sih? sudah Kakak katakan, jaga diri dan calon bayi mu. Nakal sekali deh!" Zafier memeluk Crystal. Ia sedikit marah namun, masih terdengar memanjakan Crystal dari nada suaranya.


Tadi Zafier sampai ke rumah setelah melewati tiga puluh menit perjalanan dengan di antar oleh Verline. Ia langsung menghampiri Crystal dan memeluknya. Crystal baru saja di obati oleh dokter.


"Maaf Kak! aku hanya ingin makan pasta buatan Mas Evan." Crystal menangis seperti anak kecil di dalam pelukan Zafier.


"Iya Dek, tak seharusnya kamu bertindak bodoh." ucap Zafier, "baik, sekarang Kakak panggilkan Suamimu agar datang ke sini," ujar Zafier.


"Betul Kak?" tanya Crystal dengan sumringah. Zafier mengangguk dengan tersenyum, "lalu, jika Papi...?"


"Itu urusan Kakak. Yang penting kamu makan, dan bertemu Nervan." Ujar Zafier. "Honey, aku titip Cysa sebentar, mau menghubungi Nervan." Pinta Zafier pada akhirnya terhadap Verline.


"Tentu, Honey." Zafier bernegosiasi dengan para bodyguard sang Papi. Memohon agar mengizinkan Nervan datang hanya untuk kali ini saja.


Crystal dan Verline menyaksikan perjuangan laki-laki yang sama-sama mereka sayangi, mengacak rambut frustrasi pada akhirnya. Sepertinya negosiasi tidak berhasil. Bodyguard sang Ayah begitu setia pada Bos-nya.


Bugh!


Zafier meninju salah satu Bodyguard itu. Ia melampiaskan amarahnya. "Demi uang, hingga kalian tidak memiliki hati. Bangsat!"


Bugh!


Bugh!


Zafier kembali melayangkan tinjunya pada dua orang Bodyguard lainnya.


"Gue mau, lo pada mengikuti instruksi gue sekarang! atau Cysa gue bawa pergi dan nasib kalian akan memprihatinkan di tangan Papi!" ancam Zafier dengan geram.


Para Bodyguard itu serba salah. Mereka saling melirik, ketua Bodyguard-pun menelan Saliva-nya kelu. Ia tahu bagaimana perangai Sang Tuan, ia memiliki dua sisi manusia. Sisi yang terkenal jahat bak iblis dan sisi baik bak malaikat.


"Rupanya Sang Bodyguard masih memiliki hati. Akhirnya mereka mengizinkan Untuk Nervan masuk ke rumah itu, dengan syarat Sang Tuan besar jangan sampai tahu.

__ADS_1


Zafier tersenyum senang, setelah memastikan Sang Papi tidak akan tahu tentang Nervan yang datang ke rumah tersebut, maka Nervan pun di telepon Zafier agar segera datang ke rumah mereka.


Setelah hampir tiga puluh menit, Nervan pun tiba di rumah Papi Harsyal dengan di sambut kebahagiaan oleh Crystal.


Sedangkan Zafier yang mengeluh masih tidak enak badan, istirahat di kamarnya. Di temani oleh Verline.


Zafier membiarkan Nervan dan Crystal menikmati waktu berdua di rumah itu, dengan memberikan uang kepada para bodyguard dan Art untuk menikmati waktu bersantai sejenak.


"Sayang, aku tidak mau lagi mendengar kamu bertindak bodoh seperti ini. Aku tidak ingin kamu menyakiti ataupun melukai dirimu."


Tatapan Nervan begitu tulus, dengan menggenggam tangan Crystal. Kini keduanya sedang menikmati sore di sisi kolam renang. Setelah sebelumnya Nervan membuatkan pasta yang di inginkan Crystal.


"Maafkan Aku Mas! aku hanya frustrasi, pada awalnya aku hendak mengancam mereka, agar mereka memanggil Mas Evan. Akan tetapi malah betulan, tanganku tersayat silet."


"Ya sudah, yang sudah jangan pernah di ulang. Kamu sabar ya, aku akan mengusahakan agar Papi mu mau memaafkan Papi ku dan dapat menerima pernikahan kita." Nervan memeluk Crystal.


"Aku janji Mas, tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Aku juga harus lebih bersabar, perjuangkan aku dan anakmu Mas. Janji jangan meninggalkan aku dan calon anak mu."


"Sayang! aku janji akan tetap bersama mu dan anak kita nantinya. Kamu harusnya paham, untuk apa aku naik ke kamar mu dengan cara memanjat, jika pada akhirnya aku meninggalkanmu. Jika tidak karena kamu dan mencintaimu, aku akan meninggalkanmu dari kemarin, saat kamu dibawa oleh Papi mu."


Saat makan malam.


Nampak Verline tidak bersemangat, biasanya Verline penuh canda tawa. Namun, kali ini ia nampak murung. Tadi saat Zafier di suguhkan permainan panas. Laki-laki itu menolaknya, katanya bukan tidak mau, hanya saja ia ingin menjaga kesucian tunangannya hingga halal. Zafier boleh tidur bersama dengan Verline, akan tapi dia tidak mau melakukan hubungan intim itu.


Verline yang merasa ditolak Zafier, ia menuding Zafier memiliki hubungan lain dengan perempuan di luar sana, perempuan bayaran untuk melampiaskan hasratnya. Sehingga ia menolak tunangannya sendiri, karena lebih menginginkan tubuh wanita lain. Verline jelas salah paham.


"Akak, Kak Ve kurang sehat? koq diam saja?" tanya Crystal.


"Em, hehe... tidak apa koq Dek! Akak baik," jawab Verline. Namun, lirikan tajam ia arahkan kepada Zafier.


Zafier menahan tawa, ia tahu tunangannya itu masih marah karena pertanyaan mengenai perempuan lain tidak ia sangkal juga tidak ia benarkan. Ia ingin mengerjai Verline, sudah lama tidak bermain-main dengan Verline, rasanya kurang mengasyikkan. Hubungan mereka terasa mulai hambar.

__ADS_1


Padahal Zafier tidak pernah satu kalipun bermain dengan perempuan. Kecuali bermesraan wajar dengan Verline. Zafier tipe laki-laki yang menjaga tubuh dan perasaannya untuk satu wanita.


"Ke dokter saja Kak! sepertinya Kak Ve kurang sehat." Nervan ikut mengomentari keadaan Verline.


"Tidak perlu Van! Ve tidak sakit koq, dia hanya butuh jawaban." Ujar Zafier.


"Jawaban?" tanya Crystal dengan mengerutkan dahi.


"Iya Dek, jadi Kakak mu ini penasaran, apa Kak Zafier pernah jajan sembarangan? atau ngecer perempuan bayaran gitu." Jujur Zafier.


"Honey!" protes Verline karena malu.


Nervan menahan tawa. Ia paham dengan apa yang Zafier katakan. Crystal malah cekikan, ia pun paham akan itu.


"Kak Ve! aku jamin, Kak Zafier tidak akan pernah melakukan hal itu. Kak Zafier ini sangat sayang padaku. Mana mungkin akan melakukan hal seperti itu. Aku yakin Kak! jangan takut Kak Zafier berbuat seperti itu ya." Crystal segera memberikan jawaban yang meyakinkan.


Crystal tahu akan Kakaknya. Dari kecil mereka selalu bersama. Kakaknya selalu menjaganya. Tepatnya setelah pangeran pelindung dari Putri Luna pergi dan tak kembali. Mana mungkin Zafier akan melakukan hal menjijikkan layaknya pria yang tidak memiliki harga diri.


Verline memandang Zafier dan Crystal bergantian. Kini ia yakin bahwa Adik dan Kakak itu tidak bersekongkol untuk membohonginya.


"Sungguh, Honney?"


"Sungguh! maaf, aku tadi hanya menggoda mu."


"Maafkan aku juga, karena telah meragukan mu." Verline berdiri dari kursinya, ia segera menghambur ke dalam pelukan Zafier.


Crystal dan Nervan yang melihat keadaan itu pun, tersenyum dan saling menautkan tangan mereka.


Dua hari kemudian,


Rupanya keberadaan Nervan di rumah Papi Harsyal, bocor. Papi Harsya kesal mendengar itu.

__ADS_1


"Apa? bodoh kalian! siapa yang memberikan izin kepada kalian untuk memasukkan laki-laki itu, ke rumah ku?" teriakan Papi Harsyal menggema di ujung telepon sana. Saat ia menelpon para Bodyguard-nya melalui Conference Call .


Bersambung...


__ADS_2