
"Mari makan dulu! Aku sudah membelikan bubur untukmu! bagaimana keadaan tubuh mu saat ini? apa masih merasa demam?" tanya Nervan.
"Rasa nya sudah jauh lebih baik Mas, hanya sedikit pening namun mungkin dengan minum air hangat akan lebih baik!" jawab Crystal.
"Biar ku buatkan teh manis hangat, kamu makan saja dulu," ucap Nervan sembari memapah Crystal dan duduk di bangku makan.
"Terima kasih Mas! Maaf merepotkan, makan nya Aku tunggu Mas Nervan saja deh! agar nanti makan nya sama-sama," ujar Crystal.
"Ya sudah kalau begitu, aku buatkan teh dahulu untukmu," setelah Nervan membantu Crystal duduk dia pun beranjak ke meja lain yang berisikan bahan untuk membuat minuman.
Setelah teh sudah siap ia membawakan ke hadapan Crystal.
"Minumlah, lalu habiskan sarapan mu! setelah ini lebih baik kau berendam air hangat, aku yakin keadaan tubuh mu akan jauh lebih baik." Crystal tersenyum sembari mengangguk! Nervan seperti nya perhatian sekali.
"Baik Mas! terimakasih," ucap Crystal.
"Jangan kegeeran! Aku bukan perhatian, tetapi agar .... "
"Aku cepat sembuh dan dapat merawat Mami Mas Nervan kan?!" potong Crystal dengan cepat. Ia tidak mau mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Nervan.
"Nah itu tahu! Anak pintar .... pasti selalu memahami apa yang ku maksudkan," ujar Nervan dengan santai dan memasukkan sendok berisi makanan ke dalam mulut nya.
Crystal mendengus kasar menatap Nervan dengan tajam, bibir nya cemberut lucu.
Nervan pun menyadari kelakuan Crystal. "Sudah, cepat makan! jangan di buat jelek begitu wajah nya! tidak di buat jelek pun sudah jelek!" ledek Nervan.
"Iiikkhh Mas Nervan!" teriak Crystal. Nervan menutup telinga nya menggunakan kedua telapak tangannya.
"Hooofff, kumpul! kumpul! makan ketoprak gak pedas, Alhamdulillah nikmat." Nervan malah membercandai Crystal dengan kelakar nya.
"Mas Nervan kenapa sih jahat sekali terhadap ku?" tanya Crystal dengan kesal.
"Lho jahat kenapa? memang nya kamu aku apakan?" tanya balik Nervan.
Crystal mendengus kembali, ia taruh sendok yang tadi ia pegang, dengan asal di atas mangkuk. Lalu ia berdiri hendak pergi.
"Eh habiskan makanan mu! atau akan ku buat bon hutang untuk menagih nya! karena kau buang makanan yang telah ku beli," hardik Nervan tajam.
__ADS_1
"Tagih saja! Aku pasti akan membayar nya!" seru Crystal dengan tatapan sinis.
"Serius kamu pasti akan membayarnya?" tanya Nervan kembali dengan tersenyum di ujung bibir.
"Ya serius lah! hutang itu wajib dibayar tahu! Aku tidak mau ketika Mas Nervan mati! maka menggerayang menagih hutang padaku!" ucap asal Crystal dengan tetap cemberut menggemaskan.
"Astagfirullah! kamu nyumpahi Aku mati cepat?" tanya Nervan sedikit kesal.
"Ya bukan begitu!" ucap Crystal, sepertinya ia merasa tidak enak hati dengan ucapan asalnya tadi. "Lalu?" tanya Nervan kembali penuh selidik.
"Lalu .... Aku justru ingin membayar nya dengan Bon cinta! maka dari itu Aku tidak ingin Mas Nervan mati dengan cepat! kita baru menikah satu malam! dan Mas Nervan saja belum jatuh cinta pada ku," jawab nyeleneh Crystal.
"Heuh! percaya diri sekali sih dirimu! kalau Aku akan jatuh cinta padamu," balas Nervan dengan mencibir nya.
"Biar saja! karena aku akan membuatmu jatuh cinta padaku Mas!" ucapan maksa dari Crystal.
"Silahkan! lalu cara apa yang akan kamu pakai untuk membuat Aku jatuh cinta padamu?" tanya Nervan kembali dengan penuh selidik.
Sebetulnya Nervan merasa salut terhadap keterus terangan Crystal yang ingin membuat Nervan jatuh cinta kepada dirinya.
"Baiklah! Aku salut padamu! yang maksain hendak membuatku Aku jatuh cinta padamu. Walaupun itu tidak mungkin! dasar anak kecil." Nervan meledak Crystal dengan menjulurkan lidahnya.
"Uuumm .... Mas Nervan jahat sekali!" gumam Crystal dengan malu, tanpa bicara Crystal berdiri hendak meninggalkan meja makan.
"Hei habiskan dulu makananmu!" perintah Nervan ketika melihat Crystal hendak pergi.
"Tidak mau! Aku sudah kenyang," balas Crystal dengan lirikan tajam nya pada Nervan.
"Bagaimana mungkin kenyang! satu suap pun belum kamu makan! Ooo .... rupanya memang kamu mengharapkan makanan itu ku jadikan hutang yah! dan aku akan menagihnya sekarang! sini bayar!" ucap Nervan sarkas mendekati Crystal yang sedang berpegangan pada meja makan dengan kaki hanya menapak sebelah.
"Nanti Aku bayar Mas! tenang saja, tas ku saat ini kan ada di rumah orang tua Mas Nervan, dan uang Aku ada di dalam tas tersebut," balas Crystal.
"Aku tidak butuh uang! kau dapat membayarnya dengan ...." Nervan berhenti berkata, lalu ia memindai tubuh Crystal dari atas hingga bawah dengan seringai liciknya.
Crystal yang menggunakan kaos milik Nervan yang kebesaran dan bawahnya hanyalah memakai hotpants hitam satu jengkal di atas lututnya, dan menampilkan paha putih nan mulus Crystal begitu terlihat menggoda.
"Mau apa, kamu Mas?" tanya Crystal sedikit panik, ketika ia melihat pandangan dan seringai licik Nervan. Crystal paham betul Nervana sedang menatapnya dengan tatapan otak mesum, maka dengan cepat Crystal menarik bagian bawah kaus yang ia kenakan namun percuma saja, karena kaus itu tidak dapat menutupi bagian paha mulus nya.
__ADS_1
Nervan mendekati Crystal dengan mencondongkan wajahnya ke arah wajah Crystal.
Crystal membawa mundur wajah nya! semakin mundur justru tubuh Crystal yang ikut tertarik hampir saja jatuh.
"Aaaaa!"
Gep! tangan Nervan dengan sigap menangkap pinggang Crystal dan menarik Crystal ke arah tubuh depannya lalu untuk menyeimbangkan keadaan mereka agar tidak terjatuh bersama, maka Nervan memeluk tubuh Crystal dengan reflek.
Nafas kedua nya saling bersahutan cepat karena rasa terkejut, rupanya jantung kedua nya pun merasa tersentak lalu berdegup lebih cepat.
Crystal tidak berusaha melepaskan pelukan Nervan. Begitupun dengan Nervan, sepertinya mereka mulai menikmati sentuhan satu sama lain.
"Heemmm .... makanlah! Aku takut kamu kembali sakit seperti semalam," akhirnya gumam Nervan di telinga Crystal. Bahkan saking dekatnya hembusan dari sisa perkataan Nervan yang terucap menyapa lembut telinga Crystal.
"Aku ti ...."
Crystal berusaha menolaknya! Nervan yang menyadari Crystal henak berkata penolakan. Ia pun kembali mengancam Crystal.
"Baiklah! jika kau tidak mau memakan, makanan yang sudah ku beli atau memakai barang yang sudah aku berikan. Maka .... aku akan memasukkan nya ke buku bon hutang, dan bayarannya bukan memakai uang tapi kau harus membayarnya dengan tubuh mu!" bisik Nervan kembali dengan nada tajam.
Crystal yang merasa takut, maka saat mendengar kata-kata ancaman Nervan, ia pun segera mendorong tubuh Nervan. "Tidak mau ....!"
Nervan yang didorong keras oleh Crystal pun, ia melepaskan tangan yang sedang merangkul posesif pinggang Crystal, Nervan membentangkan tangannya, dia membiarkan Crystal lepas dari pelukan nya dan ia hanya memperhatikan apa yang selanjutnya terjadi.
"Lebih baik Aku makan! dari pada Aku harus dimakan oleh mu!" pekik Crystal dengan ketus, lalu ia kembali duduk dan meraih mangkuk berisi buburnya. Ternyata ancaman Nervan pun berhasil, maka dari itu nervan terkekeh geli dan mendapatkan lirikan tajam serta sinis dari Crystal dengan menyuapkan bubur pada mulut nya dengan asal.
"Hei Anak kecil! Bagaimana kau akan membuatku jatuh cinta padamu? sedangkan baru Aku ancam begitu saja sudah ketakutan! kamu tahu enggak! pria itu bisa jatuh cinta hanya dengan menikmati tubuh wanita nya. Jika ia dapat merasakan, menikmatinya dengan baik maka dapat dikatakan jatuh cinta! jika saat berhubungan intim terasa hambar dan tidak menikmatinya maka bisa pula dikatakan si pria tidak mencintai wanitanya." ucap Nervan di dekat telinga Crystal, dengan membungkukkan badannya ia menekankan kata-kata tersebut di telinga Crystal agar Crystal dapat mendengarnya dengan baik.
"Memang nya seperti itu? berarti setiap orang pacaran, harus berhubungan intim untuk mengetahui kadar cinta dan bukti cinta mereka?" tanya balik Crystal dengan polos nya dan menghentikan makannya. Pandangan Crystal lurus menelusuri kerah luar jendela, entah kemana karena sedang mencerna kata-kata Nervan.
"Bisa dikatakan seperti itu!" jawab Nervan dengan entengnya.
"Berarti Mas Nervan sendiri untuk membuktikan cintanya kepada pacar Mas Nervan, melakukan hal yang sama dong?" tanya Crystal kembali masih dengan nada polosnya.
"Ah! mmm ....!" Nervan salah tingkah dengan pertanyaan Crystal. karena ia hanya berkata kiasan saja, sesungguhnya Nervan belum pernah berhubungan intim dengan siapapun, apalagi dengan seorang pacar! karena ia sendiri saja tidak memiliki pacar, hingga kini ia malah memiliki Istri dadakan, yaitu Crystal.
Bersambung ....
__ADS_1