Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
20. Buah Anu.


__ADS_3

Nervan menggendong Crystal di bagian belakang tubuh nya. Kini mereka sudah berada di dalam mobil.


"Mas! tadi katanya hendak bicara penting?" tanya Crystal. "Nanti malam saja." Jawab Nervan.


Crystal hanya diam, mendengar jawaban Nervan. Dengan tersenyum dan mengangguk Crystal mengeluarkan alat make-up dan alat untuk menyisir rambut nya, lalu ia mulai membubuhkan makeup pada wajah nya.


Beberapa menit kemudian Crystal telah selesai merias wajah nya. Nampak cantik alami, karena ia pun tidak membubuhkan banyak alat makeup pada wajah nya. Hanya serum dan cream wajah, lalu liptint soft pink serta sedikit perona pipi. Kini wajah Crystal terlihat Glowing pink merona nampak cantik mempesona.


Nervan melirik sejenak pada Crystal. "Hem, Crystal! bagaimana Kalau memakai pakaian normal layak nya perempuan, pasti cantik sekali, sama saat pertama kali bertemu, yah dia cantik walaupun agak berantakan karena bertemu di jalan. Dengan hanya mengenakan kaus dan celana pendek kelonggaran begini saja, pesona kecantikan nya tidak lenyap." Nervan diam-diam mengagumi kecantikan Istrinya.


Crystal menarik ujung kaus nya dan ia membuat simpul di ujung pinggang. "Hai, buka simpul nya!" pinta Nervan dengan nada perintah. Crystal sedikit tertegun dan tubuh nya agak kaku, takut salah dengar dan lalu wajahnya ia miringkan menatap Nervan dengan sebuah pertanyaan tak terungkap.


"Hais, buka simpul kaus itu, lihat .... perut mu terekspos dan aku tidak mau, bagian tubuh istri ku di pandang orang lain terutama laki-laki barang se inci pun." Nervan faham makna dari tatapan Crystal.


"Ini normal saja Mas, aku memang sudah terbiasa seperti ini, lagi pula kalau tidak di ikat simpul, pakaian ini besar sekali di tubuh ku. Aku terlihat culun." Crystal membalas ucapan Nervan dengan enteng nya.

__ADS_1


"Hai anak kecil! terserah kamu yah yang kemarin lalu itu seperti apa. Menjajakan diri dengan siapa! yang pasti kini kamu Istri ku, walaupun entah nama nya apa, namun tetap saja kita suami istri yang sah di mata Agama dan hukum!"


"Mas! stop panggil aku dengan sebutan anak kecil! dan perlu kamu cam kan! aku tidak pernah berhubungan dengan lelaki mana pun, apalagi menjajakan diri seperti tuduhan keji mu." Sarkas Crystal dengan berteriak se bebas nya.


Di sinilah emosi Crystal dapat ia luapkan, ya di dalam mobil Nervan yang tidak akan di dengar siapapun dari luar. Terlebih ini di dalam jalan tol menuju rumah sakit.


"Oke! maaf. Lalu uang sebanyak itu di dalam tas mu?" ucap lembut Nervan dengan mata tetap fokus pada jalan di hadapan nya.


Rupanya, Nervan masih saja mencurigai Crystal telah menjajakan dirinya karena memiliki uang sebanyak itu di dalam tas kecilnya, terlebih tas milik Crystal itu walaupun kecil namun tas branded limited edition yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.


"Hemmm .... uang pemberian dari hasil kerja orang tua ku di luar negeri, yang ada di dalam tabungan ku. Karena kemarin itu aku berniat mencari tempat tinggal dan membeli pakaian karena kopper pakaian ku hilang di bandara, maka uang itu aku ambil semua dan ku bawa kemana pun, namun siapa sangka aku malah apes bertemu ...." Crystal menghentikan kata-kata nya.


"Tunggu Cysa, saat aku tahu siapa kamu sebenarnya. Aku memiliki team detektif untuk mencari keberadaan atau kebenaran seseorang." batin Nervan.


"Tolong buka simpul ikatan kaus nya, bukan kah lebih baik longgar saja. Lihatlah buah anu mu, nampak jelas dari samping sini karena tertarik kaus yang kau simpul." pinta Nervan lebih sopan.

__ADS_1


"Baiklah, lagi pula bicara yang betul Mas, ini nih ada namanya, bukan buah anu!" ucap Crystal dengan membusungkan dadanya lalu ia menggenggam kedua belah payudara nya dengan sensual.


"Ckiiittt .... Ngiiiikkkk .... Astagfirullah, Cysa!" Nervan menginjak dalam pedal rem. Ia terkejut melihat aset kembar Crystal yang di sebut buah anu oleh nya itu malah di genggam sensual dan di permainkan oleh Crystal di hadapan nya dan ia merasa tergoda, bentuk nya, ukuran nya terlihat jelas walaupun di balik kaus karena Crystal tidak mengenakan keranjang untuk kedua buah anu nya tersebut.


"Astagfirullah Mas!" Crystal pun sama terkejutnya saat mobil yang di kendarai Nervan berhenti tiba-tiba. Nervan mengusap frustasi wajah nya dengan kasar.


Nervan menyetabilkan nafas nya. Ia laki-laki normal dan bohong kalau tidak terlena dengan keindahan dunia di hadapan nya.


"Jangan lakukan itu lagi. Apalagi ketika aku mengemudi. Atau buah anu mu, akan ku panen di jalan walaupun kamu tidak mengizinkan nya." Tegas Nervan setelah menyetabilkan nafas nya karena hasrat normal kelelakian nya dan juga karena terkejut hampir saja lepas kendali pada kendaraan nya.


Crystal yang mendengar ancaman Nervan, ia bergidik ngeri. "Maaf Mas! ya makanya belikan aku pakaian normal, lengkap dengan dalaman nya."


Crystal malah cemberut dengan nada protes. "Iya nanti ku belikan! lagi pula lebih aman dengan pakaian itu. Cara berpakaian mu nampak fulgar dan sexy," keluh Nervan.


Crystal tidak faham apa masalah Nervan hingga mengatur cara berpakaian nya. "O yah Mas, pakaian ku yang kemarin di cuci Mbok Mah, pasti sudah kering dong? mengapa Mas .... (Crystal menutup mulutnya) tidak membawa nya serta. Nervan mengerti gelagat Crystal karena Iwang.

__ADS_1


"Emmm ...."


Bersambung ....


__ADS_2