Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
13. Suami Mu!


__ADS_3

Keesokan pagi.


Sang surya sudah mulai menyingsingkan sinar nya beranjak menuju pertengahan siang.


Dua insan yang terikat dalam pernikahan, namun belum pun saling mencintai, masih terlelap asyik terbuai dalam mimpi saling berpelukan dengan nyaman.


Sinar matahari menerobos dari kaca jendela yang semalam Nervan buka, karena tidak menyalakan AC.


Nervan yang merasa wajah nya menghangat karena belain sang mentari pun, mulai membuka dan mengerjapkan mata nya, ia merasa mulai tidak nyaman dalam tidur nya.


Nervan kini membuka matanya, "Hooo.." Nervan merasa terkejut dan mata nya membulat sempurna saat melihat wajah Crystal berada di hadapan nya yang hanya berjarak beberapa senti saja.


"Cysa! koq kita tidur satu ranjang? atau mungkin....?" Nervan bergumam dalam hati nya.


"Oh My God! semalam Cysa demam, dan ia kedinginan lalu minta di dipeluk," gumam Nervan kembali bersamaan dengan itu Crystal pun mulai menggeliat, seperti nya ia pun merasa tidak nyaman dengan sinar matahari yang mulai membelai mereka.


Crystal membuka mata nya.


sedangkan Nervan, dengan cepat kembali menutup matanya! seakan-akan ia belum bangun.


"Uuugghh! kepala ku sakit," gumam Crystal sembari memegangi kepalanya.


Crystal membuka mata nya dengan sempurna, namun ia terkejut karena itu bukan kamar nya, dan ketika menoleh, seorang laki-laki sedang memeluk nya.


Crystal membelalak saking terkejutnya. "Aaaaaaaaa! Mamii, tolooong, Aku di culik!"


Crystal berteriak sembari sedikit beringsut menarik diri dari pelukan Nervan, lalu ia dorong Nervan sekuat tenaga dan tubuh Nervan pun terdorong hingga jatuh ke lantai, posisi Nervan memang sangat di tepi tempat tidur.


"Agh! aduh!" suara Nervan yang mengaduh kesaksian saat tumbuh nya membentur lantai marmer.


dengan menahan rasa sakit di pinggang nya Nervan pun segera bangkit dan berdiri lalu ia menatap Crystal yang sedang menutup diri nya dengan dua buah bantal.


"Crystal Lunara!"


"Ya!"


"Hoooo! Aaaaa.. siapa kamu? mengapa kau tahu Nama ku?" tanya Crystal yang masih membenamkan wajah nya pada dua buah bantal yang ia peluk.


Nervan merangkak naik ke atas tempat tidur, lalu ia menempat kan tubuh nya percis di depan Crystal.


"Cysa, Buka bantal nya! lihat Aku! atau kamu mau menjadi Istri durjana Yah! pagi-pagi sudah menganiaya suami, bukan nya membuatkan sarapan," Pinta Nervan dengan penuh penekanan namun terdengar bernada lembut.

__ADS_1


"Tidak mau! pergi kamu penculik!"


"Hei, Pelankan suaramu! Aku bukan penculik! dan jaga bicaramu, nanti jika ada tetangga ada yang mendengar, mereka pikir Aku penculik betulan, sedang kan surat nikah kita belum selesai di cetak sebagai bukti bahwa aku bukan penculik."


"Siapa kamu?"


"Suami mu!"


"Suami?"


Tanya Crystal dengan bergumam! ia berpikir sejenak, apa yang terjadi dalam hidup nya di mulai dari kemarin hingga semalam. Setelah beberapa detik berpikir. Crystal pun mengingat segalanya.


"Bukalah penutup wajah mu! lihat suami mu yang tampan ini!" seru Nervan Pelan dengan percaya dirinya.


Crystal terdiam, lalu dengan perlahan ia membuka sedikit celah dari bantal nya, dan ia mengintip Nervan di balik bantal.


Nervan, dengan niatan jahil ia ingin mengerjai Crystal dengan memajukan wajah nya, dan saat Crystal membuka lebar bantal yang menutupi wajah nya, seolah-olah Nervan hendak mencium nya.


"Sa..tu..du...a..ti.."


Crystal membuka bantal dan menyingkirkan nya lalu ia buka mata nya yang saat itu terpejam.


"Kyaaaaaaaaaa..."


beberapa milimeter lagi bibir Nervan hampir menepi pada bibir Crystal.


"Mas...Mas..ma...ma..u a..pa?"


"Kyaaaaaa....aaaaa.. minggir!"


Crystal berusaha menghindari Nervan dan secepat nya pergi dari hadapan Nervan. Setelah melihat wajah Nervan ia terbayang dengan pernikahan nya semamlam, dan kini ia sudah Sah menjadi Istri Nervan, namun ia belum mengingat jika semalam ia demam.


"Eh mau ke ma...."


"Aduh! Mami, kaki ku!"


Crystal lupa bahwa kaki nya masih sakit, maka saat melihat Nervan hendak mencium nya (itu pemikiran Crystal, padahal Nervan tidak sungguhan, ia hanya ingin mengerjai nya saja).


Crystal pun berusaha menghindar dengan bermaksud turun dari tempat tidur, namun saat pijakan pertama justru kaki nya malah terasa sakit.


"Aoouuu sakiiit!" erang Crystal dengan manja, dan itu terdengar menggemaskan di telinga Nervan.

__ADS_1


"Ya ampun!" pekik Nervan karena terkejut saat melihat Crystal jatuh duduk di lantai.


Nervan menghampiri Crystal, "Cysa kamu tidak apa-apa kan?" tanya Nervan.


Crystal mengeleng pelan, wajah Crystal sepertinya mulai bersemu merah jambu, ia berniat menghindari nya, namun Justru malah jatuh memalukan di hadapan Nervan.


Nervan tahu itu! "Hei si Anak kecil yang bar-bar koq jadi imut begitu," batin Nervan.


Tanpa berkompromi, Nervan mengangkat tubuh mungil Crystal dengan satu kali hentakan, lalu mengembalikan Crystal duduk di atas kasur.


"Maka nya hati-hati! kalau mau bertindak apapun, jangan ceroboh! lihat nih, bisa saja kakimu bengkak kembali," ucap Nervan dengan lembut nya lalu ia Meluruskan kaki Crystal.


Nervan meneriksa kaki Crystal. Bagaimana pun saat ini, Crystal adalah Istri nya yang patut ia jaga.


"Iya Mas! maaf aku terkejut, aku lupa kalau saat ini aku sudah menikah dengan mu," ucap Crystal masih dengan wajah setengah meringis menahan sakit.


"Eh semalam kamu ngapain aku Mas? mengapa aku sudah ber....Aaaaaa...kamu ngapain aku?!"


Teriak Crystal satu kali lagi dengan memeluk tubuh nya sendiri, saat ia menyadari gaun yang ia kenakan semalam, sudah tanggal dan berganti dengan sebuah kaus, tanpa lapisan dalam pada dadanya pula.


"Melakukan yang seharusnya aku lakukan dong!" jawab Nervan cuek.


"Mas! kamu menodai aku yah?" tuding Crystal.


"Hais, pikiran kamu tuh pendek yah, sesuai lah dengan boddy mu yang juga pendek," ucap Nervan dengan santai nya.


"Seenak nya saja mengatai tubuh ku! jadi...kita hanya tidur kan?" tanya Crystal Kembali. Ia ingin meyakinkan bahwa tidak terjadi apa-apa semalam antara dirinya dan Nervan.


"Iya!" ucap Nervan, membuat Crystal merasa lega.


"Syukurlah, lalu mengapa gaun ku sudah berganti kaus? dan siapa yang memakai kan nya?!" ucap Crystal kembali.


"Sudahlah, kamu tuh banyak bicara!" ucap Nervan kesal lalu ia menggeser kaki Crystal yang sakit.


Crystal diam dan kembali pada pemikiran nya, melihat mimik wajah Nervan yang mulai kesal ia urungkan bertanya.Crystal merasakan kaki nya berdenyut hebat saat ini.


"Kamu semalam demam! lalu gaun mu basah kena keringat mu, makanya aku buka dan ku ganti pakai kaus, itupun ku tutup selimut, lalu setelah nya kamu kedinginan dan meminta aku memeluk mu saat tidur!" Nervan Akhirnya menjelaskan apa yang terjadi.


"Hoooo..demam!" gumam Crystal. Ia mengingat kembali kejadian semalam, perlahan ia ingat saat Nervan memberi nya obat dan ia meminta Nervan agar memeluk nya saat tidur karena kedinginan. "Ish begitu memalukan sekali," pekik batin Crystal.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2