Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji
19. Menjadi Teman.


__ADS_3

Nervan menarik turun tangan nya dengan mengepal kuat menahan emosi, terlihat jelas urat-urat di lengan nya yang menegang.


Setelah meredam emosi nya dengan menarik nafas dalam- dalam, Nervan menghampiri Crystal dan ia meraih handuk yang jatuh ke lantai.


"Maafkan aku! mungkin aku sudah keterlaluan," ucap Nervan yang melingkarkan handuk pada tubuh Crystal.


Crystal hanya diam menatap Nervan dengan seulas senyum.


"Ganti pakaian mu, setelah ini ku bantu mengobati kaki mu, dan nanti kita harus bicara serius," ujar nya.


"Baik Mas, tapi tolong Mas berbalik dulu, aku kan harus membuka baju," pinta Crystal, ia bicara dengan lebih lembut.


"Hehm, memang nya jika mebuka baju di hadapan ku ada masalah?" tanya Nervan.


"Aku malu Mas! masa harus bugil di hadapan Mas Nervan. Mas kan cowok!" jawab Crystal.


"Loh! walaupun aku cowok, kan suami mu!"


"Mas sudah lah! nanti Mas Nervan terlambat ke pabrik." pinta Crystal dengan cepat.


Nervan menatap nya dengan senyuman. Nervan menutup matanya menggunakan telapak tangan. "Ok! aku tidak melihat."


"Bukan seperti itu Mas! itu sama saja Mas Nervan mengintip," protes lirih Crystal.


"Tidak Koq! nih lihat!"


"Mas! jari-jari nya sedikit terbuka, pasti nanti Mas Nervan akan mengintip dari celah-celah jari." Crystal memajukan bibir bawahnya.


"Ok! kalau begitu aku pergi ke ruang kerja sebentar untuk mengambil ponselku maka kamu aman berganti pakaian! namun harus cepat karena bisa saja aku datang tiba-tiba. Pintu kamar jangan sampai tertutup. Kalau sampai tertutup kamu tahu akibat nya!" ucap Nervan dan berbisik di akhir kalimat.


Crystal memundurkan tubuhnya hingga bersandar sempurna pada sandaran sofa. "Iya sana!" ucap ketus Crystal dan Nervan mengulum senyum dan menatap Crystal tajam. Setelah itu ia pergi begitu saja dari kamar tersebut.


Crystal segera menyeka tubuh basah nya dengan handuk. Ia Pakai pakaian pemberian Nervan dengan cepat serta celingukan takut tiba-tiba Nervan masuk. Pakaian tanpa dalaman karena basah dan Crystal tidak memiliki ganti.


Betul saja Nervan masuk berbarengan dengan Crystal menarik turun kaus yang telah ia kenakan.


"Alhamdulillah. Aman! Mas Nervan masuk saat kaus ini sudah terpasang." batin Crystal.


"Sudah selesai? mari aku obati dulu kaki nya.


"Sudah Mas!"


"Aku harus segera ke pabrik dan setelah nya akan memeriksa beberapa cafe serta butik milik Mami. Maka aku akan pulang malam seperti nya. Kalau kamu mau pulang minta di jemput sopir Mami saja." ujar Nervan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Mas aku di rumah sakit hingga mas Nervan selesai dengan pekerjaan nya. Aku akan menunggu sambil menemani Mami, ya mungkin saja Papi hendak ada urusan lain." ucap Crystal dengan tersenyum.


Deg!


Jantung Nervan mulai berdegup sedikit meningkat, melihat senyuman Crystal yang tulus dan mendengar kata-kata nya baru saja. Berarti Crystal mampu menerima keadaan Mami nya.


"Baiklah, nanti aku usahakan menjemput mu di rumah sakit begitu aku selesai dengan pekerjaan ku."


"Terima kasih Mas!"


"Ya. Mana Kaki nya," Nervan meraih kaki Crystal dan membawa ke dalam pangkuan nya. Namun pandangan nya teralih pada celana yang Crystal kenakan karena belum di ganti dan masih terlihat basah.


"Loh koq celana nya tidak kamu ganti?" tanya Nervan.


"Maaf Mas, jangan marah!" pinta Crystal dengan mimik wajah nya yang memelas.


"Tidak! aku tidak marah, hanya bertanya," ucap Nervan merendahkan suaranya yang sempat naik satu nada.


"Ini Mas! aku bingung!"


Crystal menundukan Waja nya karena malu. Nervan tertegun, dan menatap ulang wajah Crystal dengan aura bertanya.


"Bingung? bingung bagaimana? oh lupa cara membuka celana? mau aku bantu membuka nya?" tanya Nervan bertubi-tubi dan sedikit berkelakar.


"Ish bukan! masa aku lupa cara buka celana, tidak mau! enak saja mau membantu membukanya." balas Crystal dengan manyun.


"Itu Mas! celana ini kan basah, otomatis bagian .... da-dalam nya juga basah! ya aku kan tidak memiliki dalaman untuk ganti." ucap Crystal dengan malu dan terbata. Itu adalah kode agar Nervan membelikan nya pakaian dan dalaman nya.


Nervan sontak menutup mulutnya dengan kepalan tangan, karena menahan tawa. Ia merasa lucu pada Crystal. Saat ini Crystal tidak memiliki pakaian. Solusi nya hanya memakai kaus dan celana pendek milik nya. Bukan tidak mampu membelikan nya, Namun Nervan merasa senang melihat Crystal kesal akibat selalu ia jahili.


Karena Crystal hanya mengenakan pakaian yang melekat pada tubuh nya saat bertemu Nervan dan ketika ia berganti gaun akad, ia tidak mengganti pakaian dalam nya dan pakaian luar nya tanpa Crystal ketahui telah di buang oleh Nervan


Nervan meminta tolong Mbok Mah untuk membuang atasan yang panjang nya pas pusar, celana jeans pendek, satu jengkal di atas lutut dan Nervan menganggap itu terlalu seronok. Bagaimana pun Crystal akan menjadi istri nya. Ia tidak suka melihat perempuan yang ada keterkaitan dengan nya memakai pakaian terbuka dan minim bahan.


"Nih pakai punya ku!" Nervan yang sempat berjalan ke arah lemari, ia kembali dengan membawa satu buah dalaman milik nya.


"Mas! masa aku harus pakai itu." pekik Crystal dengan menutup wajah menggunakan kedua telapak tangan nya karena malu.


Nervan mengekeh. "Ya tidak masalah kan. Yang penting kamu memakai nya."


"Sudah cepat pakai! atau aku bantu untuk mengenakan nya!" ancam Nervan sembari menyangkutkan dalaman milik nya di antara jari-jari tangan Crystal.


"Iiikkkkkhhh! jijay!" Crystal melempar dalaman tersebut, ia merasa nista saat menyentuh dan melihat nya dari dekat.

__ADS_1


"Ahahahaahah ....itu baru sarang nya loh bukan penghuni nya, bagaimana Kalau penghuni nya yang aku lepas, mungkin saja kau semaput!" ledek Nervan. Si wajah dingin dan selalu ketus itu terbahak.


Di tertawa kan Nervan dan kata-kata seronok Nervan membuat Crystal merasa kehilangan wajah serta ingin rasanya ia benamkan tubuh mungil nya ke dalam busa Sofa dan menghilang dari hadapan Nervan.


"Mas cukup! aku malu." Aku nya Crystal dengan blak- blakan.


Nervan yang mendengar suara getar Crystal, ia pun merasa tidak tega. "Maaf, seperti nya tidak ada pilihan lain Cys, kamu pakai dulu dalaman ku. Nanti aku belikan untuk mu, catat saja ukuran nya berapa, dari mulai pakaian dan dalaman." ucap Nervan.


Kali ini ia menyodorkan dalaman milik nya dengan sopan Setelah ia raih dari atas meja karena Crystal melempar nya secara refleks.


Crystal mendongak. "Sungguh?" tanya nya. Dengan ragu Crystal meraih dalaman Nervan.


"Sungguh! baik, silakan di pakai, aku balik badan ya," ucap Nervan dengan tanpa banyak cakap ia membelakangi Crystal.


Crystal meneliti dalaman itu. Sepertinya ini akan cukup walaupun agak longgar sedikit dan bentuk nya akan seperti hotpants jika ia kenakan.


Tanpa banyak fikir, Crystal gunakan dalaman dan Celana boxer hitam yang tadi Nervan sertakan bersama kaus yang ia telah kenakan.


"Sudah Mas!" ucap Crystal. Nervan pun kembali menghadap Crystal. Lalu ia duduk kembali di sisi Crystal sembari meraih kaki Crystal dan mulai mengobati kaki Crystal serta membalutnya dengan kain pembalut luka.


"Bagaimana? nyaman?" tanya Nervan.


"Nyaman M.as, agak longgar sedikit, tapi tertahan celana koq!" jawab Crystal.


"Maksud aku, kaki mu?"


"Ah!"


Crystal terperangah karena salah paham. Ia pikir tentang dalaman. Kemudian Crystal menutup wajahnya menggunakan handuk karena betul-betul malu.


"Hehe .... ia aku juga bertanya tentang itu koq!" akhirnya Nervan melebih baikan perasaan Crystal.


"Mari berangkat!"


Crystal tidak menjawab, ia malah memegang rambut nya yang kusut dan sedikit basah.


"Nanti di mobil bisa kamu sisir!" Nervan mengerti kegelisahan seorang perempuan jika hendak keluar. Ia tidak akan percaya diri dengan rambut kusut dan wajah polos tanpa polesan make up walaupun natural.


Crystal mengangguk. "Baiklah Mas, mari berangkat."


Nervan menyandang tas kecil Crystal, lalu ia berjongkok di hadapan Crystal pertanda Crystal harus naik ke punggung nya.


"Cepat naik! aku akan menjadi kaki mu selama kamu belum dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu kamu jangan merasa canggung, maafkan aku atas sikap ku! mulai detik ini kita akan menjadi teman. Ternyata berdamai dengan kamu tidaklah buruk."

__ADS_1


Nervan berbicara dengan berjongkok membelakangi Crystal. Namun Crystal merasa keadaan lebih baik. Ia senang dengan keputusan Nervan walaupun di mulai dengan pertemanan, setidaknya ada harapan lebih jauh untuk kebaikan rumah tangga nya.


Bersambung ...


__ADS_2