
Aku buka kain pembalut luka nya yah! harus nya memang pagi ini dibersihkan dan di obati kembali, kamu tidak membawa obat nya kemarin, obat untuk kaki mu tertinggal di rumah Mami," ujar Nervan.
"Ah!" Crystal terperangah dari lamunan nya, lalu ia mengangguk pelan. Setelah melihat Crystal mengangguk pertanda ia memperbolehkan untuk Nervan membuka kain pembalut luka pada kaki nya, makan Nervan pun dengan perlahan segera membuka kain penutup itu.
"Ya Mana Aku tahu, kita akan ke..." tukas Crystal. Lalu Crystal mengamati kamar itu.
Crystal baru menyadari penuh, Kamar itu memang bukan lah kamar sebelum nya ia tempati, di rumah Nervan yang kemarin siang.
"Lho..ini kamar siapa? dan di mana ini Mas?" Crystal memberanikan diri bertanya.
"Hemm..ini kamar ku! dan ini rumah ku," jawab Nervan datar, tangan nya masih sibuk membuka kain pembalut luka yang menelilit di kaki Crystal.
"Koq kita di sini? Aku ingin kembali ke rumah yang kemarin Mas! setidak nya di rumah itu ada Mbok Mah," ucap Crystal, terdengar seperti rengekan.
"Tidak bisa! itu rumah Mami dan Papi. Rumah Aku yang ini, ya siapapun yang jadi Istri ku, maka Aku aku akan membawa istri Ku pulang ke rumah aku! kalau kamu mau tinggal di sana, nikah saja dengan salah satu orang yang tinggal di sana, mungkin salah satu nya Iwang! kamu mau?" ujar Nervan, dia ingin berkelakar dengan Crystal, ia menyuruh Crystal menikah dengan Iwang.
Crystal sedikit berpikir, siapa itu Iwang! Uwheek.. tiba-tiba saja Crystal mual saat mendengar Nama Iwang di sebut. Ia masih ingat betul bau ketiak Iwang yang khas.
"Bagaimana, bersedia? agar kau dapat tinggal di rumah Mami?" tanya Nervan kembali.
"Tidak! uwheek..uwheek!"
"Eh, kamu kenapa? malam pertama saja belum kita lakukan, masa sudah hamil!" kelakar Nervan kembali, sebetul nya ia tahu penyebab mual nya Crystal.
"Apa sih Mas!" ujar Crystal malu.
"Loh itu kamu mual-mual," ucap Nervan kembali.
"Mas, tolong jangan sebut Nama itu lagi!" pinta Crystal, karena ia terus-terusan merasa mual saat mendengar Nama Iwang.
"Oke.. Aku tidak menyinggung Nama itu lagi! namun kau harus berjanji untuk secepat nya sembuh! Aku menikahi mu untuk Mami. Jadi tugas mu harus merawat Mami! selama Mami di rumah sakit, Aku akan setiap hari mengantarkan mu ke rumah sakit, dan menjemput mu setelah Aku pulang kerja." ucap Nervan dengan nada dingin.
Perkataan Nervan seketika membuat hati Crystal rasa di tusuk sesuatu yang tumpul, namun menyakitkan. Luka namun tidak berdarah! Crystal lalu diam dan merunduk, air matanya yang hampir jatuh ia tahan sekuat mungkin.
"ketika Mami sudah di perbolehkan pulang ke rumah, maka setiap hari Aku akan mengantarkan kamu ke rumah Mami dan menjemput mu setelah pulang kerja, untuk pulang ke rumah ini." ucapa Nervan kembali dengan menatap tajam Crystal.
__ADS_1
Rasa hati Crystal tambah tidak keruan, ia sadar Nervan menikahi nya, hanya karena janji pada Mami nya.
Harus nya Crystal tidak merasa sesakit ini! dari awal Nervan sudah mengatakan, bahwa ia menikahi nya hanya karena ingin menunaikan janji kepada Mami nya. Crystal Kembali Ingat saat ia menyetujui pernikahan nya dengan Nervan.
~Flashback kemarin sore~
"Kita akan menikah malam ini juga!" seru Nervan. ketika ia selesai mengancam Crystal agar mengembalikan makanan yang ia telah makan dengan utuh. Namun Crystal mana mungkin dapat mengembalikan nya.
"Apa... menikah? kita tidak punya ikatan apapun, mana bisa menikah!" nada terkejut Crystal.
"Iya! untuk apa ikatan Jika nanti nya harus berakhir!" tukas Nervan.
"Dasar cowok somplak! menikah denganmu? tanpa ikatan dan cinta terlebih dahulu, mana mungkin!" tukas Crystal.
"Untuk apa ikatan dan cinta, jika nantinya harus berakhir dengan mengingkari kata 'cinta' itu sendiri!" seru Nervan sedikit sarkas, seperti ada kekecewaan mendalam dari nada bicaranya.
"Adakah alasan lain Mas? kau mengajak Aku menikah mendadak begini, tanpa tahu siapa aku dan kita juga baru bertemu!" tanya Crystal.
"Baik! akibat janji yang diamini malaikat dan dikabulkan oleh Tuhan! Maka aku harus mencari wanita, untuk aku nikahi malam ini juga di hadapan Mami." Nervan akhir nya jujur pada Crystal apa maksud nya mengajak nya menikah.
"Jadi... Married Because of promise?" tanya Crystal.
"Yes!"
"Ya sudahlah aku tidak akan mengganggumu! kamu bisa berbuat sesuka mu di rumah ini, Aku bukan orang yang dapat memaksakan kehendakku biarlah Mami kecewa denganku karena janji yang tidak dapat aku tepati! silakan kau disini hingga sembuh dan kau dapat pergi setelah nya." ucap Nervan kepada Crystal, lalu ia pergi dari kamar Crystal tanpa menoleh.
"Mas! Mas Nervan...." Panggil Crystal. Nervan tetap pergi dari kamar itu.
"Mas Nervan....!" Panggil Crystal kembali dengan nada yang kencang, namun Nervan tetap berjalan dan meninggalkan nya begitu saja.
Tidak berapa lama, Mbok Mah pun masuk ke dalam kamar Crystal.
"Bagaimana keadaan nya Non?" tanya Mbok Mah.
"Jauh lebih baik Mbok," jawab Crystal.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, si Mbok tinggal! kalau Non Cysa butuh si Mbok panggil saja," pinta Mbok Mah.
"Maaf Mbok! boleh Cysa bertanya sesuatu?" tanya Crystal.
"Tentu saja Non! hendak bertanya apa?" tanya Mbok Mah.
"Mmmm..tadi Mas Nervan mengajak Cysa menikah, tiba-tiba," jawab Crystal.
"Mas Evan mengajak Non Cysa menikah? Masya Allah, pertanda baik itu Non! Mas Evan itu tidak pernah mau menikah, wong pacaran saja ndak, apalagi mengajak perempuan menikah," tutur Mbok Mah.
"Ya ampun sungguh Mbok?" tanya Crystal karena tidak percaya, namun apa yang di katakan Nervan tadi saat ia berkata tidak memiliki pacar itu berarti sungguhan.
"Sungguh, sudah terima saja Non! Ini keajaiban," ucap Mbok Mah dengan sumringah.
"Tetapi Mas Nervan mengajak Cysa menikah! bukan karena mencintai Cysa Mbok! namun karena ingin menepati janji terhadap Mami nya," ucap Crystal sedikit muram.
"Si Mbok mengerti Non! Ibu dari Mas Nervan sakit, Non! ia koma selama dua minggu karena stroke dan saat ini masih di rumah sakit, Ini koma yang ke dua kali! awal nya harapan untuk kembali membaik itu tipis Non! Namun tadi Bapak mengabari kami bahwa Ibu sudah sadar! menurut Bapak, Ini sebuah keajaiban. Tadi sebelum Mas Nervan pulang dari rumah sakit, ia sempat berjanji akan membawa seorang perempuan dan menikahi nya dihadapan Ibu, begitu Ibu siuman. Dan betul Non, Ibu siuman, maka dari itu Mas Evan harus menepati janjinya dan karena hanya ada Non Cysa yang saat ini menjadi kandidat nya! maka dari itu Mas Evan mengajak Non Cysa menikah," tutur Mbok Mah, menjelaskan apa yang terjadi kepada Crystal.
Crystal yang memiliki sifat penyayang, maka saat mendengar Ibu nya Nervan yang sedang sakit, ia tidak tega ia merasa iba, ia merasa tergerak hatinya untuk menolong Nervan.
"Oh jadi seperti itu ya Mbok! lalu sifat Nervan itu seperti apa ya?" Crystal mencoba mencari sedikit informasi tentang Nervan dari Mbok Mah.
"Mas Evan pria yang baik, ia tidak pernah neko-neko, orang nya santun! apalagi terhadap orang tuanya! Mas Evan sangat menyayangi mereka. Maka dari itu Mas Evan tidak pernah satu kalipun membantah mereka! apalagi terhadap Ibu, ia sangat amat menyayanginya, hanya saja perangai nya memang dingin, sedikit kaku sepertinya, namun jika sudah mengenal nya, Mas Evan itu orang yang hangat, riang dan humoris." tutur Mbok Mah.
"O yah? tapi mengapa dia tidak memiliki pacar? apakah Mas Nervan itu tidak suka dengan perempuan?" pertanyaan nyeleneh Crystal.
"Hehe..mana mungkin Non! wong dulu, waktu SMA Mas Nervan memiliki pacar koq! hanya saja sepertinya Mas Nervan memiliki kekecewaan yang mendalam terhadap pacarnya! setelah mereka putus, Mas Nervan tidak pernah lagi berhubungan dengan perempuan manapun. Maka dari itu si Mbok terkejut sekali, saat tahu Mas Evan hendak menikahi Non Cysa," ucap Mbok Mah.
"Hehe.. maaf Cysa telah berpikir jauh," ucap Crystal malu, karena telah menuduh Nervan tidak suka dengan perempuan.
"Sudahlah Non! untuk saat ini coba pikirkan kembali tawaran Mas Evan! bagaimanapun cara awal kalian menikah, namun Mbok melihat, kalian pasangan yang serasi dan cocok! semoga kalian bahagia nanti nya," ucap Mbok Mah.
"Terimakasih. Baik Mbok, nanti Cysa pikirkan terlebih dahulu," ucap Crystal. Maka setelah itu Mbok Mah pun berpamitan untuk kembali pada pekerjaan nya.
Crystal memikirkan tawaran Nervan, hati nya dilema, ia takut orang tua nya akan marah. Namun Crystal sudah berjanji akan menghilang dari kehidupan orang tua nya.
__ADS_1
Bersambung....