Mengasuh Calon Istri

Mengasuh Calon Istri
Sahabat laknat(Hideo Kaindra vs Indar Winata)


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Tapi, Mang. Jam 10 pagi pas Ujang lagi rebahan di kursi depan ruangan rawat si teteh geulis, ada seorang Suster yang masuk, gak lama dia teh keluar. 15 menit kemudian, ada Suster lagi yang masuk dari arah lain, gak lama dia teriak keluar manggil si bapak Dokter. Ternyata, si teteh geulis kejang-kejang," ucap remaja yang berkulit hitam manis dengan alis tebal dan hidung sedikit bangir. Ia sedikit menerawang, seperti sedang meyakini perasaannya.


"Lalu, apa yang membuat kamu teh, curiga? Kan bisa saja, mendadak ada sesuatu yang tidak kita fahami, kemudian terjadi," jelas paman mencoba menyanggah spekulasi sang keponakan.


"Yang bikin Ujang curiga , Suster teh biasa datang mengecek keadaan itu dua jam sekali. Nah Suster yang masuk itu belum waktunya masuk, Mang. Anehnya,dia make sepatu lancip(maksud: high hels) sedangkan suster yang lain teh, sepatunya flat semua. Seragaman kitu, warnana ti bodas," (warnanya putih)


"Kamu teh, merhatiin aja. Sedetil itu, pantes nya kamu teh jadi detektip," sahut lelaki paruh baya, yang mengenakan jaket berbahan kaos serta peci putih bundar yang menutupi kepalanya.


"Serius,ieu teh, Mang!" gemas Ujang karena sang paman menanggapi curhatannya sebagai lelucon.


"He'eh, meni serius pisan!" seru lelaki berwajah bulat itu.


"Kumaha, Mang?" (gimana Mang) tanya Ujang.


"Kumaha naon, ieu teh?"(gimana apa nya) sahut si paman.


" Masa kita lepas tangan kieu? perasaan ujang teh, perempuan itu ada yang mau nyelakain," cecarnya dengan nada suara yang agak di tekan.


"Kan, udah ada polisi, Ujang! Kamu teh,ulah sok jadi pahlawan, kamu pikir kamu teh kamen rider?" sergah sang paman agar ponakan nya ini berhenti dari menindak lanjuti aksi super hero nya.


"Tapi, Mang?" ucap Ujang memohon, ia sudah terlanjur khawatir dengan teteh geulisnya.


"Udah lah, mending kita pulang!"


Sang paman berdiri sambil menarik tangan remaja tinggi itu, meski tubuh sang paman lebih pendek namun, karena si Ujang telah pasrah, ia pun dengan mudah di seret sampai ke mobil bak terbuka mereka.


"Mang, kumaha kalo si teteh geulis teu punya keluarga?" Ujang masih saja berusaha merayu.


"Biar itu teh jadi urusan dinas sosial! Emang kamu teh petugas dinas sosial! Yang penting, kita teh udah membawa si eneng itu ke rumah sakit. Lepas dari itu, udah bukan lagi urusan kita! Kamu teh faham,teu?" cecar sang paman dengan kumis yang bergerak-gerak seiring bibirnya yang mengoceh geram.


Kita tinggalkan perdebatan antara paman dan keponakan, yang sama-sama kepala batu.

__ADS_1


Di lantai sebuah gedung pencakar langit.


Dimana perusahaan itu, di miliki oleh salah satu petinggi negara.


"Semua beres, Bos!" seru wanita cantik mendayu, dengan pakaian kurang bahannya. Hingga menampilkan setiap belahan dan lekuk tubuhnya yang molek menggoda.Ya, menggoda para lelaki mata bakul dan hidung blaster.


Ia berjalan gemulai, menghampiri meja besar. Di mana ada seorang pria yang sedang menumpang kan kedua kakinya ke atas meja tersebut.


Tubuh pria yang berbalut kemeja berwarna biru dongker itu, terlihat rebah di atas kursi putar, dengan mata terpejam. Namun, terlihat senyum smirk tercetak dari kedua bibir tipisnya.


"Apa yang sebenarnya kalian lakukan padanya, hah!" hardik seorang pria berusia sekitar 40 tahun. Wajah oriental, dengan mata sipit, alis menukik tajam, hidung mancung serta bibir yang tipis sensual.


Pria itu hendak bangkit dari kursinya, namun di tahan oleh beberapa pengawal berjas hitam.


"Katakan, kucing liar ku, hadiah apa yang sudah kau berikan pada wanita sok suci itu." ucap seorang pria pribumi dengan wajah khas ke timuran. Kulitnya yang eksotis, alis mata dan bibir yang sedikit tebal, hidung bangir, rambut agak ikal, serta postur tubuh yang masih terjaga di usianya yang sudah kepala lima.


Pria ini terlihat telah berganti posisi, dengan wanita berbaju minim, yang kini telah berada di atas pangkuannya.


"Aku telah memberinya racun, yang secara perlahan, akan menyerang sistem syaraf pada tubuhnya. Sehingga, ia tidak akan bisa lagi menggerakkan seluruh anggota tubuhnya." ucap wanita itu seraya mengelus rahang yang sedikit ditumbuhi oleh bulu-bulu halus. Membuat gairah dan hasrat pria berlesung pipi ini, bangkit seketika.


Hingga, wanita di pangkuannya itu melenguh dan men desah. Para pengawal yang sudah terbiasa melihat tuan mereka ber cumbu dengan wanita seksi sesuka hati, hanya bisa menelan ludahnya kasar, terlihat dari jakun mereka yang turun naik.


"Bisakah, kalian bercinta di tempat lain saja, brengsek!" maki pria berwajah oriental itu dengan emosi tingkat tinggi.


Pasangan mesum yang tak tahu tempat itu, terpaksa menghentikan aksi mereka. Si wanita pun berdiri dan menaikkan bagian bawah pakaiannya, yang sempat terangkat karena ulah pria berwajah indonesia timur itu.


"Hideo Kaindra....,"


"Aku sudah berbaik hati padamu, dengan tetap membiarkan wanita sok pahlawan itu, hidup. Meskipun..., dia akan cacat seumur hidup. Hahaha...!" Gelak pria paruh baya itu.


"Biadab! Sahabat macam apa kau!" Pria yang di ketahui bernama Hideo itu berusaha berontak dari cekalan tangan para pengawal yang terus menjegalnya.


Pria berkebangsaan Jepang itu, telah sepuluh tahun berada di Indonesia. Seorang pengusaha yang bergerak di bidang pengadaan barang elektronik dan otomotif.

__ADS_1


"Justru, karena aku masih menganggap mu sahabat , hingga nyawa mu masih selamat."


"Karena aku menghargai persahabatan kita, dan usaha bersama bisnis kita lah, yang membuat ku tidak jadi membunuh istri mu itu."


"Kurang baik apa diriku ini, sobat?" Dengan sambil tergelak, pria itu mencengkeram kerah kemeja yang di kenakan Hideo.


"Bersiaplah, untuk menyerahkan bukti-bukti vidio itu, karena aku dengan mudah, dapat menghabisi keluarga kecil manis mu itu!" Ancam pria itu dengan wajah garangnya.


"Indar Winata!" pekik Hideo menghentikan pergerakan pria yang sedang di pakaikan jas oleh wanita yang biasa di sebut ja lang kung.


"Simpan tenaga mu, kawan!"


"Teruslah berusaha!"


"Aku yang akan menemukan bayi menggemaskan mu, lebih dulu. Dan, kau akan menjadi pecundang seumur hidupmu!" Pria yang di ketahui bernama.Indar Winata pun kembali tergelak dengan kencang dan membahana di ruang kerja yang kedap suara itu.


"Setelah aku sampai mobil, baru kalian lepaskan dia." Perintahnya kepada para pengawalnya itu.


"Anata no yaban'na tomodachi!"


" Zankoku!"


(sahabat biadab kau!


kejam!)


Pria bermata sipit itu terus berteriak sembari meronta.


Lanjut gak?


Sabarr๐Ÿ™Š


Jempolnya cuy๐Ÿ˜Ž

__ADS_1


komen juga biar rame lapaknya mak ni๐Ÿ˜


__ADS_2