
...Terima kasih sudah membaca sampai sini....
...Mohon dukungannya terus ya, jangan lupa like dengan jempolnya. Komen apa aja deh bebas kok. Asalkan dengan sopan dan santun ya....
Yang mau gabung grup chat juga bisa lho.
Silahkan follow akun author.
Kita bisa ngobrolin Andra dan Najwa di sana.
Mak juga akan updet info tentang novel disana.
Sekali lagi, Hepi membaca...!🥳🥳
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Ameera menatap pantulan dirinya pada cermin besar yang menempel di dinding.
Senyumnya terukir manis, ternyata bayangan akan ketakutannya tak menjadi kenyataan.
Semua keluarga besar, kakek Matsumata. Ternyata menyambut kehadirannya dengan ramah. Bahkan, paman Kaito selalu memujinya. Berterima kasih, karena telah membuat Hideo bahagia.
Mereka begitu terpukau dan tak menyangka, seorang Hideo Kaindra yang bertemperamen tinggi serta arrogan. Kini, menjadi sosok yang sopan dan santun serta menghormati orang lain.
Seluruh keluarga besar, ternyata mengetahui tentang kehilangan Najwa. Paman Kaito dan Paman Katsuhito, berjanji akan membantu mereka.
Bahkan mereka berniat berinvestasi agar perusahaan Hideo kembali berada di ranking teratas lagi.
Namun, Hideo menolak halus. Ia juga menjelaskan, akan membangun semua usaha setahap demi setahap dengan jerih payah mereka sendiri.
Tanpa harus berhutang dengan bank dan mengandalkan kekayaan keluarga nya lagi.
Ia telah memulainya lagi dari nol sejak lima tahun yang lalu.
Ketika Indar Winata berhasil, membombardir pertahanan dan keamanan rahasia perusahaannya.
Semua proyek berantakan, hingga menjual hampir 85% aset perusahaan demi menutupi kerugian. Hingga, Hideo terpaksa merumahkan ribuan karyawannya.
Semua musibah dan masalah hebat telah berhasil di lalui, tentu nya dengan ketaatan yang disertai keikhlasan.
Hingga, kesembuhan itu menghampiri Ameera, dan semakin meyakinkan dirinya. Bahwa, taubat tidak lah sempurna sebelum kau menebus semua kedzaliman mu terhadap manusia.
"Kamu sudah cantik sayang," ucap Hideo, dengan senyum simpul di wajah yang semakin tua semakin berkharisma itu.
"Hubby, bukan gitu maksudku. Hanya saja, aku merasa tubuhku agak sedikit berisi di sebelah sini," tunjuk Ameera pada dada dan perutnya.
"Aku merasa gamis ini kurang menutupi nya, dengan sempurna," tambahnya lagi.
"Menurutku, ini sudah menutupi aurat mu dengan sempurna sayang," jelas Hideo.
Namun, Ameera masih saja ragu.
"Sayang, gamis ini sudah menutupi lekuk tubuh indah mu, percayalah!"
"Karena, aku lah orang pertama yang tidak akan ikhlas. Bila pakaian mu, menampilkan bentuk tubuhmu yang seperti gitar spanyol itu," Jelas Hideo lembut sambil kepala Ameera.
__ADS_1
Mereka saling menatap dari cermin besar itu, melengkungkan senyum penuh cinta, yang membuat iri pasangan cicak di ujung plafon.
"Bisa kita berangkat sekarang?" tanya Hideo, setelah mereka selesai main tatap-tatapan.
"Yuk, aku udah gak sabar mendengar anak-anak jepang membaca Al Qur'an,"
Mereka pun keluar dari rumah itu, karena sebelumnya Hideo telah berjanji akan membawa Ameera mengelilingi kota Chiba.
Namun, Ameera lebih tertarik mengunjungi pusat keislaman di Chiba.
Diresmikan tahun 2016, CICC atau Chiba Islamic Cultural Center merupakan hasil penggalangan dana dari masyarakat muslim Jepang dan negara Islam lainnya.
Sebelumnya, komunitas muslim Jepang menyewa lantai 3 bangunan ini sebagai musala dan toko makanan halal.
Setelah berhasil menggalang dana, bangunan ini dibeli dan menjadi pusat kebudayaan Islam di Chiba.
Bangunan bertingkat 5 ini tiap lantainya memiliki fungsi berbeda. Lantai 1 merupakan kafe My Outlets yang menyediakan makanan dan minuman halal.
Lantai dua merupakan kantor sertifikasi Halal Jepang alias Nippon Asia Halal Association, sementara lantai tiga berfungsi sebagai masjid utama.
Berlanjut ke lantai empat, ada ruangan serbaguna serta sekretariat CICC dan lantai lima, merupakan ruang pertemuan atau tempat untuk kegiatan keislaman lainnya.
******
Di lantai ke lima inilah, Najwa dan para peserta lain nya telah bersiap. Para Qori kecil dan remaja yang berasal dari beberapa negara, Indonesia, Malaysia dan beberapa anak asli keturunan negara ini, yaitu Jepang.
Mereka akan adu kemampuan dalam membawakan ayat suci Al Qur'an. Dengan lafadz dan irama yang indah serta tartil.
Siapa lagi kalau bukan si uncle gantengnya, Andra.
Maulana meminta umma Kartika vidio call, pada saat Najwa tampil nanti.
Namun, Kartika memilih mengambil vidio dengan kamera kecil yang di bawanya.
Beberapa peserta telah selesai tampil membawakan beberapa ayat suci.
Dengan beragam jenis irama, dan warna vocal yang luar biasa.
Termasuk anak-anak dari Chiba, ternyata banyak dari mereka yang menikah dengan orang muslim. Sehingga menghasilkan keturunan yang taat dan penghafal Al Qur'an.
Pasangan Hideo dan Ameera telah sampai di gedung CICC. Kebetulan peserta yang terakhir baru akan di panggil.
"Najwa! Indonesia...!"
Seorang gadis berperawakan tinggi, dengan gamis longgar dan khimar yang menjuntai hingga ke perut.
Berjalan naik ke atas panggung dengan begitu tenang dan anggun.
Wajahnya yang bak boneka hidup membuat berpasang mata terpukau dan terkesima.
Mulut-mulut itu berucap dengan mengagungkan nama Allah.
"Masyaallah!"
__ADS_1
"Cantiknya...!"
"Sepuluh tahun sudah seperti remaja ya,"
"Gadis kecil yang anggun,"
Bahkan Ameera dan Hideo sampai tak berkedip, ketika Najwa berjalan melewati mereka.
Tibalah bagi Najwa, gadis kecil dengan gamis berwarna peach, ia memilih untuk melantunkan suroh Al Insyiroh.
Yang memiliki arti, kelapangan. Suroh yang biasa kita sebut Alam Nasroh ini, dan sering kita baca ketika solat Isya. Merupakan surat ke-94 dalam Alquran. Dalam tafsirannya, surat ini mengajarkan pada kita untuk selalu bersabar serta bertawakal kepada Allah..
Keutamaan dari suroh Al Insyiroh, yaitu melapangkan hati dan juga membuka pintu rezeki.
Bahkan disebutkan dalam Alquran. Suroh yang berisi 8 ayat ini diturunkan sebagai pelipur lara bagi Nabi Muhammad Saw dari Allah SWT.
Karena pada saat itu, beliau sedang menghadapi pertentangan keras dari kaumnya.
Najwa membawakan suroh itu dengan sangat merdu dan tartil.Sehingga, membuat tuai pujian dan kekaguman untuk nya.
Termasuk Hideo dan Ameera, lantunan yang di bacakan Najwa. Merasuk hingga ke dalam hati keduanya.
Terlebih, ketika Najwa lah yang keluar sebagai juaranya.
Ameera yang terisak terlihat menyusut air di ujung matanya.
Hingga setelah acara selesai, Ameera yang telah terkagum-kagum sejak Najwa melewati mereka. Meminta pada Hideo, agar ia dapat mengenal anak perempuan yang sepertinya seusia dengan Najwa mereka.
Ya, Hideo dan Ameera memang lah tidak patut mencurigai nya. Tapi kemungkinan itu, akan selalu ada.
Kemiripan akan ciri bayi mereka hingga nama yang sama.
Bukankah ini sebuah kebetulan yang hakiki.
Ameera yang tak sabar ingin bertemu, segera merangsek ke tengah kerumunan. Ketika gadis kecil itu di minta berfoto dengan beberapa anak dan orang tua mereka.
Katanya, biar ketularan cantik dan pintar nya.
Najwa, dengan sikap dewasanya di usia mangkat remaja.
Bertutur kata halus dan penuh isi. Beda sekali kalau sudah di rumah, apalagi bila sudah di dekat uncle nya.
Najwa menarik napasnya dalam kemudian mengeluarkannya perlahan. Ia harus ikhlas bila Uncle nya tak bisa ada untuk nya kali ini.
Ia sudah harus memulai untuk terbiasa tanpa Andra. Kemenangan ini pun niat ia persembahkan untuk keluarganya.
"Para Uncle pasti bangga sama kamu, begitu pun dengan Umma,"
"Bahkan, Uncle Mau akan mengirimkan hadiah untuk kemenangan mu," ucap Kartika dengan binar penuh syukur dan kebanggaan.
Ketika ia hendak menuntun Najwa yang tengah membawa trophy kemenangannya.
Hideo dan Ameera menghampiri mereka berdua.
"Assalamu'alaikum...,"
__ADS_1
Bersambung>>>>>