
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Setelah mengunjungi pusara kedua mertuanya, yang menurut cerita sang kakak lantaran anak tertua mereka kalah judi online.
"Seluruh harta ayah dan ibu di sita oleh bank, sebagai ganti rugi. Karena abang juga korupsi di kantornya," jelas Marwah ketika mereka telah berada di dalam mobil.
Anak yang selalu di banggakan karena telah menjadi seorang direktur, mempunyai istri dari kalangan atas, memiliki harta melimpah.
Namun, kenyataannya. Anak yang di puja dan di banggakan ternyata malah membuat kedua orang tua terkena serangan jantung dan meninggal secara perlahan.
"Lalu bagaimana dengan istri dan anak-anak paman?" tanya Andra, karena setahunya para sepupunya itu sudah bersekolah dan ada yang kuliah.
"Abang kemudian diceraikan, anak mereka hidup bebas dan berantakan. Lalu, abang berakhir mendekam di rumah sakit jiwa karena depresi," jelas Marwah lagi sambil menyeka air matanya.
Inikah nikmat harta?
Harta yang diperoleh dengan mudah dan dengan cara yang tidak benar. Harta yang haram, karena sebagian mengambil dari hak orang lain.
Kelihatannya memang seperti memberi mu kesejahteraan. Sebenarnya, harta itu tengah menjerat nafas mu perlahan. Membakar jasad mu hingga berakhir dengan puing ketidakwarasan.
Seandainya mereka faham, mungkin mereka takkan menggilai nya. Seandainya mereka tau, mungkin mereka takkan memujanya.
Mungkin kini mereka telah sadar, ketika jasad sudah menyatu dengan bumi. Ketika, Tuhan memberi gambaran lewat cercaan dan makian malaikat penjaga kubur.
Sungguh terlambat.
Langkah kaki berderap terdengar meninggalkan pusara sederhana yang hanya berhiaskan batu marmer berukir sebuah nama.
Dengan rumput gajah mini yang menutupi seluruh area tanah pusaranya. Kartika menyusut air matanya sesaat setelah ia mengusap wajah dengan telapak tangannya.
Kepergian nya hampir tiga puluh tahun, namun tidak sedikit pun kerinduannya akan Syafiq pupus. Wajah, cara bicara dan tersenyum nya, bagaimana cara dia merayu, semua masih lekat di dalam ingatan Kartika.
Lantunan doa dari kedua putranya begitu bermakna dalam. (Semoga, seluruh amal mu karena telah berhasil mendidik ku dan juga anak-anak kita, di terima oleh Allah. Sehingga menjadikan kubur mu lapang serta terang) lirih Kartika di dalam hatinya
Ya, setelah mengunjungi makam kakek dan nenek. Andra dan Mau juga mengajak Isyana mendatangi pusara mendiang abuya mereka.
Setelah mengantar Marwah sang bibik ke tempat tinggal sederhananya. Lagi-lagi, Kartika mengusap dadanya.
"Sejak kapan, Kakak tinggal di sini? Lalu di mana anak yang lain?" tanya Kartika, ia tak tahan lagi untuk tidak mengorek kehidupan kakak iparnya itu.
Ternyata benar, bahwa roda itu berputar. Marwah yang dulu tinggal di dalam istana dan bergelimang harta. Kini...,
"Kakak, sudah lima tahun luntang-lantung Tika, pindah kesana-kemari. Mencari kontrakan yang murah dan bisa untuk berjualan," ucap Marwah dengan nafas memburu karena ia cukup lelah berjalan.
Karena sejak mobil berhenti mereka harus berjalan masuk gang menuju tempat tinggal nya, dan jaraknya lumayan jauh dari jalan raya.
__ADS_1
*****
Persiapan pernikahan antara Andra dan Najwa hampir rampung. Andra yang ikut andil pada setiap kesibukan sampai hal-hal kecil.
Bukan karena ia laki-laki cupar, atau sok campur urusan perempuan. Hanya saja, Andra ingin menyibukkan dirinya agar bayangan Najwa tak terus terlintas di dalam kepalanya.
Ia mengajukan cuti selama satu bulan, persiapan pernikahan selama dua minggu, kemudian di tambah dua minggu untuk bulan madu mereka nanti.
Maulana izin honeymoon satu minggu ke pulau sumatera, khusunya kota PB dan kota P. Isyana sangat antusias karena makanan di sana enak-enak, dan kota itu juga pro terhadap muslim.
Kota yang menerapkan berbagai aturan sesuai kaidah islam, sehingga mewajibkan masyarakatnya untuk menutup aurat mereka.
Jam besar dengan menara tinggi adalah salah satu ikonik kota P. Serta hasil laut dan bermacam jenis makanan berbahan dasar ikan di kota PB.
Sehingga mereka tidak takut, mata mereka akan ternoda melihat para bule lokal dan mancanegara yang bebas memakai bikini seperti di kota wisata lainnya.
Menjaga mata itu penting, sebelum menjaga hati.
Karena hati dan syahwat akan mengikuti pandangan dari mata dan perintah dari otak. (Itu menurut otor sok tau😂)
Sementara Najwa, gadis muda itu masih terus sibuk dengan kegiatannya. Ia sengaja membuat dirinya lebih sibuk dari biasanya.
Karena,sang ayah melarang dirinya turun tangan mengurusi acara pernikahannya nanti. Itu bagus untuk jiwa Najwa sebenarnya.
Seandainya menuruti bisikan setan, ingin rasanya Najwa berteriak dengan sekencang-kencangnya. Lalu melompat dan berlari kesana-kemari.
Tapi tidak, Najwa masih mengikuti bisikin malaikat, sehingga setelah kuliah dan mengajar mengaji maka ia akan mengurung diri di musholla kecil rumahnya.
Menjaga hafalannya dengan terus bermurojaah. Belajar bahasa arab dan rusia secara online. Karena, entah kenapa Najwa ingin menguasai kedua bahasa itu.
Kenapa tidak bahasa inggris, yang merupakan bahasa internasional. Bagi Najwa, itu kurang menantang. Ia sudah bisa meski tidak fasih sangat.
*****
Ameera bersama Syam sedang membantu membungkus surat undangan yang akan di sebar besok.
Anak lelaki bermata sipit itu selalu menampilkan senyum. Hingga pipinya yang chuby terus membulat, membuat siapapun gemas dan ingin mencubitnya.
"Mom, calon suami kakak tampan sekali ya. Seperti yang suka aku lihat di tivi yang boyband itu," ucap Syam dengan gaya bicara khas anak seusianya.
"Kamu bisa aja Syam. Apa iya, uncle Andra setampan itu?" tanya Ameera mengulik sang putri.
"Iya, Mom, bener. Kulitnya putih, rambutnya keren, badannya tinggi. Kalo kata temen di sekolah ku namanya Oppa," jelas Syam lagi serius memasukkan undangan kedalam amplop.
"Oppa itu bukannya panggilan untuk kakek ya?" tanya Ameera lagi mengetes Syam.
__ADS_1
"Itu, Opa, Mommy. Dalam bahasa manado yang artinya kakek," terang Syam dengan bibir yang sesekali di bulatkan lucu.
"Oh gitu, tapi seperti nama sejenis makanan ringan iya gak sih, Syam?"
"Makanan apa, Mom?"
"Itu lho, yang terbuat dari singkong. Di pipihkan, di jemur lalu di goreng," jelas Ameera sambil menahan tawanya.
Syam sampai menaikkan matanya ke atas saking kerasnya berpikir. Hingga ia memekik kencang setelah ia menyadari sesuatu.
"Haaaa!"
"Apa sih, Syam?" kaget Ameera, sampai ia memegang di mana tempat jantungnya berada.
"Itu OPAK, Mommy...!" kesal Syam setelah ia tau maksud dari Ameera.
Ameera pun tergelak, hingga terpingkal-pingkal.
"Kok kamu pinter banget si Syam," puji Ameera masih dengan sisa tawanya.
"Daddy! Mommy nih, receh banget!" Syam berlari meninggalkan Ameera yang terkekeh sendirian. Ia senang menjahili anaknya yang satu ini. Karena, Syam itu baperan.
Pasti ia tengah mengadu kepada Hideo saat ini. Membayangkan hal itu membuat wanita paruh baya dengan mata bulat yang indah itu, tergelak kembali.
"Syam..Syam..kamu lucu."
"Aduh keram pipi mommy."
(Ya Allah, masih gak nyangka. Kalau putri ku akan menikah sebentar lagi. Terima kasih Ya Robb, Engkau telah mengabulkan doa ku satu persatu. Maaf, kalau permintaan ku banyak. Karena,setelah ini, aku akan meminta cucu yang menggemaskan.) batin Ameera. Mengucapkan sebaris doa yang terucap di dalam hati nya.
Di pandangi nya sebaris nama yang tertera pada kertas undangan itu.
Andra El Barack (Andra)
Putra Syafiq El Barack dengan Kartika Widyasari.
Akan menikah dengan,
Najwa Khumaira( Najwa)
Putri Hideo Kaindra dengan Ameera Assidiqia.
(Semoga urusan kalian selalu di permudah oleh Allah Ta'ala, Aamiin) Ameera menyisipkan seuntai doa, demi kelangsungan acara yang sangat di nantikan mereka semua.
Bersambung>>>>>
__ADS_1