
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sebelom baca jempol dulu yak.😋
Mak malak...🤣
Seriuss😎
Ini, kalung yang di maksud Hideo.
Harga nya berkisar Rp 1.172.918,400.
Hitung sendiri ya readers, mak pusing liat angkanya🙃.
Ameera, mematung melihat kekacauan di dalam kamar mereka. Terutama, melihat kekacauan yang nampak pada diri suaminya itu.
Untung saja, ia yang mendengar suara gaduh dari bawah langsung memanggil beberapa pengawal untuk membawanya ke atas.
Dengan mendobrak pintu kamar, yang di kunci dari dalam oleh Hideo. Setahun belakangan ini, pria yang teramat di cintai nya itu. Mengalami depresi.
Hideo, bagaikan di kejar dosa. Dia terus menyalahkan dirinya sendiri.
Ameera, menghampiri sang suami tercintanya itu. Setelah, ia memerintahkan para pengawal untuk membersihkan kekacauan yang di buat oleh tuan mereka.
Cermin meja rias yang hancur. Serta barang-barang lainnya yang luluh lantak di lantai.
Dengan perlahan, wanita yang sudah di vonis cacat seumur hidup oleh Dokter. Menemukan keajaiban dari sholawat dan ayat-ayat suci yang di lantunkan oleh Hideo. Di dampingi sang guru yang seorang hafidz Qur'an.
Kini, keadaan Ameera sudah sangat baik, meskipun ia belum bisa terbebas dari kursi rodanya. Ia sudah sangat bersyukur dapat kembali menggerakkan anggota tubuhnya.
Tinggal pemulihan pada kedua kakinya, yang terhambat oleh keadaan Hideo yang depresi. Ameera akui, selain rasa bersalah, Hideo juga teramat merindukan putrinya.
"Hubby..., sayang,"
" Ku mohon, jangan seperti ini," lirih Ameera yang sudah berada dekat dengan Hideo.
Pria sipit itu mendongak, sontak tangisnya kian pecah kala melihat raut sendu wanita yang dicintainya itu.
(Haah...kemana Hideo yang perkasa dan kuat itu?)
(Akhir-akhir ini, kenapa kau menjadi sangat cengeng?)
Ameera menatap, mantan kekasihnya itu dalam.
"Bukan salahmu hubby,"
"Semua sudah di garis kan pada jalan hidup kita," ucap Ameera, berupaya menenangkan pasangan hidupnya itu.
Pria berkulit putih, yang kini hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Tengah tergugu di antara lutut Ameera.
"Istighfar, sayang."
"Jangan seperti ini..." Ameera mengusap lembut sosok yang tersedu di atas kedua lututnya.
"Tetaplah berprasangka baik terhadap Allah, dan yakinlah akan ketentuan takdirnya."
"Jangan terus menyalahkan dirimu,"
"Kau, sudah melakukan yang terbaik, percayalah!" tegas Ameera.
Pria, itu mendongak perlahan. Sungguh miris melihat penampilannya saat ini.
__ADS_1
Wajah tampannya redup karena sayu, dengan mata basah, serta rambut dan pakaian yang acak-acakan.
Mata itu menatapnya dalam, tersirat penyesalan dan ketidak berdayaan.
Ameera menangkup wajah Hideo, dengan kedua tangan halusnya.
"Kita serahkan, nasib putri kita kepada pemiliknya,"
"Aku yakin, putri kita itu baik-baik saja. Dia berada di tangan orang-orang yang tulus," ucap Ameera pelan dan lembut, sembari menyugar rambut hitam Hideo.
Lelaki itu tampak berpikir, terlihat dari matanya yang bergerak ke kanan dan ke kiri.
"Kita, sholat ya?"
"Hubby, jadi imam. Aku kangen suara merdu mu, ketika melantunkan ayat-ayat suci," ajak Ameera dengan nada membujuk layaknya kepada anak kecil.
Hideo terdiam, lalu ia mengambil nafasnya dalam.
"Watashi wa akiramenai koto o yakusoku shimasu. Itsu demo!''(Aku berjanji, bahwa tidak akan menyerah. Sampai kapanpun!)
"Watashi o yurushite."(Maafkan, aku.)
"Ya, kita punya Allah yang maha kuasa." Akhirnya, Hideo pun tersenyum.
Hideo mendorong kursi roda sang istri, menuju ruangan khusus untuk mereka sholat.
Mereka pun sholat berjama'ah, meski pun Ameera tetap di atas kursi rodanya.
Ini, visual Hideo Kaindra versi mak.
Pria mualaf berkebangsaan negeri anime.
Ameera, cantik dan anggun.
Perempuan terseksi milik Hideo.
Bunda nya, Najwa.
Bayangin aja kalo matanya agak kehijauan kayak mata nya Najwa.
Seperti ini.
********
Di sebuah mini bar, di mansion mewah milik seorang pengusaha sekaligus pejabat daerah.
Indar Winata, sedang menikmati wine nya, sambil melihat aksi dari beberapa peliharaan besarnya.
Di balik kaca besar di dalam ruangan itu, yang tembus ke pekarangan. Beberapa hewan peliharaan berbulu nya itu, sedang di latih.
Berbagai jenis anjing perkasa, seperti: Pinscher Doberman dan Rottweiler.
__ADS_1
Selain sebagai peliharaan, mereka adalah penjaga kebanggaan, sekaligus alat pemburu untuk memuaskan kesenangannya. Salah satu hobi ekstrim dari pria paruh baya yang masih terlihat menawan, terutama bagi para kaum hawa lapar.
Berbeda dengan hewan pujaan nya yang bertempat di ruangan khusus.
Di mana hewan berbulu besar itu, berguna sebagai salah satu alat eksekusi alias algojo.
Seekor kucing jantan raksasa, dengan surai yang menjuntai menciptakan aksen menawan pada wajah bengisnya.
Bayangkan suara mengeong nya, yang bisa membuat jantung mu seakan copot dari tempatnya.
Seekor beruang ganas lagi buas. Padahal bila dijadikan boneka, ia akan sangat menyenangkan untuk di peluk. Bisakah, kalian bayangkan? Memeluk mahkluk satu ini dalam bentuknya yang hidup?
Mendengan geraman nya saja, seluruh tulang di sendi mu akan copot seketika.
Entah, untuk apa seorang pejabat daerah memelihara hewan-hewan buas tersebut. Sedangkan mereka termasuk di lindungi karena populasi nya yang hampir punah atau tinggal sedikit.
Jangan kan hewan, bahkan Indar Winata yang terkenal culas dan kejam di kalangannya. Juga memelihara manusia sebagai budak nya. Yang ia pekerjakan di perkebunan ganja di lahan seluar seperdelapan hutan terbesar di negara I tersebut. Lahan ganja seluas 200 hektar, membutuhkan sekitar 50 lebih tenaga manusia.
Dan, tenaga gratis itu di dapatkan nya dari penipuan berkedok tenaga kerja yang akan di pekerjakan di luar negeri. Atau bahasa kerennya adalah pahlawan devisa.
Pria paruh baya berdarah Indo-Latin itu, kembali menghisap cerutu nya dalam. Asap menguar memenuhi seisi ruangan pribadinya itu.
Sang asisten, yang berpangkat perwira terus setia di sisinya.
"Temukan anak perempuan itu, segera!"
"Dia, alatku satu-satunya. Untuk menghancurkan sahabat tersayang ku itu. Hingga ke akarnya," titah Indar di sela-sela isapan pada benda coklat panjang yang mirip dengan wafer roll.
"Lakukan tugas kalian dengan benar kali ini."
"Atau, ku jadikan boneka teman tidur beruang manis ku," ancamnya penuh penekanan.
Siapapun, yang mengenal perangainya, akan bergidik bila sudah mendengar ancaman pria maskulin itu.
"Baik, kami permisi. Tuan."
Sang perwira, dan beberapa anak buah nya pun, segera undur diri. Nasib mereka, ada di tangan pria berewok dengan rambut ikal itu.
Indar, tersenyum smirk.
(Masa jabatan ku akan habis sebentar lagi. Tapi, itu tak masalah untukku. Karena, yang maju menggantikan ku adalah pion yang akan bergerak sesuai komando dari ku.)
Kemudian, terdengar tawa menggelegar dari pria yang gila kekuasaan dan harta. Hingga nurani nya mati sebagai manusia.
Tinggallah jiwa-jiwa iblis yang merasuk kedalam darah dan dagingnya. Menguasai seluruh bagian otak dan dadanya.
Bersambung>>>>>
Bab kali ini,bertabur visual yaa🤣.
Tolong, jangan bully penjahitnya, eh penjahat.
Soalnya..., ekhemm.
Dah lanjutt😎
Note:
__ADS_1
Yang kenal visual Hideo Kaindra, fix klean seumuran sama mak🤣🤣🤣🤩