Mengasuh Calon Istri

Mengasuh Calon Istri
Ameera istriku(Hideo Kaindra)


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Negara dengan simbol singa putih itu, adalah tempat yang di pilih Hideo, seorang pengusaha asal negeri sakura. Yang sialnya ia telah salah memilih partner bisnis, sehingga keluarga dan usahanya, yang telah ia bangun mati-matian selama 20 tahun.


Kini, semua itu terancam, oleh satu tangan manusia besi berhati es. Salah satu pejabat negara yang berasal dari pengusaha aliran hitam. Pengusaha yang menguasai jalur bawah tanah, alias perdagangan ilegal.


Dengan kaki tangan para anggota mafia serta gangster. Seorang pengusaha dengan pencitraan muka dua, dengan para aktris dan aktor di belakangnya. Serta sutradara yang menulis skenario tentang kehidupan kamuflasenya.


Kebusukannya di tutupi dengan taburan bunga. Kejahatannya, di alihkan dengan kedermawanan serta ke solehannya.Hingga, rakyat dan dunia percaya, bahwa dia adalah jelmaan malaikat berwujud manusia.


Padahal dia adalah iblis yang berkedok malaikat.


Bagaimana, seorang Hideo Kaindra dapat bepergian sesuka nya? Bahkan, dengan menggunakan fasilitas negara?


Sebuah pesawat Hercules milik Tentara Nasional.


Angkatan Bersenjata Specialis Udara, beserta awak dan para tim medisnya.


Bukan hanya karena uang nya yang tak berseri, akan tetapi instuisi ini, sempat berhutang budi para perusahaan yang di miliki nya. Hingga kini saatnya, seorang Hideo menagih hutang budi tersebut.


Kini, sampailah mereka di negara super bersih itu. Negara yang mengenakan denda bagi warganya yang dengan sengaja membuang sampah atau mencoret sembarangan. Perhatian besar, khususnya bagi negara +62. Karena budaya membuang sampah sembarangan telah melekat erat pada sebagian warga negara tersebut.


Jika, kalian tak ingin gagal untuk memuaskan hasrat belanja di negara itu, lantaran kalian mendadak miskin, karena uangmu telah habis untuk bayar denda.


Maka, biasakanlah dirimu untuk membuang sampah pada tempatnya.


Sampah ya!


Bukan mantan!


Kalo mantan buang ke laut aja, biar di makan sotong raksasa!


(Hahaha...ketawa jahat!)


Mereka mendarat dengan mulus di sebuah landasan, yang letaknya tepat di atas atap rumah sakit tersebut.Kehadiran mereka telah disambut oleh tim medis rumah sakit tersebut. Kebetulan, Kakek Hideo adalah salah satu pendiri, serta pemegang saham sebanyak 15% dari rumah sakit, dengan alat yang serba canggih tersebut.


Karena itulah, Hideo dan istrinya Ameera di sambut dengan begitu antusias serta pelayanan nomer wahid.


Di sebuah ruangan khusus, Ameera langsung mendapatkan tindakan medis. Pengecekan menyeluruh terhadap tubuhnya, demi mengidentifikasi jenis racun apa yang menyerang syaraf motoriknya. Beberapa alat-alat canggih itu telah terpasang di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Setelah sebelumnya, tubuh polos istrinya itu di masukkan ke dalam kapsul ajaib. Guna mendeteksi hingga bagian syaraf terhalus.


Hideo, yang tak pernah rela tubuh istri di lihat oleh orang lain. Kini pasrah, melihat bahwa Dokter ahli yang akan menangani belahan jiwanya itu adalah laki-laki berkebangsaan Jerman.


Hideo,mengepalkan tangannya, sedangkan matanya terpejam.


Semua ini, karena ulah pejabat pemerintah yang merangkap sebagai pengusaha berdarah dingin, dan bertangan besi. Indar Winata.


Tunggu pembalasan ku! Kalian telah membangkitkan kembali, naga yang tertidur!


Panggilan dari seorang Dokter berpakaian serba hijau, telah membuatnya terkesiap.


"Mr. Hideo Kaindra. Silahkan kita bicara di ruangan saya, mari." ( ceritanya, ngomong pake bahasa inggris)


"Ekhm... Baik."


Mereka berdua pun melangkah menjauh dari ruangan yang di penuhi oleh alat-alat canggih tersebut.


Menuju ruangan salah satu Dokter syaraf terbaik, di rumah sakit besar ini.


Dokter bermata biru dan berhidung lancip itu mempersilahkan Hideo untuk duduk.


Hideo, meletakkan tubuhnya di sofa.


"Langsung ke intinya saja."


"Berapa lama waktu yang di butuhkan, untuk menyembuhkan istri saya?" Hideo berucap tanpa mengalihkan tatapannya terhadap sang Dokter.


Dokter spesialis syaraf itu, hanya tersenyum tipis menanggapi ulah suami dari pasiennya. Apalagi, dia adalah cucu dari salah satu pemegang saham terbesar, di rumah sakit tempat nya mengabdikan ilmu serta memperoleh pundi-pundi uang.


"Hasil dari tes kilat yang tim kami lakukan tadi, mengidentifikasi kan bahwa ada sejenis senyawa kimia yang di alirkan ke dalam pembuluh darah. Tim laboratorium kami, sedang meneliti lebih jauh, jenis racun apa yang telah di sebar dan sejauh mana penyebarannya.


Besok pagi, hasil nya baru akan keluar." tutur sang Dokter bermata biru itu.


"Kenapa, kerja kalian lambat sekali!"


"Aku telah meminta kepala rumah sakit, untuk menurunkan tim yang layak, namun apa yang ku dapatkan? Menunggu? Hah!"


Hideo menghardik Dokter yang masih memasang raut wajah tenang itu. Bahkan, kini ia menggebrak meja.

__ADS_1


"Aku, tidak butuh tim siput! Keluarkan hasilnya sekarang juga! Atau...," Hideo tidak melanjutkan ucapannya, ia hanya tersenyum smirk, kemudian menegakkan tubuhnya kembali.


Sedangkan, sang Dokter terlihat mengusap pelipisnya yang mulai berkeringat, padahal suhu ruangan telah teramat sejuk.


"Maaf, Tuan Hideo."


"Secanggih apapun peralatan kami, penelitian, akan tetap membutuhkan proses." jelas sang Dokter dengan sangat hati-hati. Tentu, ia faham betul, sosok seperti apa yang di hadapinya. Dan, ini bukan kasus pertama baginya, menghadapi miliarder arrogan dan sok berkuasa.


Seorang Dokter bahkan telah bersumpah. Akan berusaha semaksimal mungkin demi kesembuhan sang pasien.


Hideo hanya mendengus, mendengar penuturan dari Dokter berkaca mata di hadapannya ini. Sontak ia pun berdiri dan keluar dari ruangan itu tanpa berkata sepatah kata pun.


Ia ingin segera mengetahui hasilnya, kapan sang istri bisa sembuh. Ia, ingin segera mengakhiri penderitaan wanita yang teramat di cintai nya itu.


Hideo, terdiam sesaat di depan pintu ruangan Dokter spesialis tersebut. Setelah ia membantingnya dengan cukup keras tadi.


Ia membuang nafasnya kasar, kemudian menyugar rambutnya.


Ia memutuskan, untuk melihat sang istri di ruangan khusus yang sengaja di sediakan untuk nya.


Dua orang pria tinggi berjas hitam, dengan kaca mata dan earphone di telinga mereka.


Para pengawal yang khusus menjaga dan mengikuti, kemanapun Hideo pergi.


Disinilah, Ameera terbaring tak berdaya. Di sebuah ruangan berbau antiseptik dan obat-obatan. Berbagai macam alat canggih menempel pada beberapa bagian tubuhnya.


Beberapa monitor terlihat memantau tanda-tanda vitalnya, seperti detak jantung, urat nadi, kadar oksigen, serta sinyal otak. Karena itulah, ada sebuah benda yang melingkar di kepala Ameera.


Hideo, membuka air mineral yang di berikan pengawalnya tadi. Ia bahkan sampai lupa untuk minum. Sejak kehilangan sang istri dua hari lalu, nafsu makannya pun ikut hilang. Bahkan, ia lupa kapan terakhir ia makan. Bukan hanya itu, waktu istirahatnya pun hanya beberapa jam saja. Selebihnya, ia habiskan untuk mencari keberadaan anak dan istrinya tersebut.


Walaupun mereka baru menikah, lalu dalam waktu kurang dari dua bulan pernikahannya dengan Ameera. Mereka telah di percaya, sehingga, Tuhan menitipkan seorang bayi kedalam rahim sang istri. Hingga, seorang bayi, yang ternyata berjenis kelamin perempuan itu lahir. Kehadiran malaikat kecilnya itu, ternyata mampu mengubah dunia nya seketika.


____________


Mak chibi kasih flasback dulu ya.


Kisah emak ame bapak nye si dede bayi gembuy, Najwa.


Next part masih kisah uwwu nya mereka🀩

__ADS_1


Mak minta dukungan selalu ya dari kalian semuaaa😘😘


__ADS_2