Mengasuh Calon Istri

Mengasuh Calon Istri
Ketemu belom, udah ngelamar aja.(Andra)


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Sebelum Najwa turun, apakah ada yang ingin Nak Andra sampaikan?"


"Atau, ingin menyampaikannya di hadapan Najwa kah?" tanya Hideo to the point. Setelah mendengar penuturan dari Maulana, sepertinya kecurigaannya memang mendasar.


Apalagi ketika ia melihat air muka dan ekspresi dari Andra, ia kan lelaki dan juga pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Jadi, ia hafal betul gerak-geriknya.


Sementara Andra, yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Hideo. Laksana terkena sihir batu, ia seketika mematung kaku.


(Umma, tolong...!)


(Ini, abang harus jawab apa, ah gimana?)


"Jawab, Bang," bisik Mau.


Andra menelan susah ludah nya sendiri. Udara di sekitarnya tiba-tiba serasa panas, ia sempat menyeka buliran keringat yang turun dari pelipisnya.


"Ngomong, Bang!" bisik Mau lagi dengan gemas tertahan. Karena, abangnya yang keren lagi cool saat presentasi. Mendadak jadi bisu dan mati gaya begini. Memang ya, siapapun bisa terlihat lemah dan sedikit oneng gegara cinta.


Setelah, beberapa kali mendengar bisikan menyebalkan dari saudara kandungnya, akhirnya Andra menghirup udara yang banyak demi melemaskan uratnya yang seketika tegang.


"Maaf, Ojisan. Saya...," Andra menjeda ucapannya. Ingin sekali ia melirik ekspresi Hideo, namun nyalinya entah pergi kemana.


Lebih baik ia meneruskan kata-katanya saja, meskipun sembari menunduk. Ternyata, dia benar-benar payah untuk hal yang satu ini.


Itulah, manusia.


Dia memang makhluk yang hampir sempurna. Dia hebat dan luar biasa. Namun, tidak pada semua bidang. Karena itu, hanya di sebut hampir mendekati sempurna, bukan sempurna seutuhnya.


Setiap manusia yang memiliki kelebihan sudah pasti mempunyai kekurangan bukan. Karena itulah, hidup menjadi seimbang.


Maka, janganlah pernah berbangga apalagi sombong akan segala kelebihan pada dirimu. Karena dibalik itu semua, kau juga pasti memiliki kekurangan. Sebaliknya, janganlah menghina kekurangan orang lain. Karena, bisa jadi ia mempunyai kelebihan yang tidak kau miliki.


"Saya, tidak bisa berhenti untuk tidak memikirkan Najwa. Dan, saya menanti lama hingga masa ini tiba. Di mana, Najwa cukup umur dan mengkhatamkan hafalannya.


Saya cukup menahan diri selama ini, sama sekali tidak pernah menghubunginya. Hanya, mengetahui kabarnya melalui umma.


Sebenarnya, saya juga sedang menguji perasaan ini. Ternyata, bayangan rasa ini bukannya hilang, justru semakin menjadi.


Bahkan, berpuluh paras dan rasa dari yang lain. Tak mampu sedikit pun menggeser tempatnya, di sini." tutur Andra panjang-lebar sambil menyentuh dadanya.


Hideo dan Ameera, terkesiap. Namun, tak ada sedikitpun niat mereka untuk memotong ucapan pria di hadapan mereka ini.

__ADS_1


"Jika,Ojisan berkenan. Saya, Andra El Barack, ingin melamar Najwa untuk menjadi istri saya,"ucap Andra tegas dengan satu tarikan nafas.


Hideo saja sampai ikut menahan nafasnya, mendengar penuturan jujur dari pria yang sudah menyelamatkan nyawa putrinya itu.


" Terima kasih, atas kejujuran atas perasaan mu. Kami selaku orang tua, tidak berhak menentukan. Biar lah Najwa yang akan menjawab pinangan mu." ucap Hideo menanggapi pernyataan isi hati putra El Barack itu.


"Hanya saja, mungkin..., aku dan istri ku harus bisa menerima kenyataan. Bila takdir menjauhkan kami kembali,"


"Namun, jujur di lubuk hati ku yang terdalam. Tidak ada lelaki yang bisa ku percaya melebihi kepercayaan ku padamu. El Barack-san," ucap Hideo lagi, dengan senyum tipis di wajahnya.


(Uncle, benarkah ucapan mu?)


(Itukah, perasaanmu selama ini?)


(Mommy, kaki ku tak bisa di gerakkan. Tubuh ku bergetar, apakah aku akan pingsan?)


(Umma, tolong pegangin aku dengan kencang!) jerit Najwa tertahan di hatinya.


Ia yang beberapa langkah lagi sampai di ujung anak tangga, secara tak sengaja mendengar semua ucapan pria yang sangat di rindukan dan selalu di harapkan kehadirannya.


Hingga, ia tak pernah lupa menyisipkan nama itu di tengah munajatnya pada yang kuasa.


Mata Andra berbinar seketika, namun sekejap membola diikuti detak jantung yang bertalu dan debaran yang berdentum.


Seirama dengan suara langkah kaki dari seorang gadis jelita yang semakin mendekat. Gadis muda, dengan sinar mata yang berkilau dan kedua pipi kemerahannya.


Seperti yang ia rasakan saat ini, melihat wajah itu lagi. Wajah yang selama lima tahun ini tidak ia ketahui bagaimana rupanya.


Ternyata, telah semakin dewasa dan jelita. Bagaikan seorang putri yang berasal dari negeri dongeng.


Bahkan, Mau pun berusaha mengalihkan pandangannya. Ia tidak mau melukai hati Isyana, karena kekaguman sesaat nya.


(Bagaimana bisa, bayi besar menjadi secantik itu?)


(Memang sih, sejak remaja saja dia sudah sangat bersinar. Tapi kini, dia bagaikan Snow white di dunia nyata) batin Mau, memuji keindahan seorang gadis, yang tengah di rangkul oleh sang umma.


(Najwa ku, kau kah itu?)


(Bodoh! Tentu saja, ini kan rumahnya. Mereka juga orang tuanya, dan jangan lupakan umma yang tengah tersenyum mengejek mu.) Monolog Andra di dalam hatinya.


Pandangannya tak lepas dari wajah yang sangat di rindukannya itu. Sedangkan Najwa, ia terus menunduk malu. Ketika tadi sempat beradu pandang dengan uncle gantengnya.


(Masya allah, cantik sekali kamu Najwa.)

__ADS_1


(Untung saja, Mau telah menikah dengan ku. Kalau tidak, mungkin mereka berdua akan memperebutkan mu.) batin Isyana ikut memuji kecantikan Najwa. Jemari lentiknya mencengkeram erat lengan Maulana.


Mereka semua kini telah duduk dan suasana mendadak hening. Andra dan Najwa saling menundukkan pandangannya.


Seketika nyali dan rasa percaya diri Andra menguap begitu saja. Menurutnya, Najwa begitu segar. Bagai sakura yang baru mekar. Sedangkan diri nya...,


Najwa yang memilih duduk di sebelah Kartika. Karena ia tak mau duduk di sebelah Ameera, yang akan membuatnya dapat langsung menatap wajah tampan uncle nya.


"Najwa sayang, pasti kau bahagia kan malam ini?"


"Bertemu lagi dengan keluarga mu, keluarga yang hebat. Hingga, anak daddy juga menjadi hebat dan sangat membanggakan," ucap Hideo menahan harunya. Selamanya ia takkan lupa. Dan takkan pernah bisa membalas budi dari keluarga El Barack. Terutama, pada seorang Kartika dan Andra.


Najwa mengangguk pelan dengan senyum manis tanpa gula biang. Sehingga tidak nyangkut di leher tapi, nyangkut di hati.


Ameera, bahkan menyusut air matanya, yang sejak penuturan Andra terucap lugas. Air matanya tak bisa di tahan, terus saja mengalir keluar mengiringi kebahagiaan hatinya.


(Ya Allah, apakah aku pantas menerima berkah mu ini? Pantaskah semua doa ku, kau ijabah dalam waktu semalam?)


( Bertemu kembali dengan orang-orang yang sangat berperan penting akan terbentuknya akhlak dan kepribadian Najwa, putri ku. Memiliki menantu, seorang pria yang sejak awal bertemu telah sangat ku kagumi.)


...Gaes, kisah ini akan mak tamatin ya....


...Soalnya, konflik nya juga udah selesai tinggal ending nya aja....


...Mak chibi sengaja gak ngasi konflik yang terlalu berat....


^^^Gak, mau nambahin beban pikiran kalian😂.^^^


Padahal, mak aja yang gak bisa bikin cerita rumit yang ngejelimet.🤣


Masih beberapa bab lagi kok...


...Kayaknya gak sampe 10 bab lagi deh.😌😗....


...Karena, mak mau fokus di nupel yang ikut event mengubah takdir....


...Kali aja takdir mak ikut berubah jadi author gold.😁...


...Bosen, masa enam bulan nulis masih bronze bae. ...


...Khan, pengen gajian juga. Biar gak ngutang pulsa mulu🙈🤫....


...Ini napa jadi curhat🤣 padahal niat nya mau ngasi info🤗....

__ADS_1


Dah ah, sekian terima gaji, eh. Tu kan typo🙈 yang di sengaja, wkwkwkwkk.


Bersambung>>>>>


__ADS_2