Mengasuh Calon Istri

Mengasuh Calon Istri
Aishiteruyo...(aku mencintai mu)


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kau, menyukai nya baby?" tanya Hideo di sela-sela tautan bibir mereka berdua.


"Ya. Aku, belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini." Ameera menjawab dengan napas yang masih terengah-engah.


Namun, ia tak membuat nya pasif, ia pun membalas setiap serangan yang di gencarkan oleh bibir tipis sensual itu.


"Aku pun begitu. Aku begitu bergetar dan tersengat, rasanya luar biasa. Padahal aku belum sampai pada inti permainanku." ucap Hideo, yang kini telah beralih mengecup kening berkeringat wanita impiannya ini.


"Apakah ini nikmat dari hubungan yang sudah halal?"


" Nikmat karena mendapat restu dan ridhoi ilahi, serta langit dan bumi?" tanya wanita cantik berdarah turki itu.


"Sepertinya, begitu sayang."


"Karena mu, aku meninggalkan dunia penuh maksiat ku. Karena mu, aku merasakan apa itu cinta dan rindu."


"Karena mu, aku merasakan kehadiran Tuhan."


"Terima kasih, yang tak terhingga dari ku." Hideo membenamkan kecupan penuh cinta di buah ceri yang selalu menggodanya itu. Hingga, belitan dari lidah keduanya tak dapat di elak kan lagi.


Hasrat akan selera penyatuan, semakin membuncah pada diri mereka masing-masing. Hingga, pada akhirnya pusaka itu terbenam sempurna setelah beberapa kali dorongan, karena rongga yang begitu sempit.


Semua itu, lantaran Ameera yang memutuskan untuk melakukan yoga dan senam kegel. Setelah Hideo resmi melamarnya, ia rutin merawat dirinya.


Bagaimanapun, ia ingin membahagiakan suaminya itu.


Dan, memuaskannya di atas kasur berderit adalah salah satunya.


Pria berkebangsaan negeri kue moci itu. Akhirnya melolong panjang, setelah hasrat dari bira hi nya itu tersalurkan, menghadiahinya kenikmatan tiada tara, yang baru ia rasakan di sepanjang usianya.


Hideo menghujani ciuman di seluruh wajah Ameera.


"Arigatō, dārin!"


"Aishiteruyo..." (Terimakasih, sayang!


Aku mencintaimu...) lirih Hideo sambil tak melepas pandangannya ke dalam manik yang kebiruan itu.


"Watashi mo itoshite iru yo...," ( Aku juga mencintaimu...) sahutan dari Ameera, sedikit banyak ia dapat menyambung kalimat dalam bahasa suaminya itu.


Kalau begitu, aku akan mengulangnya lagi." Hideo kini telah berada di atas Ameera lagi, bahkan pusaka nya yang gagah berani, telah berada di posisi siap tempur dan menggempur pertahanan lawan.


"Lakukanlah, aku milikmu," lirih Ameera seksi, dengan jemari yang tengah menyusuri wajah hingga rahang pria yang telah menawan hati dan raga nya itu.

__ADS_1


Mendapat perlakuan manis dari sang dewi cinta, lantas membuat libido pria metro seksual itu, berada di level tertinggi.


Kini, dirinya macam orang sakau saja, ia menggila di atas raga aduhai yang kini manjadi candu nya.


Permainan Hideo yang luar biasa menggebu, telah menjadikan Ameera, macam orang gila baru. Karena kini dirinya tengah me racau tak jelas, yang di sebabkan oleh hentakkan demi hentakkan yang tiada henti.


Terimakasih, karena telah mau menerimaku..., sayang." Hideo terus melabuhkan kecupan penuh cinta dan rasa syukur pada wajah cantik di dalam pelukannya ini.


"Aku yang seharusnya berterima kasih. Karena, kau telah rela berjuang untuk meraih kepercayaan ku," sahut Ameera dengan mata yang sudah berkaca.


"Terima kasih, karena kau tidak menyerah saat itu,"


"Terima kasih, karena telah memberi wanita hina ini tahta tertinggi." Ameera tak dapat menahan tangis nya, hingga ia terisak di atas da da yang terbuka itu.


"Shin'aina...," (sayang)


"Anata wa daiyamondo no yōdeari, anata wa kichōdesu."("Kau laksana berlian, dan kau teramat berharga) Tutur Hideo, sambil menangkup wajah yang sudah basah dengan air mata.


Nikmat tuhan yang mana lagi yang kau dusta kan?


Selain nikmat dari percintaan antara dua hati yang saling mengasihi.


Penyatuan dari dua raga yang telah halal dan di restui.


Ya, ibarat surga. Itulah gambaran kebahagiaan yang melenakan, membuatmu terbang hingga langit ke tujuh. Membuatmu sejenak melupakan segalanya. Membuatmu merasa memiliki dunia. Menjadikan mu, raja dan ratu dalam rekayasa gelora.


Kini, dua insan berpeluh itu, telah terkapar dalam lelah dan penat. Di dalam satu selimut biru, raga lengket itu berpelukan sambil mengatur napas.


Mereka macam tak mau lepas satu sama lain.


Haih, cinta kalau sudah menemukan soulmate nya, bagai lem bertemu dengan kertas.


Tak ada yang mampu memisahkan, kecuali malaikat izroil bersama al-mautnya. Ketika nyawa atau ruh di lepas secara paksa dari jasad.


Karena nya, ketika kebersamaan itu masih kau genggam.


Ketika, tautan hati masih terikat kuat dalam dada. Jangan sekali-kali kau abai!


Sering-seringlah kau dekap dia, cumbu dan rayu lah, ciptakan malam-malam indah penuh makna.


Jangan ragu katakan, Aku mencintaimu!


Aku beruntung memilikimu!


Kau adalah imam yang di takdir kan untuk membimbing ku!

__ADS_1


Aku adalah tulang rusuk, yang di ciptakan dari sendi tulang dada mu, tugasku selalu di sisimu, menemanimu, di kala senang maupun susah. Mendukung mu di kala terpuruk dan lara.


Menghiburmu di kala kecewa terhadap dunia.


Katakanlah, semua ini fana, tapi tidak dengan cintaku.


Karena, rasa ini baka(abadi). Kan ku bawa sampai di Jannah-NYA nanti.


Kesampingkan ego, buang jauh gengsi mu.


Semua berhak dan pantas mengatakannya lebih dulu.


Tidak ada peraturan tertulis yang mengatur dan mengatakan. Bahwa, pria lah yang harus lebih dulu menyatakan rasa, mengungkap kan cinta.


Tidak. Bahkan, Sayyidina Khodijah lah yang lebih dahulu menyatakan keinginannya untuk di nikahi oleh Rosulullah, Sayyidina Muhammad.


Pada saat itu, Sayyidatina Khodijah binti khuwailid melamar Nabi Muhammad. Melalui orang ketiga, yaitu Nafisah binti Ummayyah, yang merupakan sahabat dari Khodijah sendiri. Nafisah yang masih berkerabat dengan rosulullah, menyampaikan maksud Khodijah pada Abu Thalib, paman Nabi Muhammad S.A.W.


Krisis percaya diri sempat terjadi, karena perbedaan usia yang besar, Khodijah 40 tahun sedangkan Nabi Muhammad 25 tahun.


Nabi Muhammad S.A.W pun menerima tawaran Nafisah untuk menikahi khodijah.


Namun tekad kuat Khodijah yang melihat dari segi akhlak dan kejujuran Nabi Muhammad.


Membuat dorongan keberanian untuk mengungkapkan keinginan, lebih hebat dari rasa gengsinya sebagai wanita dengan status janda.


Pernyataan, perasaan tidak akan membuatmu lemah. Justru, posisimu akan kuat dan di hargai olehnya.


Karena, pasangan akan merasa begitu diinginkan dan di dambakan.


Sungguh, ini akan menguatkan tautan cinta. Mengembangkan bunga-bunga asmara yang telah layu. Menumbuhkan kembali, putik-putik kerinduan.


Pikirkanlah, bahwa pasanganmu yang paling indah dan istimewa.


Hanya pasanganmu lah yang membuatmu menggelora. Karena dialah yang telah Tuhan pilih dan halalkan untuk mu, dialah rezeki mu, dialah nikmat mu. Maka, takkan mata dan hasrat mu berpindah ke lain hati.


Takkan ada celah bagi gelora mu untuk mencari singgahan pada jiwa dan raga lain, yang jelas bukan milikmu.


Tetapkan hati mu, iman mu.


Yakinkan pada diri, dia milikmu dan kau pun miliknya.Hingga langit terpisah dari semesta, semoga Tuhan tetap menyatukan kita di di sana.


Mak rubah up det nya jadi jam 9 pagi yaa...


Terimakasih.🥰😘

__ADS_1


__ADS_2