Mengasuh Calon Istri

Mengasuh Calon Istri
Perasaan Najwa


__ADS_3

๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Andra pun mulai mem presentase kan, jenis robot apa yang akan di luncur kan oleh tim nya.


Menjelaskan secara gamblang mengenai nama, tipe dan versi robot buatannya. Merincikan perangkat lunak yang ramah lingkungan, perangkat keras yang berkualitas dengan harga berbeda di tiap versinya.


Menjelaskan kegunaan dan cara penggunaannya.


Semua secara lengkap dan tersusun di jelaskan oleh Andra.


Robot generasi kesekian ini dapat menyelesaikan tugas baru tersebut dengan baik karena memiliki Smart Rubber sensors, yang dipasang di lengan dan dada robot.


Sensor tersebut memungkinkan Ro-help untuk mendeteksi berat badan seseorang dengan cepat melalui sentuhan.


Sehingga menjamin keselamatan lansia dan manula tersebut.


Mr. Senkai sangat puas dengan presentasi yang di tunjukkan oleh anak muda itu.


Kaito pun puas dan paham, sehingga ia memutuskan untuk segera memproduksi dalam jumlah tertentu dan akan di gunakan di rumah sakit milik ayah nya itu.


Rumah sakit yang tersebar di beberapa negara di dunia. Termasuk rumah sakit tempat Ameera di rawat saat koma.


Hideo begitu mengagumi kecerdasan buatan ciptaan Andra dan tim. Anak muda yang berasal dari negara I yang mayoritas muslim itu.


Begitu terlihat cemerlang dan bersinar, dengan cetusan ide-idenya.


Ameera, secara diam-diam memperhatikan gestur dan cara bicara anak muda itu.


Seperti dejavu kala ia melihat cara Andra tersenyum dan sorot mata itu...,


Ah, Sebagian ingatannya hilang akibat racun syaraf yang menyerangnya. Bahkan ia lupa momen mengandung dan melahirkan Najwa. Bila bukan Hideo yang menceritakan dan menunjukkan foto Najwa saat baru lahir.


"Kau kenapa, sayang?" bisik Hideo, seraya mendekatkan kepalanya ke samping telinga Ameera.


Karena ia melihat, istrinya itu memijat pelipisnya.


"Aku hanya sedikit pusing, By," jawab nya pelan.


"Pusing kenapa? Presentasinya? Atau bahasanya?" cecar Hideo dengan senyum meledeknya.


" Entahlah, ada ingatan ku yang kembali tapi masih samar," lirih Ameera menahan sakit kepalanya.


"Aku antar kau ke kamar, sebaiknya kau istirahat dan jangan memaksa ingatan kembali. Ingat pesan dokter mu," jelas Hideo.Kemudian pria paruh baya itu, pamit pada yang lain dan membawa Ameera ke lantai atas menggunakan lift.


******


Kartika yang merasa aneh dengan sikap Najwa.


Sejak, di tinggal Andra sore itu hingga hari ini. Karena gadis kecil nya menjadi lebih banyak diam, mulai mengurung diri di kamar.


Kartika kehilangan suasana riuh di rumah ini, apalagi mereka hanya tinggal berdua. Andra sudah mulai sibuk, sehingga jarang pulang karena lebih sering menginap di kantor nya.


Perusahaan Mr. Senkai sudah mulai memproduksi robot ciptaannya.


Kartika, berinisiatif untuk menghubungi Andra.


Menanyakan perihal diamnya Najwa, yang pasti ada kaitannya dengan putra sulungnya itu.


Kartika menggeser layar pada benda pipih nya pelan.


Setelah menemukan kontak yang di carinya, wanita 52 tahun yang masih nampak kecantikan alaminya.


Segera menghubungi nomer yang tertera di layar ponsel bermotif apel di gigit itu.


..........

__ADS_1


"Jadi gitu,"


"Ya udah, mulai saat ini. Kamu harus jaga jarak, Bang,"


"Jangan terlalu memanjakannya selayak anak kecil lagi,"


"Sebentar lagi, dia akil baligh,"


"Dan, hubungan kalian menjadi haram,"


"Maaf, Umma sudah menganggu mu,"


"Jangan lupa istirahat sama makan ya, inget! Mendzolimi diri sendiri itu juga dosa,"


Tuutt....


Setelah mengakhiri panggilan, Kartika segera naik ke kamar Najwa dengan membawa segelas coklat panas dan cookies kesukaannya.


Tok...tok!


Seorang gadis beranjak dari kasurnya, melempar selimut nya sembarang dan membiarkan rambut panjang ikal nya tergerai.


Ia membuka pintu, dengan senyum yang di buat-buat, ia menyambut umma Kartika.


"Umma,bawain coklat kesukaan kamu nih," ucap Kartika memulai sesi penyelidikannya.


"Makasih, Umma. Terbaik!" Najwa pun terkekeh karena ia mengikuti jargon sosok kartun kesukaannya.


"Kamu lagi apa sih?" tanya Kartika yang kini telah bersandar di atas ranjang mungil itu.


"Lagi mempelajari materi buat lomba besok, Um,"


"Aku, lagi mempelajari irama bayati," jelas Najwa sambil menyeruput pelan coklat panas nya.


Bayyati, merupakan irama membaca Al-Qur'an yang identik dengan lantunan lambat.


Qari' (qฤriสพ, bahasa Arab: ู‚ูŽุงุฑูุฆโ€Ž, jamak ู‚ูุฑูŽู‘ุงุก qurrฤสพ, "pembaca") adalah orang yang melantunkan bacaan Al-Quran dengan mentaati aturan-aturan (tajwฤซd) yang benar.


" Baiklah, kalau begitu. Umma tidak akan mengganggu,"


"Tapi, kalau Najwa perlu apa-apa, atau ada yang mau di ceritakan ke Umma. Seperti biasa, Umma akan selalu siap," tutur wanita anggun berparas meneduhkan itu.


"Ciap, Umma tantik!" jawab Najwa dengan sedikit godaan pada Kartika.


(Anak ini, sungguh pandai menutupi perasaannya)


(Aku rasa, ia lebih dewasa dari perkiraan ku)


"Baiklah, lanjutkan latihannya ya." Umma pun berlalu dan menutup pintu setelah ia keluar.


Saat itulah, Najwa meluruhkan tubuhnya di samping ranjang.


POV NAJWA.


Maafin aku, umma...,


Maafin aku, uncle...,


Aku, terlalu kekanak-kanakan.


Hingga, terlupa akan sikap seorang wanita muslimah yang seharusnya.


Aku, telah membuat uncle kecewa pada ku.


Semua karena aku yang tidak bisa mengontrol diri.

__ADS_1


Aku, mendengar bisikan-bisikan halus itu.


Aku sudah baligh, umma, uncle.


Maafin, Najwa ya Allah!


Maaf, Najwa baru saja pekan lalu mendapat tamu bulanan itu.


Pertama kali bagiku, dan sempat membuatku takut.


Aku sudah mencari setiap informasinya di internet, tentang apa yang harus aku lakukan dan persiapkan.


Umma juga pernah menjelaskan padaku, secara detil tentang siklus bulanan pada perempuan ini. Bahkan, ilmu fiqihnya pun lengkap. Umma menjelaskan nya sedetil mungkin.


Aku sempat resah, pasalnya aku sedang mempelajari nada baru untuk lomba nanti.


Syukurlah, haid ku hanya beberapa hari saja.


Dan, itu tidak sakit seperti yang di ceritakan oleh teman-teman ku.


Maaf. Aku sengaja menyimpan ini dari kalian semua.


Hanya karena aku takut bila jauh dari uncle ku.


Aku egois Ya Allah.


Uncle, apa kah yang aku rasakan terhadap mu sebuah kesalahan?


Apakah rasa ini terlalu cepat?


Aku telah mengandalkan mu, bergantung padamu.


Semua ini tidak benar.


Kau yang benar, uncle.


Aku tidak boleh melakukan hal yang di benci oleh Allah.


Aku, tidak boleh melakukan tindakan yang menjatuhkan harga diri ku.


Meski pun jatuh cinta bukanlah sebuah dosa, namun ia dapat mendekatkan mu kepada zina.


Aku, ingat kata-kata itu, uncle. Aku ingat.


Aku, akan menjaga diri ku dan hati ku.


Menyerahkan semua takdir ku pada Robb-ku.


Aku akan tetap menyertai nama mu dalam setiap doa ku. Selalu.


Ya Allah, KAU-lah yang paling tau hati ku.


Uncle adalah pria yang terbaik menurut ku.


Namun, segala kebaikan ku hanya ENGKAU lah yang tau.


Siapa yang terbaik untuk ku, ku serahkan hanya pada mu Ya Allah.


Meski nafas ku terasa sesak, aku mencoba menjalani semua sesuai syariatnya.


Aku yakin, Allah akan memudah kan semua nya.


Bersambung>>>>>


Bab selanjutnya, pertemuan Najwa dengan kedua orang tua nya.

__ADS_1


Makasih banget atas dukungan kalian dan terus dukung mak yaa..๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2