
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...Ada adegan dewasa, tolong siapkan mental😂....
...Gak kok, gak....🤣....
...Mak kan pemalu mana bisa bikin adegan nganu🙈....
...Cuzz lanjutt...siapin kembang ama kopi....
*******
Mereka berdua solat berjama'ah, dari Magrib sampai Isya. Di selingi dengan mendampingi Najwa muroja'ah.
Ternyata kegiatan itu secara tak langsung telah mengurangi kegugupan mereka berdua. Kedekatan mereka dulu seperti kembali lagi, terlihat dari cara mereka yang mulai bercanda.
"Ish, sakit! Dari tadi di tarik mulu hidung nya," protes Andra dengan bibir yang di majukan.
"Kan udah perjanjian, kalau salah ya di hukum," kilah Najwa sambil tersenyum jahil.
"Hukumnya yang lain aja napa, yang enak gitu. Misalnya, di..., ci-um," goda Andra membuat kedua pipi Najwa yang kemerahan itu semakin merona.
"Apaan coba? Genit dasar!" Melengos, senyum-senyum.
Ekspresi Najwa membuat Andra tergelak sambil memegangi perutnya.
"Lah, dulu yang suka nyosor kayak soang siapa coba?" goda Andra lagi semakin membuat wajah Najwa bak udang rebus.
"Gak usah di ungkit ih! Malu...!" Najwa menutup wajahnya dengan Al Qur'an.
Andra mengambil Al Qur'an itu dan meletakkannya di tas nakas.
"Kalo sekarang Uncle gak akan nolak deh, janji!" ucap Andra membuat sepasang mata indah itu mengerjap gemas.
Najwa, kehabisan kata-kata. Ia hanya buka-tutup mulutnya saja. Jadi, seperti ikan yang sedang bernapas megap-megap.
Andra malah menyodorkan pipi kanannya. Kemana hilang nya grogi yang membuat lemas lututnya seharian. Tiba-tiba saja ia semangat sekali untuk menggoda istri kecilnya itu.
Najwa hanya bisa berkedip-kedip lucu, bingung kenapa uncle nya begitu genit.
"Astagfirullah, udah adzan aja." cetus Andra.
"Alhamdulillah...," ucap Najwa.
"Eh, iya. Alhamdulillah...,"
"Lho kamu mau kemana?" tanya Andra yang melihat Najwa hendak bangun.
"Ya, mau ambil wudhu lagi...," jawabnya.
"Sini dulu nunggu adzan nya selesai." Andra menarik tangan Najwa hingga ia duduk kembali.
__ADS_1
Setelah adzan selesai Andra mengangkat kedua tangannya, aksi pun diikuti oleh Najwa.
Andra sempat tersenyum melihat tulang rusuknya melakukan hal yang sama dengannya. Setelahnya ia pun berdoa.
Najwa yang hendak bangun dari duduk nya kembali di tarik oleh Andra.
Cup.
Lagi, dan bikin kaget.
Tapi, Andra sudah berlari lebih dulu ke kamar mandi.
Najwa menyentuh pipi nya yang hangat, ada desiran yang menjalar pada tubuhnya. Rasa aneh yang baru ia rasakan saat ini, namun ia berusaha mengontrolnya.
"Jangan bengong. Wudhu sana!" titah Andra sambil mencipratkan air bekas wudhu ke wajah Najwa.
Najwa terpukau seketika, karena wajah tampan yang basah serta air yang menetes dari poni. Membuat aura ketampanan uncle gantengnya itu naik hingga level 30. Hot jeletot mungkin, kalau di samakan dengan ban cabe.
"Udah terpesonanya pending dulu. Kita solat dulu okey."
Fuhh...
Andra meniup pelan ke wajah jelita yang terpaku menatapnya. Membuat sang empunya mengedipkan mata nya berkali-kali, hingg bulu mata lentik itu bergerak lucu.
"Emm, i-iya." Najwa yang tersadar berjalan cepat hampir saja ia tersandung karena bawah gamisnya yang menjulur.
Setelah melaksanakan empat roka'at yang wajib, mereka juga mengerjakan sunah dua roka'at. Yaitu, solat hajat malam pengantin.
Memanjatkan harapan dan pinta agar hidup mereka di beri berkah oleh Allah Ta'ala, juga lancar dalam menjalani biduk rumah tangga, serta di beri kelancaran pada saat penjebolan gawang. Eh...,
Ya iya dong...,
Kalo gak, nanti di bantuin sama jinny oh jinny, mau?
Hiii....!
Andra kemudian berbalik menghadap kebelakang, di mana di sana ada sang istri yang menjadi makmum satu-satunya.
Selamanya, di dunia dan akhirat. Itulah harapan dari doa-doa nya.
Najwa mengambil tangan kokoh itu, mendekatkan pada kening dan hidungnya, hingga menempel pada mulutnya, itulah cara mencium tangan yang benar, secara takdzim.
Andra pun meletakkan tangan satunya ke atas kepala sang istri, melafalkan sebait doa di sana. Doa yang akan membuat berkah dan pahala atas apa yang akan mereka lakukan ke depannya.
Senyum bahagia tersungging dari keduanya, menampakkan kebahagiaan dan kelegaan akan rindu yang terburai satu per satu.
Desah napas mereka memburu satu sama lain, entah siapa yang memulai. Kerudung yang di kenakan oleh Najwa telah teronggok di atas sajadah.
Kecapan demi kecapan terdengar manis manja, mereka yang sama-sama pemula hanya di dorong oleh naluri alami untuk memulai semua.
Penyatuan kedua bibir itu terlepas, sesaat dua pasang mata bertemu, beradu dalam kilau cahaya penuh damba, penuh rindu.
__ADS_1
Tangan Andra bergerak menekan tengkuk pemilik mata hijau itu dan ia kembali menyesap bibir Plum berwarna merah delima alami.
Kedua tangan Najwa terulur dan di kalung kan pada leher pria yang tengah menghisap madunya. Tangan satunya Andra lingkarkan pada pinggang ramping Najwa.
Rambut ikal berwarna coklat terang itu telah terlepas dari ikatannya. Tergerai indah hingga menyentuh ujung punggung tangan pria yang menempel erat.
Lembut dan wangi, pria dewasa nan tampan itu semakin terbuai dan mabuk oleh rindunya.
Ia menyatukan kening mereka,menyuplai oksigen yang sempat habis karena keduanya belum terbiasa.
"Aishiteru yo...,"(Aku mencintaimu, sayang.)
"Hontōni, hontōni anata o aishiteimasu." (Sangat, sangat mencintaimu.) lirihnya dengan dada kembang kempis menahan rasa yang bergemuruh.
"Mukashi kara," ( Sejak dulu,)
"Boku no kokoro wa kimi no monoda," (Hatiku, adalah milikmu,) sahutan lirih dari bibir manis itu, di sambutnya dengan penuh gelora.
Pernyataan cinta dari keduanya, yang mencuat dari lubuk hati terdalam. Ternyata, semakin membuai mereka dalam hasrat penuh kerinduan.
Andra menuntun wanita muda nan jelita yang telah menjadi istrinya itu, menuju peraduan mereka yang telah bertabur ribuan kelopak mawar merah.
Najwa mengalungkan kedua tangan erat di leher pria yang selalu di sebutnya dalam doa. Kedua bibir mereka masih saling terpaut satu sama lain.
Meski Andra kini menggendongnya ala-ala drama romantis. Padahal mereka tak pernah sekalipun menonton acara seperti itu, sekali lagi ini berdasarkan naluri alami seorang manusia.
Andra merebahkan tubuh ramping itu, kedua tangannya di gunakan untuk menopang tubuhnya. Agar ia tak menindih Najwa secara keseluruhan.
"U-uncle. I-itu apa?" kaget Najwa di sela sesapan Andra.
" Eh, yang mana?" terpaksa Andra menjeda kegiatannya karena pertanyaan Najwa mengganggunya.
Najwa mengulurkan tangannya kebawah perutnya, menyentuh sesuatu yang keras, yang telah menekan atas intinya.
"Ashhh...! Najwa kamu!" pekik Andra kaget, karena pusaka nya di pencet kencang.
"Akh, emang itu apa? Coba ih, Uncle awas dulu!"
Najwa mendorong Andra pelan hingga pria itu terjatuh miring ke sebelah tubuhnya.
Matanya, otomatis tertuju pada sesuatu yang menyembul di bawah pusar suaminya.
"Upsss!" Najwa sontak menutup mata.
"Hei! Tadi udah kamu pegang lho," goda Andra, dengan senyum jahilnya.
"Stop! Aku gak sengaja tadi," dalih Najwa.
"Oh ya? Aku malah seneng lho,"
"Di ulang boleh?" goda Andra dengan kerlingan nakal.
__ADS_1
(Kenapa, uncle jadi mesum gini sih? Mommy! Umma! Tolong!)
Bersambung>>>>